FLS2N Jenjang SD Hasilkan Generasi Berprestasi Bidang Seni
▪︎MALANG-POSMONEWS.COM,-
Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) merupakan program Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) Kemendikbudristek, dalam rangka meningkatkan prestasi peserta didik di bidang seni bahasa dan literasi, di Grand Miami Kepanjen, Sabtu (25/6/22).
Pelaksanaan FLS2N jenjang Sekolah Dasar tahun 2022 bertujuan untuk menghasilkan generasi anak didik berprestasi di bidang seni dan mampu berdaya saing tingkat Nasional dan Global.
“Melalui FLS2N, diharapkan dapat menjadi ruang atmosfer baru yang sehat dan tumbuh dalam budaya silih asih dan asuh,” tegas Kabid A.Wakhid Arif.
Setelah menjalani penjurian, Kadisdikbud memastikan 3 anak didik dinyatakan sebagai juara di masing-masing lomba. Dengan rincian, juara pertama Menyanyi Solo, SDN Kebobang, Kecamatan Wonosari juara 1, SDN 2 Tlogosari, Kecamatan Pagak, juara 2, sedangkan SDN Saptorenggo, Kecamatan Pakis juara 3.
Menurut A.Wakhid Arif, ada 4 materi penjurian dalam lomba menyanyi tunggal, yakni materi vokal, tehnik, ekspresi dan penampilan.
Sementara itu, dalam lomba Kriya Anyam, tiga juri sepakat menetapkan SDN 1 Asrikaton, Kecamatan Pakis, juara 1. Disusul SDN 2 Ardirejo, Kecamatan Kepanjen juara 2, sedangkan SDN 1 Bululawang juara 3. Di kategori ini, juri menilai kreatifitas, bentuk, teknik, serta manfaat.
“Masing-masing lomba diambil 3 juara. Untuk selanjutnya mereka bakal dibina untuk kemudian diikutkan ke lomba serupa di tingkat provinsi maupun nasional,” ujar dia.
Selain menetapkan 3 peserta didik sebagai juara, disdikbud juga menyediakan penghargaan. Masing-masing mendapatkan uang pembinaan Rp 7,5 juta bagi juara pertama, juara kedua Rp 6 juta, sedangkan juara tiga Rp 4 juta rupiah.
“Uang pembinaan juga kami berikan kepada perlombaan beregu meliputi tari dan pantonim. Kepada juara satu diberikan uang pembinaan juara pertama Rp. 7,5 juta rupiah, juara dua Rp. 6 juta, sedang juara 3 Rp. 4 juta rupiah,” rinci Kadisdikbud.
Bagi yang menduduki baik di semua lomba, siswa tidak perlu kawatir. Kepada mereka, diberikan sertifikat kejuaraan.
“Bukan berarti jika anak-anak berpotensi hanyalah mereka yang ditetapkan sebagai juara satu sampai tiga, namun juga yang ditetapkan sebagai juara. Untuk memberikan motivasi, kami memberikan sertifikat kejuaraan,” ungkapnya.
Seiring dua lomba pamungkas di hari terakhir, Disdikbud menyatakan FLS2N tingkat SD dinyatakan ditutup. Selama 2 hari kegiatan, terhitung sejak Selasa (24/6/2022), dan berakhir hari Sabtu (25/6/2022). Ratusan anak berpotensi di bidang seni dari seluruh penjuru Kabupaten Malang mengikuti kegiatan.
“Kami berharap pelaksanaan FLS2N dapat menjadi ruang bagi peserta didik dalam mengembangkan potensi di luar akademik. Diantaranya minat, bakat, serta prestasi di bidang seni,” pungkas.**(ade/pri/kur)


