Ritual Upacara Melabuh Gentuh Uncal Balung

▪︎BALI-POSMONEWS.COM,-
Pemkab Jembrana menggelar upacara melabuh di pant Taman Ujung Segara Perancak, Kepala Kejaksaan Negeri Jembrana diwakili oleh I Ketut Arya Tangkas, S.H. mengikuti Karya Melabuh Gentuh (Ngaturang Pekelem Kebo, Kambing, Angsa, Bebek dan Ayam) yang di tenggelamkan di laut oleh Bupati Jembrana I Nengah Tamba beserta Forkopimda adalah upacara persembahyangan yang dilaksanakan dalam rangka Karya Pemahayu Jagat untuk Keselamatan dan Kerahayuan Masyarakat serta Jagat Jembrana, tujuan dari upacara ini adalah untuk memohon berkah dan keselamatan bagi seluruh masyarakat dan lingkungan Jembrana.
Sarana caru digunakan dengan mulang pekelem. Upacara melabuh gentuh uncal balung untuk tingkat kabupaten pertama kali dilakukan oleh Bupati Jembrana I Nengah Tamba. Upacara serupa tingkat provinsi dilakukan di Gilimanuk.
Menurut Bupati Jembrana upacara digelar untuk menghindari terkontaminasi energi negatif dari Bhuta kalo tiga dungulan, sehingga perlu dilakukan pembersihan jagat.
Pakelem melabuh Gentuh dengan sarana Kebo, bebek, ayam, angsa dan kambing yang merupakan sesajen, dipuput oly Ida Pedanda saking Griya Katugtug” kata Bupati saat karya melabuh gentuh.
Karya Mulang Pakelem melabuh Gentuh mungkin baru pertama kali dilakukan untuk tujuan memohon keselamatan. ” Tetujon (Tujuan) untuk sameton kita yang mencari kehidupan di Laut hasil tangkapan bisa bertambah termasuk untuk pemerintahan berjalan baik dalam mewujudkan Jembrana emas tahun 2026. Dumagi ring sejeroning ngemargian karya melabuh Gentuh puniki memargi antar lan Rahayu sareng sami jagat Bali LAN Jagat Jembrana unteng nyan, ” lanjut I Nengah Tamba.
Sementara Ida Pedanda Gede Ketut Putra Kemenuh dari Griya Ketugtug, prosesi ini “Tawur Labuh Gentuh bertujuan menetralisir hal-hal yang bersifat negatif”.
Untuk marisuda sahananing netehin Gumi / menetralisir entitas-entitas negatif yang ada di muka bumi. Selain guna memohonkan kepada Yang Maha Kuasa untuk dijauhkan dari berbagai bencana. Ucapan ini juga sebagai wujud terimakasih kepada penguasa laut Shang Hyang Baruna, atas hasil laut e berlimpah tetap terjaga,” katanya.▪︎[Putu/Mas]
