PKL Gembong Anggap Sat Pol PP Arogan
SURABAYA-POSMONEWS.COM,-
Dilematis. Setiap melakukan penertiban, Satuan Polisi Pamong Praja (Sat Pol PP) dianggap arogan dan tidak punya rasa pri-kemanusiaan. Padahal mereka hanya melaksanakan perintah.
Ungkapan ‘Arogan’ acapkali terlontar dari sejumlah Pedagang Kaki Lima (PKL) Gembong, Kota Surabaya, pasca penertiban.
Termasuk penertiban yang terjadi pada Minggu (31/1) kemarin. Hampir sama dengan sebelumnya, sejumlah PKL melontarkan kalimat senada, Arogan.
“Kita ini orang kecil. Kenapa Sat Pol PP selalu mengusik kami. Mereka sangat arogan. Mereka antipati terhadap kami,” umpat seorang pedagang pakaian import Gembong Tebasan.
Dia juga meyayangkan sikap main rampas ‘uborampe’ milik para PKL. Tanpa dibarengi dengan bukti formal, seperti tanda terima dan sejenisnya.
“Petugas Sat Pol PP main rampas. Sementara, kami tidak dikasih surat bukti perampasan barang. Mereka hanya bilang suruh mengambil di kantor.
Lain PKL lain pula yang dikatakan seorang petugas Sat Pol PP Kota Surabaya Sejatinya, pihaknya sudah berulangkali melakukan pendekatan, baik persuasif ataupun surat resmi.
Soal larangan berjualan di areal terlarang. Termasuk soal ketersediaan lokasi (resmi) dari Pemkot Surabaya.
“Pemkot Surabaya telah menyediakan lokasi resmi bagi PKL Gembong yaitu di Gembong Asih. Nyatanya masih banyak yang menggeber dagangan di zona larangan. Itulah yang kami tertibkan,” ujar seorang petugas.
Ironisnya, tambahnya, ternyata stand-stand di lokasi resmi justru banyak yang kosong. “Disinilah permasalahannya,” tegasnya. **(hayan chandra)