Misteri Satria Muda, Dampingi Sang Satrio Paningit Prabowo

119 dibaca

▪︎Oleh : Danar S Pangeran
(Jurnalis posmonews.com di Lamongan, Jatim)

RUNNING berita di edisi lalu di media ini dengan judul Benarkah Prabowo Subianto adalah Satria Piningit seperti Ramalan Jayabaya, banyak menuai tanggapan  baik yang pro dan kontra. Bahkan dari kelompok yang mungkin adalah pendukung salah satu Paslon Capres yang kini kurang puas terhadap hasil Pemilu Pilpres 2024, di perhitungan Quick Qount itu, banyak mengomentari dengan kalimat-kalimat yang tidak etis.

Alih-alih dengan subjektifitas para barisan sakit hati itu. Mungkin mereka kurang memahami jurnalistik, yang harus mengedepankan narasumber. Dan berita atau pemaparan penulis itupun berdasarkan pendapat, juga keterangan langsung dari para ahli di bidangnya.

Pun demikian, penulis menghaturkan terima kasih karena, akhirnya mendapat sumber pemberitaan yang menarik terkait dengan peliputan Pilpres 2024 berdasar telaah metafisika dan spiritual.

Adalah Ketua DPD Matra Lamongan, RTH Harun Setiawan Dirjo Kusumo,  mengungkapkan misteri atau  rahasia di balik kemenangan sementara (versi QQ) pasangan Prabowo-Gibran dengan angka yang cukup tinggi yakni di atas 57% mengungguli paslon 01, Anies-Muhaimin dan Paslon 03, Ganjar-Mahfud.

Syahdan, Ketua DPD Matra Lamongan ini berkunjung ke Kota Gandrung, Banyuwangi dalam rangka tugas keorganisasian. Dalam waktu senggang, ia pun sempat berkunjung dan lelaku ritual di Goa Istana di Alas Purwo dengan ditemani oleh Ki Wiro dan seorang Pedande Hindhu.

“Saat saya lelaku di sana, mendapat isyaroh. Sopo bae seng bareng (gandheng) karo Satryo Mudo musti dadi Presiden. Lalu, sudah dua Suro isyarohnya di Gua Istana Banyuwangi itu. Saat itu, kami keluar dari Goa Istana bersama Ki Wiro,  hanya berdua ditemani Pedande Hindu Jawa. Kita rombongan yang dipanggil hanya 2 nama, saya dan Ki Wiro. Banyak Saksinya waktu itu,” tuturnya.

Kini fakta sebenarnya yang disimpulkan RTG Harun Setiawan Dirjo Kusumo tentang Satrio Muda ( Ksatria Muda) itu ternyata adalah Gibran Rakabuming Raka.  Karenanya sejak mendapat wisik gaib itu ia yakin bahwa pasangan Prabowo-Gibran ini akan mengungguli kompetitor lainnya.

Mitos Satria Muda ini bukan hanya disebut oleh RTG Harun Setiawan saja,  namun beberapa pendapat dari kalangan kasepuhan, tokoh adat,  winasis dan spiritualis yang dihimpun penulis menyebutkan munculnya Satria Piningit dan Pinilih itu, juga berdampingan dengan Satria Muda atau Satria Wibawa.

Simpulnya, wangsit gaib dari Goa Istana di Alas Purwo, Banyuwangi yang konon diyakini tempat moksanya Danyang Tanah Jawa, Eyang Sabdopalon dan Noyogenggong ini sebagai jalur metafisiknya. Bahwa ada peran yang besar Satrio Mudo itu sebagai pendamping Satria Piningit yang kadunungan Wahyu Kenegaraan untuk membawa NKRI mencapai kejayaan.

Maka bukti fisik dan realitanya, Satrio Mudo yang tak lain adalah Mas Gibran sedangkan Satria Piningitnya adalah Prabowo Subianto. Sangat sesuai sebagai loro-lorone atunggal, Dwi Tunggal, menyatu sebagai Satria Pinilih yakni dua pesohor pilihan seluruh Rakyat Indonesia. ***