MENGETUK PINTU LANGIT dan PINTU SURGA

▪︎Oleh: Zubairi Indro
SAAT bulan Ramadan 1443 H, semua umat muslim di seluruh dunia berlomba-lomba mendapatkan ampunan dosa. Mereka bersungguh-sungguh meminta kepada Rabb-Nya, momentum Ramadan dijanjikan keinginan doa-doanya dikabulkan.
Bagaimana mungkin Allah akan mengabulkan keinginan itu, jika hambanya tidak mengingat-Nya.
Banyak amalan bisa dilakukan agar keinginan seorang umat muslim bisa dikabulkan. Lantas bagaimana agar kita bisa “Mengetuk Pintu Langit”, dan pintu langit terbuka, sehingga permintaan dan keinginan hambanya bisa tercapai. Dinukil dari laman jejaksulsel.com:
1. Perbaiki salat. Salat adalah tiangnya agama. Salat juga merupakan kewajiban yang harus dilakukan seorang ummat muslim yang taat. Salat yang bisa diamalkan tentunya ada yang bersifat wajib dan sunnah.
2. Jangan tidur setelah Salat Subuh. Sunnah Rasulullah, yang mengajarkan bahwa sebaiknya tidak tidur setelah Salat Subuh.
3. Membaca Alquran sebelum matahari terbit dan setelah matahari tenggelam (subuh dan maghrib). Amalan yang bisa mengetuk pintu langit adalah perbanyak membaca Alquran.
Sunnahnya setelah subuh membaca Al-waqiah dan setelah maghrib membaca surah Yasin.
Meski demikian, surah lain dalam Alquran tentunya boleh dibaca sebab akan mendapatkan pahala.
4. Salat Dhuha dan Tahajud. Dua salat sunnah ini merupakan ibadah yang banyak diamalkan oleh kebanyakan umat muslim. Terutama jika berharap agar setiap keinginan dikabulkan Allah.
5. Membaca surah Al-waqiah setiap hari ditambah dua ayat terakhir Al-baqarah saat mau tidur. Meski ada yang menyarankan membaca surah Al-waqiah setiap hari, namun ada juga pendapat yang menyebutkan agar membaca Al-waqiah sebelum tidur agar serta dua ayat terakhir surah Al-baqarah agar setiap keinginan bisa terwujud. Terutama rizeki akan mengalir.
6. Sholawat kepada Nabi Muhammad SAW. Amalan lain yang harus diperbanyak agar pintu langit terbuka adalah perbanyak mengingat Rasulullah SAW. dengan bersholawat kepadanya.
7. Bangun di waktu sahur, ditambah sedekah subuh. Amalan ini juga banyak disarankan para ulama. Terutama membiasakan diri untuk sedekah subuh.
8. Setiap ingin beraktivitas sehari-hari baca doa Nabi Musa. Doa Nabi Musa sebagai berikut:
“Robbis rohlii shodrii, wa yassirlii amrii, wahlul ‘uqdatan mil lisaani yafqohu qoulii”.
Mengetuk Pintu Surga
Kehidupan di dunia ini sejatinya adalah sebuah ujian dan tidak ada satu pun orang hidup kecuali diuji oleh Allah SWT, bahkan para nabi dan utusan Allah pun tak luput dari ujian. Sejak kita terlahir di dunia ini, dihadapkan dengan berbagai ujian, ketika akan memasuki sekolah ada ujian, di setiap kenaikan kelas ada ujian, dan bahkan mau lulus pun ada ujian.
Ketika akan melamar kerja kita diuji dan saat promosi jabatan pun pasti ada seleksi ujian. Demikian juga, kehidupan dunia ini, sejatinya adalah ujian, di mana tempat kelulusannya adalah kehidupan akhirat kelak yaitu surga atau neraka, bahagia atau sengsara selamanya.
Allah Surat Al Mulk:
تَبَارَكَ الَّذِي بِيَدِهِ الْمُلْكُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ
قَدِيرٌ (1) الَّذِي خَلَقَ الْمَوْتَ وَالْحَيَاةَ لِيَبْلُوَكُمْ أَيُّكُمْ أَحْسَنُ عَمَلًا وَهُوَ الْعَزِيزُ الْغَفُورُ (2)
Ujian yang diselenggarakan oleh manusia tentu sangat berbeda dengan ujian yang diselenggarakan Allah SWT. Ujian di sekolah maupun di dunia kerja sangat bersifat rahasia, jangankan jawabannya, soal-soalnya pun bersifat rahasia. Sangat berbeda dengan ujian masuk surga, jangankan soal-soalnya, kunci jawaban pun sudah diberitahukan Allah dan sudah menjadi rahasia umum.
