Wapadai Penyakit Jantung

169 dibaca

Penyakit jantung terjadi ketika pembuluh darah mengalami penyempitan atau penyumbatan. Penyakit jantung bisa dikatakan sebagai salah satu penyakit yang paling mematikan di dunia.
Seperti dilansir situs Halodoc bahwa kadar lemak jahat (LDL) yang lebih tinggi ketimbang lemak baik (HDL) umumnya menjadi pemicu utama tersumbatnya pembuluh darah. Oleh karena itu, menerapkan gaya hidup sehat dengan mengontrol kadar lemak tubuh menjadi langkah utama pencegahan penyakit jantung.
Menurut data kesehatan yang dipublikasikan oleh American Heart Association, disebutkan kalau kurang olahraga dan pola makan buruk dapat meningkatkan risiko penyakit jantung.
Tidak semua penyakit jantung merupakan serangan jantung. Hal ini yang sering salah dipahami oleh masyarakat.
Dokter Spesialis Dalam dan Konsultan Kardiovaskular Rumah Sakit Umum Pusat Nasional Dr. Cipto Mangunkusumo (RSCM), Dr. dr. Sally Aman Nasution, Sp.PD, KKV, menegaskan ada banyak jenis penyakit jantung.
“Penyakit jantung itu jenisnya banyak. Nah serangan jantung itu hanya salah satunya di antaranya saja,” kata dia.
Selain serangan jantung, beberapa jenis penyakit jantung lainnya adalah penyakit jantung bawaan, penyakit arteri koroner (jantung koroner), penyakit otot jantung, penyakit katup jantung, bradikardi (denyut jantung lambat atau lemah), gagal jantung, penyakit jantung rematik dan lain sebagainya. Lantas, jenis makanan seperti apa yang yang efektif mencegah penyakit jantung?

1. Sayuran Hijau
Sayuran hijau, seperti kangkung, sawi, bayam, brokoli, bayam, dan lain-lain mengandung mineral, vitamin, dan antioksidan yang cukup tinggi. Sayuran yang berwarna hijau dikenal sebagai sumber vitamin K yang berfungsi melindungi arteri dan mencegah terjadinya pembekuan darah.
Nitrat yang terkandung dalam sayuran hijau juga terbukti menurunkan tekanan darah dan meningkatkan kinerja sel yang melapisi pembuluh darah.

2. Gandum Utuh
Beras merah, beras hitam, quinoa, dan jenis gandum utuh lainnya mengandung serat yang sangat tinggi, sehingga berguna mengurangi jumlah lemak jahat (LDL) dalam darah. Selain dikenal manfaat seratnya, gandum utuh jug mengandung vitamin, mineral, dan antioksidan.

3. Beri-berian
Stroberi, blueberry, blackberry dan raspberry adalah jenis beri-berian yang mengandung antioksidan disebut anthocyanin. Zat ini berfungsi melindungi tubuh seseorang mengalami stres oksidatif dan perkembangan penyakit jantung. Sama seperti sayuran hijau, beri-berian juga dapat meningkatkan fungsi sel pembuluh darah serta mencegah pembekuan darah.

4. Alpukat
Pengidap penyakit jantung atau seseorang yang memiliki risiko penyakit jantung mungkin perlu menghindari makanan-makanan yang mengandung lemak jenuh yang bisa memicu naiknya kadar kolesterol jahat.
Oleh karena itu, alpukat bisa menjadi alternatif pengganti lemak. Alpukat mengandung lemak tak jenuh yang tentunya bisa menurunkan kadar kolesterol jahat. Turunnya kadar kolesterol jahat otomatis menurunkan risiko penyakit jantung.

5. Ikan
Bukan hanya daging merah saja yang mengandung tinggi lemak, ikan, seperti salmon, mackerel, sarden, dan tuna juga mengandung lemak yang tinggi. Hal yang membedakan adalah, jenis-jenis ikan ini mengandung lemak baik disebut asam lemak omega-3.
Menurut penelitian, asam lemak omega 3 dapat menurunkan kadar trigliserida darah lebih rendah, gula darah puasa, dan tekanan darah sistolik. Asam lemak omega 3 juga bisa didapat melalui suplemen ikan yang punya fungsi yang sama.

6. Kacang
Pati resisten yang terkandung dalam kacang dapat meningkatkan kesehatan jantung dengan menurunkan kadar trigliserida dan kolesterol dalam darah. Jenis kacang yang baik dikonsumsi oleh pengidap penyakit jantung, contohnya kacang tanah, almond, pistachio, macadamia, polong-polongan, dan lain-lain.

7. Bawang Putih
Fungsi bawang putih ternyata bukan cuma sebagai bumbu dapur saja. Bawang putih juga sudah dikenal khasiatnya di dunia kesehatan karena manfaatnya untuk mengobati berbagai penyakit, salah satunya penyakit jantung.
Bawang putih mengandung senyawa allicin yang berfungsi membunuh bunuh bakteri dan meremajakan hampir semua fungsi tubuh. Bahkan, ada penelitian yang membuktikan bahwa bawang putih dapat menghambat penumpukan trombosit yang bisa mengacu pada pembekuan darah. Darah yang membeku berisiko menimbulkan stroke yang juga terkait dengan penyakit jantung.
Kalau Anda punya riwayat penyakit jantung, sebaiknya cek kadar kolesterol sesekali untuk memantau dan bagian dari langkah pencegahan penyakitnya.(za/berbagai sumber)