Berita

Bergerak Tuntas Atasi Sampah, Kota Malang Perkuat Pengelolaan Hulu dan Hilir

▪︎ KOTA MALANG – POSMONEWS.com,-
Kota Malang terus bergerak menuntaskan persoalan sampah melalui penguatan pengelolaan dari hulu hingga hilir sebagai bagian dari upaya mewujudkan kota yang bersih, sehat, dan berkelanjutan.

Komitmen tersebut ditegaskan dalam kegiatan bertajuk ‘Malang Kota Bersih Menuju Adipura untuk Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah) yang digelar di Malang Creative Center (MCC) Kota Malang, Senin (11/5/2026).

Dalam kegiatan yang menjadi rangkaian peringatan Hari Jadi ke-112 Kota Malang itu, Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, menyerahkan apresiasi kepada para pejuang kebersihan lingkungan serta berbagai pihak yang berkontribusi dalam pengelolaan lingkungan di Kota Malang.

Wali Kota Malang menyampaikan, langkah penanganan sampah tidak bisa dilakukan secara parsial, melainkan harus melibatkan seluruh elemen mulai dari pemerintah, masyarakat, hingga dunia usaha.

“Kegiatan ini sekaligus menjadi bentuk apresiasi kepada mereka yang telah bekerja keras membantu menyelesaikan persoalan lingkungan di Kota Malang,” tuturnya.

Menurut Wahyu, penguatan pengelolaan lingkugan terus dilakukan secara menyeluruh, baik di sektor hulu melalui edukasi dan pemilahan sampah sejak dari rumah tangga, maupun di sektor hilir melalui penguatan sistem pengolahan dan sarana pendukung.

Pada kesempatan ini, Kota Malang juga mendapat apresiasi dari Kementerian Lingkungan Hidup atas perkembangan pengelolaan sampah yang dinilai semakin baik. Bahkan, Kota Malang disebut memiliki peluang besar meraih kembali Piala Adipura pada tahun 2027 apabila konsistensi pengelolaan lingkungan terus dipertahankan.

Pemkot Malang pun memperkuat sinergi dengan dunia usaha melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) untuk mendukung penanganan sampah yang lebih optimal.

“Kita akan merangkul dunia usaha untuk berkolaborasi dan bersinergi mengatasi permasalahan sampah dari hulu sampai hilir,” kata Wahyu.

Ia menambahkan, keberhasilan pengelolaan sampah di hilir sangat ditentukan oleh kesadaran masyarakat dalam memilah sampah organik dan anorganik sejak dari sumbernya. Karena itu, edukasi dan penguatan budaya peduli lingkungan terus digencarkan di tingkat masyarakat.

Selain itu, Pemkot Malang juga memanfaatkan program RT Berkelas untuk mendukung penyediaan sarana dan prasarana pengelolaan sampah di lingkungan warga, seperti pengadaan bak sampah dan gerobak sampah.

Di sisi lain, Kota Malang kini masuk dalam 10 besar kabupaten/kota penerima program Local Service Delivery Improvement Program (LSDP), yakni program pemerintah pusat yang didukung Bank Dunia untuk penguatan sistem pengelolaan sampah daerah.

Melalui program tersebut, Kota Malang diproyeksikan memperoleh dukungan pengembangan sarana dan prasarana pengelolaan sampah senilai Rp150 miliar hingga Rp200 miliar dalam kurun waktu lima tahun.

“Persiapannya dimulai tahun 2026 dan realisasinya 2027. Nantinya pengelolaan sampah dari hulu sampai hilir akan semakin diperkuat melalui program LSDP,” pungkasnya.

Turut hadir pada kegiatan ini, Direktur Penanganan Sampah Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH), Melda Mardalina, Ketua DPRD Kota Malang, Amithya Ratnanggani Sirraduhita, Wakil Wali Kota Malang, Ali Muthohirin, perwakilan Forkopimda Kota Malang, serta tamu undangan lainnya.▪︎(AHM/Yul)

Related Articles

Back to top button