JALUR KHUSUS KENDARAAN RODA DUA TOL BALI MANDARA
▪︎BALI-POSMONEWS.COM,-
Kehadiran Jalan Tol merupakan jalan bebas hambatan secara umum dilintasi kendaraan roda empat maupun lebih. Namun, di Indonesia terdapat satu Jalan Tol memfasilitasi kendaraan roda dua pada jalur khusus yang terpisah dengan kendaraan roda empat.
Jalan tol pertama Tol Bali Mandara memiliki total panjang 12,7 km. Jalan tol ini menjadi satu-satunya di Indonesia memiliki jalur khusus untuk sepeda motor yang masuk ke dalam Golongan VI.
Jalan tol tersebut terkoneksi dari Kota Denpasar dan Kabupaten Badung dari menghubungkan Ngurah Rai, Benoa, dan Nusa Dua dengan besaran tarif untuk kendaraan roda dua pada Jalan Tol Bali Mandara yakni sebesar Rp. 5.000.
Jalan Tol Bali Mandara merupakan jalan tol atas laut pertama di Indonesia dan merupakan salah satu jalan tol atas air terpanjang di dunia dengan menyuguhkan pemandangan indah ketika berkendara yang didesain dengan menjaga estetika, keindahan arsitekturnya, dan ornamen budaya khas Bali.
Dalam mendukung kelancaran dan keamanan berkendara khususnya pengendara sepeda motor juga telah dipasang alat pengukur kecepatan angin berupa anemometer berbasis Internet of Things (IoT) di setiap gerbang tol (Nusa Dua, Ngurah Rai, dan Benoa).
Ketika kecepatan angin mencapai 40 km atau lebih jalan tol ditutup sementara guna menghindari resiko kecelakaan, kemudian apabila sudah melebihi 80 km/jam, jalur mobil juga ikut ditutup.
Jalan Tol Bali Mandara menjadi salah satu infrastruktur ramah lingkungan yang turut mendukung pelaksanaan Presidensi G20 Tahun 2022 lalu dan telah menerapkan teknologi hemat energi melalui Fasilitas Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dan Water Recycling.
▪︎Sejarah Jalan Tol Bali Mandara
Jalan Tol Bali Mandara memiliki sejarah yang cukup panjang. Jalan tol yang memukau ini merupakan jalan tol pertama di Indonesia yang dibangun di atas laut. Panjang dari jalan tol ini adalah 12,7 km yang menghubungkan 3 area penting yang ada di Pulau Bali, ketiga area tersebut adalah Ngurah Rai Tuban, Nusa Dua, dan Benoa. Pembangunan tol di atas laut ini diprakarsai oleh Sumaryanto yang merupakan Deputi BUMN.
Pembangunan tol yang dilakukan PT Jasa Marga memang sengaja dilakukan melibatkan Pemerintah Daerah Bali. Dengan demikian, pembangunan tol bisa dilakukan dengan lebih cepat dan lancar.
Sebelum dibangun jalan tol di atas laut ini, volume kendaraan di wilayah Bali Selatan memang selalu meningkat. Terlebih lagi ketika musim liburan datang. Turis lokal dan turis mancanegara banyak yang berdatangan ke Pulau Bali.
Jadilah Bali Selatan semakin macet karena banyaknya kendaraan yang berlalu lalang. Banyaknya kendaraan yang berlalu lalang kemudian membuat jalan By Pass itu tidak bisa menampung kendaraan.
Oleh karena itu, dibuatlah tol yang menghubungkan ketiga daerah tersebut. Jalan tol yang menghubungkan Bandara Ngurah Rai, Kawasan Nusa Dua, dan Pelabuhan Benoa itu kini membuat kemacetan di wilayah Bali Selatan menjadi menurun.
Proyek dikerjakan PT Jasa Marga bekerjasama dengan BUMN dan Pemerintah Daerah Bali ini rampung dengan hasil yang sangat memuaskan. Tidak seperti di Jakarta yang memiliki banyak jalan tol, Tol Bali Mandara merupakan proyek jalan pertama di Pulau Bali dibangun di atas laut di Teluk Benoa rampungkan pada bulan April tahun 2013.
Jalan Tol Bali Mandara yang dibangun pada tahun 2012 tersebut memiliki 3 titik gerbang utama, setiap gerbang menuju destinasi yang berbeda-beda.
Jalan tol yang dibangun di atas laut ini bisa dikatakan unik karena membentang di atas laut dan satu-satunya tol di Indonesia yang bisa dilalui oleh kendaraan bermotor. Jalur sepeda motor melaju di atas tol ini adalah di sisi kanan dan kiri jalan. Panjang jalan tol yang mencapai 12,7 km hampir sama dengan panjang Penang Bridge di Malaysia serta Union Bridge yang berada di Kanada.
Jalan tol terapung di Pulau Dewata ini dibuat putra-putra terbaik Indonesia dengan konstruksi dibuat oleh BUMN dan BUMD Bali. Tol terapung ini dibuat dengan menghabiskan dana Rp 2,4 triliun, selain dibiayai oleh BUMN dan BUMD, tol ini juga dibiayai oleh Jasa Marga dan tidak melibatkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara atau APBN sama sekali.
Dulunya, tol ini dikenal orang Bali sebagai tol atas laut Bali banyak orang yang menyebutnya sebagai jalan Tol Nusa Dua, Jalan Tol Ngurah Rai, atau pun Jalan Tol Benoa. Nyatanya, tol ini memang menghubungkan ketiga daerah tersebut. Saat itu, Gubernur Bali Made Mangku Pastika, mengusulkan nama Jalan Tol Bali Mandara kepada Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Hingga sekarang dikenal dengan nama Jalan Tol Bali Mandara.
▪︎Proyek Jalan Tol Tercepat
Jalan tol sepanjang itu rupanya dibangun dalam waktu yang relatif cepat, mulai dekonstruksi pada bulan maret 2012 akhirnya rampung dikerjakan pada bulan mei 2013. Pengerjaan tidak menghabiskan banyak lahan karena sebagian dilakukan di atas laut. Hanya saja, beberapa mangrove harus tergerus karena masa konstruks, namun setelah konstruksi selesai mangrove pun ditanam kembali.
Jalan tol dibangun di atas laut tentu saja sangat riskan dengan kecepatan angin. Maka di setiap gerbang tol dipasang alat pengukur angin. Jika angin berhembus melebihi 40 km/ jam, maka jalan tol akan ditutup demi keselamatan pengguna jalan tidak hanya itu, CCTV pun siap diaktifkan selama 24 jam nonstop untuk mengantisipasi kendaraan yang mogok di jalan.▪︎[FEND]

