Kiai Qosim: Bekali Generasi dengan Ilmu Agama dan Alquran
▪︎ Peringatan Nuzulul Qur’an Smada Lamongan
▪︎LAMONGAN-POSMONEWS.COM,-
Banyak hikmah yang bisa dipetik dari peringatan Nuzulul Quran, salah satunya dijadikan momentum untuk memperbaiki, meningkatkan pemahaman, penghayatan dan pengamalan insan terhadap ajaran Alquran yakni sebagai landasan dan petunjuk bagi manusia agar selamat dunia akhirat.
Di dunia pendidikan peringatan Nuzulul Quran menjadi pondasi keimanan dan ketaqwaan setiap insan pendidikan, yakni guru, siswa dan karyawan agar semakin cinta Alquran dan tersinari oleh cahaya kebenarannya, sehingga mampu menjadi pribadi yang paripurna.
Aspek religius yang dianggap penting inilah yang mendasari Ibu-ibu Dharma Wanita Persatuan SMA Negeri 2 Lamongan (Smada) menggelar Peringatan Nuzulul Quran dan Berbagi Bingkisan Ramadhan kepada siswa yang kurang mampu dan yatim piatu.
Peringatan Nuzulul Quran tersebut dihelat Jumat (22/4/2022) di Masjid Al-Arif SMA Negeri 2 , Jl. Veteran Lamongan dihadiri jamaah diantaranya ibu-ibu anggota Dharma Wanita, para guru, staf karyawan, siswa kelas X dan XII, Ketua Pengurus Komite Sekolah Drs. H. Tsalis Famani, MM, serta Kacabdin Wilayah Kab. Lamongan Hidayat Rahman, M.Pd, MM Kacabdin Wilayah Kab.Lamongan.
Di awal acara, Kepala SMA Negeri 2 Lamongan, Drs.H. Muki Idris, M.Pd memberi sekapur sirih bab hikmah Ramadhan yang harus bisa diamalkan oleh siswa. Bisa tercermin pada diri siswa, dan juga memiliki kepedulian berbagi kebaikan untuk saling menolong pada orang lain.
“Intinya para siswa sebagai insan pendidikan bisa mengaplikasikan ajaran Islam, yang termaktub dalam Al Qur’an. Terutama nilai kebaikan dan keteladanan
Sedangkan dalam hal berpuasa Ramadhan dan berbagi santunan itu, agar siswa bisa merasakan langsung, bagaimana rasa laparnya orang miskin sehingga siswa mempunyai kepedulian membantu sesama,” tegasnya.
Dari data yang didapat pismonews.com dari panitia di acara pembagian santunan dan bingkisan itu Ibu-ibu Dharma Wanita Smada telah menyiapkan 54 paket. Selain untuk siswa yang kurang mampu juga diberikan pada siswa Yatim Piatu.
Adapun acara inti Peringatan Nuzulul Qur’an Smada ini diisi tausyiah dan ceramah agama oleh DR. KH. Mohammad Qosim, Gresik.
Tausyiah Kiai asli Lamongan yang mantan Wabup Gesik ini terasa cair saat dibarengi nada salawat dan musik Islami Al Banjari Janfis Smada.
Kiai Qosim menekankan pentingnya siswa Smada yang notabene sebagai salah satu sekolah terbaik di Jatim yang nantinya melahirkan generasi pemimpin bangsa, memiliki ilmu agama, akidah kuat, berahklaq mulia, dan meneladani Rasulullah SAW.
“Kegiatan yang positif, apalagi di bulan Ramadhan menjadi moment keberkahan, waktu yang tepat untuk siswa Smada yang nantinya sebagai generasi dan calon pemimpin negeri ini memiliki bekal bukan saja ilmu yang mumpuni tetapi juga ilmu agama dan berakhlaqul Karimah,” jelas Kiai Qosim saat diwawancarai media ini.
Masih menurut Kiai Qosim, melihat begron Smada yang dikenal sebagai sekolah maju dan unggul dalam segala hal, maka harus diimbangi dengan pemahaman ilmu keagamaan. Karena orang yang pandai (pintar, red) jika tidak diimbangi dengan agama yang kuat akan cenderung bisa mencelakakan dirinya dan bangsa. Dengan backup agama, aqidah yang kokoh dan kuat maka seseorang sadar selalu ada yang mengontrol yakni Allah, sehingga setiap tindakan dan perilakunya tetap terjaga.
Di sesi akhir tausyiah, sebagai hikmah Nuzulul Qur’an, Kiai Qosim mengingatkan pentingnya Alquran untuk selalu dibaca, dipahami dan diamalkan oleh siswa di lembaga ini.
“Karena Qur’an adalah sumber kehidupan yang bisa menuntun dan membawa manusia menuju kebahagiaan, kesuksesan yang diridhoi Allah.
Banyak teladan keutamaan Qur’an, seperti kisah Umar bin Khatab. Maka kita doakan bersama, Insya Allah, semua siswa Smada bisa menjadi generasi Qurani dan berakhlaqul Karimah,” tukasnya.
**(DANAR SP)