Maka sungguh bodohlah kita jika tidak lulus masuk surga. Kunci masuk surga itu adalah kalimat “la ilaha illa Allah”. Itu adalah kalimat tauhid, yaitu kalimat pembeda antara muslim dan non-muslim, kalimat penentu kebahagiaan di surga atau kesengsaraan di neraka.
Di setiap Ramadan, kita selalu mendengar dan bahkan hafal hadis Rasulullah SAW yang artinya, “Ketika masuk bulan Ramadan maka setan-setan dibelenggu, pintu-pintu surga dibuka, dan pintu-pintu neraka ditutup.” (HR Bukhari dan Muslim).
Memang begitulah keutamaan bulan Ramadan di mana setan-setan akan dibelenggu, pintu surga akan dibuka dan pintu neraka akan ditutup. Tetapi hadis di atas tidak tepat dimaknai secara tekstual. Untuk memahaminya perlu memahami makna majazi.
Setan dibelenggu di bulan Ramadan bukan berarti setan tidak akan menggoda manusia untuk melakukan perbuatan dosa. Buktinya saat puasa pun masih banyak yang tidak salat dan batal puasa lantaran tidak kuat menahan lapar dan akhirnya pergi mencari makan.
Secara majazi, setan dibelenggu berarti umat Muslim yang menjalankan ibadah puasa diberikan kemampuan lebih oleh Allah untuk tidak menuruti bisikan-bisikan setan. Lantas bagaimana dengan adanya kata pintu surga dibuka dan pintu neraka ditutup?
Maksud pintu surga dibuka karena di bulan puasa amal shaleh akan dilipat gandakan pahalanya sehingga kesempatan masuk surga jadi lebih besar. Sedangkan pintu neraka ditutup berarti di bulan puasa kesempatan kita untuk melakukan perbuatan dosa lebih kecil dibandingkan dengan bulan-bulan biasa.
Kalimat tauhid yang sudah kita punyai dan kita simpan dalam hati, bisa jadi tidak dapat kita gunakan untuk membuka pintu-pintu surga. Hal itu dikarenakan pintu surga terkunci dari dalam. Maka oleh karena itu kita perlu mengetuk pintu-pintu tersebut. Ada satu hadis yang mencakup amalan-amalan yang dapat mengetuk pintu-pintu surga
1. Menebarkan Salam
Salam secara bahasa dipahami sebagai ucapan, yaitu Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Dan ini adalah ucapan salam yang harus kita jadikan sebagai tradisi baik kita.
Salam juga dimaknai sebagai keselamatan dan perdamaian. Setiap Muslim di manapun berada dituntut untut menebarkan keselamatan dan perdamaian, baik dalam bentuk ucapan maupun perbuatan, sebagai wujud keimanan kepada Allah SWT.
Tidak patut seorang muslim menimbulkan keresahan, kerusakan, dan kehancuran tatanan kehidupan, karena itu menjadi penghalang baginya untuk masuk surga.
2. Memberi Makan
Di antara hikmah diwajibkannya puasa Ramadan adalah agar kita dapat merasakan lapar dan dahaga. Sementara, banyak orang yang lapar bukan karena puasa, tetapi kelaparan karena ketiadaan. Dan lapar di sini tidak terbatas dengan kosongnya perut dari makanan dan minuman, tetapi kosongnya akal dari ilmu.
Maka, dalam konteks ini kita dituntut tidak hanya berbagi makanan sebagai nutrisi badan, tetapi juga berbagi donasi pendidikan sebagai nutrisi jiwa bagi yang membutuhkan.
3. Menjalin Silaturahim
Agama kita sangat menganjurkan untuk menjalin silaturahim, karena silaturahim mendatangkan manfaat yang luar biasa;
a. dapat memperpanjang umur dan melapangkan rezeki
b. akan dijauhkan dari neraka
c. menjadi salah satu sarana kita untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT
d. dapat menjaga kerukunan dan keharmonisan dengan sesama, dan
e. dapat menjadikan kita sebagai makhluk yang mulia.
Momentum Idul Fitri 1443 H ini sangat tepat kita manfaatkan untuk bersilaturahim kepada orang tua, keluarga, sanak saudara, tetangga, mitra kerja dan kepada semuanya, tetapi tentu harus tetap mejaga protokol kesehatan.
4. Salat Malam
Salat sunnah paling besar pahalanya adalah qiyamul lail. Semoga ritual salat tarawih, salat witir, dan bangun malam untuk sahur yang kita lakukan sebulan penuh mampu kita pertahankan, sehingga tujuan diwajibkannya puasa dapat terwujud;
Terwujudnya jiwa yang bertakwa dan hadirnya jiwa-jiwa yang shalih yang suka menebar kebajikan, keselamatan, dan perdamaian di atas bumi Allah. Selamat merayakan Idul Fitri 1443 H/2 Mei 2022. Ninal Aidzin wal Faizin…mohon maaf lahir dan batin.***



