Berita Utama

MAQOM KASEDAN JATI (1)

• Oleh : Danar S Pangeran
(wartawan posmo Lamongan)

Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kemudian hanyalah kepada Kami kamu dikembalikan. (QS. Al Ankabut : 57)

HAKIKAT dari potongan surat Alquran tersebut sudah tidak asing lagi kita dengar, bahwa dalam siklus kehidupan manusia di alam fana ini akan menuju satu titik yakni kematian.

Namun setiap insan muslim yang selama hidupnya berjalan dengan pedoman religinya, maka apa yang dialami dari peristiwa kematian itu mereka akan dipertemukan berada di tingkatan khusnul khatimah.

Rahasia Ilahi ini pun sempat dibahasakan oleh seorang Jayasuprana dengan kalimat, “Hidup ini hanyalah menunggu mati….”

Jaya menyelam filosofi kematian itu penuh makna yang dalam. Karena hidup ini hanyalah menunggu mati, maka kematian itu sendiri harus disikapi sebagai keniscayaan, dan untuk itu kehidupan harus diisi dengan kesiapan penuh untuk menyongsongnya.

Sederhana memang, dan tatkala kematian itu menjadi kenyataan, maka makna atas pengisian kehidupan itu menjadi sangat relefan. Kematian akan menjadi kosong, tidak bermakna, jika si pelaku tidak pernah mengisi kehidupannya dengan kesiapan yang cukup, untuk menyambut datangnya kematian.

Seperti di pekan ini, kota Lamongan berada dalam duka yang mendalam. Mendung kelabu menggelanyut di langit kota soto, tatkala warta lelayu (berita duka), adanya kabar kematian yang mengharu-biru.

Ya, seperti yang dikatakan oleh Bupati Yuhrohnur Efendi, saat bertakziah dan memberi penghormatan pada almarhum divrumah duka, bahwa kota Lamongan telah kehilangan salah satu putra terbaiknya.

H. Fadeli, surut ing kasedan jati. Sosok ini memang memiliki arti dan keistimewaan bagi kota ini. Namun, seakan tidak ada yang terlupakan dari catatan penulis dan rekan-rekan media massa, bahwa H.Fadeli selain pernah menjabat Bupati dua periode yakni 2010-2015, dan 2016-2021 yang sangat sukses membangun Lamongan.

Almarhum yang juga ayah dari Debby Kurniawan yang kini duduk di DPR RI dari Partai Demokrat ini juga dikenal sangat dekat dengan para wartawan, hingga di akhir jabatannya saat peringatan Hari Pers Nasional 2021, PWI Lamongan menganugerahinya Ronggohadi Award.

Di tahun 2019, pada peringatan HPN dan HUT PWI ke-73, PWI Jatim juga menganugerahkan PWI Jatim Award bidang Pangan kepada Bupati Fadeli dan Pemkab Lamongan karena daerah ini memberikan kontribusi besar bagi kecukupan dan stabilitas pangan di tingkat Jatim dan nasional.

Abah Fadeli pernah memimpin di kota yang dijuluki bumi mina tani ini, mungkin sebagian dari kita sudah tidak asing lagi dengan raihan sejumlah prestasi pembangunan di Lamongan. Selama 10 tahun kepemimpinannya memberikan legacy yang dikenang sepanjang masa.

Lamongan selama 12 kali berturut-turut sebagai peraih Piala Adipura, sentra produksi pangan (terutama beras) terbesar di Jatim dan masuk 5 besar nasional, peningkatan produktivitas jagung hingga 10 ton per hektar, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Lamongan bergerak naik dari urutan 35 menjadi 15 di Jatim, predikat WTP dari BPK selama 4 tahun berturut-turut dengan akuntabilitas nilai A, hingga pencegahan korupsi terbaik nasional dari KPK.(bersambung)

Related Articles

Back to top button