Lamongan Bangga Punya Ikon Kuliner Pecel Lele
▪︎LAMONGAN-POSMONEWS.COM,-
Fakta Kabupaten Lamongan sebagai gudang kuliner terlihat dari berbagai sebutan atau julukan yang disematkan banyak orang seperti kota soto, kota tahu campur, kota nasi boran, kota wingko, kota pecel lele, dll.
Sebutan terakhir ini juga sangat familier karena jika kita traveling di kota-kota besar seluruh Indonesia, anda akan menjumpai warung tegal, warung tenda, depot dan rumah makan yang berlabel Pecel Lele Lamongan.
Ya, ini fakta jika anda menyebut kata Pecel Lele, maka yang terbesit dan terbayang adalah kuliner asli milik orang Lamongan. Hal yang membuat pemangku kebijakan di Pemkab. Lamongan untuk berkomitmen untuk terus memperkuat branding tersebut.
Salah satu bentuk kepedulian dan penguatan branding (ikon kuliner, red) ini dilakukan dengan menggelar Festival 1001 Pecel Lele Sekarmadu (gabungan Sekaran dan Maduran), yang dilaksanakan pada Sabtu (10/12/2022) kemarin, di Lapangan Desa Sekaran Lamongan.
Bupati Lamongan Yuhronur Efendi, menuturkan festival ini digelar sebagai rangkaian dari peringatan HUT ke-51 Korpri. Sekaligus sebagai wujud dari penguatan branding Lamongan kepada duta-duta kuliner yang ada di berbagai daerah di seluruh Indonesia.
“Semua orang harus mengatakan bahwa pecel lele ini adalah Lamongan. Kemarin saya bertemu dengan Pak Ganjar di Surabaya waktu Hari Anti Korupsi, saat berkunjung ke stand beliau bukan menyebut Lamongan, tapi langsung memperkenalkan ‘saya ini adalah pecinta berat pecel lele Lamongan’. Luar biasa, artinya apa? Branding bahwa pecel lele ini adalah Lamongan harus terus ditegaskan, harus terus diteguhkan,” ujarnya, Minggu (11/12/2022).
Orang nomor satu di Lamongan ini menambahkan, di luar sana tidak sedikit Sari Laut yang memakai branding Lamongan. Namun, tentunya akan memiliki cita rasa dan cara memasak yang berbeda, karena bukan asli masakan orang Lamongan.
Oleh karenanya, Bupati Yuhronur mengajak kepada seluruh masyarakat agar terus mempertegas dan meningkatkan kuliner Lamongan, sehingga hal ini akan menjadi sesuatu yang benar-benar melekat dengan nama Lamongan.
“Ayo terus ditegaskan, kualitas terus ditingkatkan, dan memang kuliner Lamongan ini harus menjadi sesuatu yang melekat dengan nama Lamongan. Selamat kepada semuanya, mudah-mudahan dengan acara festival kuliner Lamongan ini, semakin menegaskan bahwa Lamongan adalah gudangnya kuliner di seluruh Indonesia bahkan di seluruh dunia,” terangnya.
Sementara itu, Mashuda selaku perwakilan panitia penyelenggara acara, yang sekaligus mewakili para insan perantau di wilayah Sekaran dan Maduran mengungkapkan rasa terimakasihnya atas terselenggaranya acara Festival 1001 Pecel Lele Sekarmadu.
Lebih lanjut, Mashuda berkata, meski bernamakan 1001 pecel lele, namun pada kesempatan tersebut disediakan sekitar 1300-an cobek pecel lele sebagai bentuk pemberian layanan kepada masyarakat, khususnya di wilayah Kecamatan Sekaran dan Maduran.
Sebagai informasi, dalam festival ini juga dilakukan penyerahan bantuan langsung tunai kepada PKL dan piagam penghargaan kepada perantau yang ada di Sekaran dan Maduran oleh Bupati Lamongan. Hal ini sebagai apresiasi atas partisipasi dan peran aktif yang dilakukan dalam pembangunan desa.▪︎[DANAR/ARIFIN]

