Berita Utama

Proyek Irigasi di Pariterong  Mengapa Belum Beroperasi

▪︎Rencana Mengairi Sawah Lebih 5.000 Hektare

▪︎JATIM – POSMONEWS.cm,-
Proyek pembangunan saluran irigasi Papar-Turi-Peterongan (Pariterong) sudah rampung. Namun sampai detik ini saluran irigasi tersebut belum beroperasi.

Meski sebelumnya sudah dilakukan uji alir, hingga kini jaringan irigasi tersebut belum mendapat alokasi air dari SI Mrican Kanan.

Pemkab sampai saat ini menunggu langkah lebih lanjut pihak PJT (Perum Jasa Tirta) dan BBWS (Balai Besar Wilayah Sungai) Brantas.

Sementara itu Kepala Dinas PUPR Jombang, Bayu Pancoroadi, melalui Kabid Sumber Daya Air (SDA), Sultoni, menjelaskan sampai saat ini belum ada alokasi air yang diperuntukkan untuk irigasi itu.

”Sampai hari ini belum ada alokasi ke Pariterong, terakhir hanya uji alir beberapa hari awal 2025. Setelah itu ditutup lagi, sampai menunggu alokasi dari PJT dan BBWS Brantas,” kata Sultoni.

Lebih lanjut dijelaskan bahwa  saat ini tinggal menunggu alokasi air itu saja. Sebab, uji alir sudah dilakukan. Sedimentasi yang menumpuk di ujung atau hilir irigasi juga sudah ditangani dan dikeruk.

”Jadi sebenarnya posisi sekarang tinggal alokasi airnya saja yang belum,” imbuhnya.

Rencananya, pasokan air irigasi Pariterong dilewatkan pintu air SI Mrican Kanan.

”Atau sekarang lebih dikenal dam sky nani alokasi airnya dilewatkan dari sana,” papar Sultoni.

Rencananya irigasi itu untuk kebutuhan baku sawah lebih dari 5.000 hektare di wilayah Jombang.

”Sekaligus ke depan arahnya untuk support program pemerintah pusat ketahanan pangan dan swasembada pangan,” tegas Sultoni.

Dijelaskan, dalam setiap irigasi alokasi air harus dialokasikan terlebih dahulu, sehingga dilakukan penghitungan.

”Karena dalam sistemnya PJT (Perum Jasa Tirta) atau Brantas ada penghitungan, di mana dan titik mana serta berapa ini terukur dan terhitung,” imbuh dia.

Sehingga, lanjut Sultoni, tidak bisa secara tiba-tiba irigasi itu dialiri air.

”Ketika dari awal belum dimasukkan dalam areal yang dialiri dari Mrican Kanan Kediri tidak bisa ujug-ujug diarahkan. Jadi harus dihitung dahulu dan dimasukan ke dalam alokasi rencana tahunan WS (wilayah sungai) Brantas, baru dimasukkan ke irigasi Pariterong,” ujar Sultoni.

Itupun lanjutnya, harus mendapat persetujuan dari stakeholder terkait sebagai pengelola air untuk irigasi.

”Mulai dari BBWS Brantas, PJT, dan Dinas PU SDA Jatim,” ujar dia.▪︎[FEND]

Related Articles

Back to top button