Progres Proyek Pembangunan JLS Malang-Blitar Tinggal 3 Kilometer
▪︎ Penyambungan Kedua Wilayah Dijadwalkan Tahun 2027

▪︎ JATIM – POSMONEWS.com,-
Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melalui Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (B2PJN) Jawa Timur-Bali, mulai bernafas lega. Mega proyek Jalur Lintas Selatan (JLS) Malang-Blitar, hampir tersambung.
Progres pembangunan Jalur Lintas Selatan (JLS) yang menghubungkan Malang dan Blitar terus dikebut. Jalur dari sisi Malang sudah rampung, sedangkan dari sisi Blitar tersisa sekitar 3 km hingga 13 km yang belum terkoneksi penuh. Target penyambungan total kedua wilayah ini dijadwalkan pada tahun 2027 mendatang. Berikut rincian progres terbaru:
1. Sisi Kabupaten Malang:
Jalur JLS di wilayah Malang (dari kawasan Sumbermanjing Wetan hingga Modangan, Kecamatan Donomulyo) sebenarnya sudah beraspal dan rampung sepenuhnya.
2. Sisi Kabupaten Blitar:
Pembangunan terkonsentrasi di wilayah Blitar Selatan, seperti ruas Serang-Sumbersih dan Ringinrejo – Jolo Sutro.
3. Titik Sambung (Gap):
Dari ujung aspal JLS Blitar menuju titik perbatasan Malang (Modangan), menyisakan celah sepanjang 3 km hingga 13 km yang belum tersambung karena tantangan pembebasan lahan dan desain trase.
4. Kontrak & Target:
Penandatanganan kontrak untuk ruas lanjutan (seperti Ringinrejo – Jolo Sutro sepanjang 7,9 km) telah dilakukan. Proyek ini diproyeksikan selesai dan siap dilalui dari Malang ke Blitar pada 2027.
Saat ini, proyek tersebut masih menyisakan sekitar 3 kilometer ruas jalan yang belum terkoneksi.
Ruas yang belum tersambung berada di kawasan selatan perbatasan kedua daerah, tepatnya dari wilayah Modangan menuju Desa Sumbersih, Kecamatan Panggungrejo, Kabupaten Blitar.
Meski sebagian besar jalur telah selesai dibangun, akses penuh antara Malang dan Blitar melalui jalur selatan masih belum bisa dilalui kendaraan secara langsung.
Kepala Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (B2PJN) Jawa Timur-Bali, Javid Hurriyanto, mengatakan bahwa pembangunan ruas JLS dari sektor Modangan hingga jembatan perbatasan Malang – Blitar di Desa Sumberoto, Kecamatan Donomulyo, sebenarnya telah rampung sejak 2022.
Namun demikian, jalur menuju sisi Kabupaten Blitar masih belum terselesaikan sepenuhnya. Berdasarkan kondisi di lapangan, trase jalan ke arah barat dari jembatan perbatasan memang sudah terlihat, tetapi belum berupa jalan beraspal dan sebagian masih berupa akses warga menuju kebun.
“Estimasi kurang 3 kilometer dari ujung aspal JLS Blitar sampai ke ujung Malang dan belum ada jalannya. Untuk trase yang ada di Maps bisa jadi jalan warga ke kebun atau setapak,” ujar Javid.
Javid menjelaskan, saat ini pemerintah masih memproses tahapan pembebasan lahan bersama Pemerintah Kabupaten Blitar. Selain itu, desain teknis trase lanjutan juga masih disusun agar sesuai dengan kondisi geografis dan karakter tanah di kawasan tersebut.
Menurut Javid, kebutuhan anggaran pembangunan belum dapat dihitung secara pasti karena desain teknis proyek masih dalam tahap perencanaan. Pemerintah pusat juga masih mencari skema pendanaan yang memungkinkan agar pembangunan bisa segera direalisasikan.
“Kami masih cari sumber pendanaan. Antara tahun 2027 atau 2028 target mulainya pembangunan,” ungkapnya.
Keberadaan JLS sendiri menjadi salah satu proyek strategis untuk meningkatkan konektivitas wilayah selatan Jawa Timur. Jalur ini diharapkan mampu mempercepat distribusi barang, mempermudah mobilitas masyarakat, sekaligus membuka akses menuju kawasan wisata pantai di Malang selatan dan Blitar selatan.
Apabila sambungan sepanjang tiga kilometer tersebut berhasil diselesaikan, waktu tempuh antara Malang dan Blitar melalui jalur selatan diperkirakan akan lebih singkat dibandingkan jalur utama yang selama ini digunakan masyarakat.
Selain itu, konektivitas ekonomi dan pariwisata di kawasan pesisir selatan Jawa Timur juga diyakini akan semakin berkembang.
▪︎ Penghubung Pulang Jawa dan Pulau Bali
Jalur Lintas Selatan atau dikenal JLS merupakan salah satu rencana proyek pembangunan jalan nasional yang menghubungkan Pulang Jawa dan Pulau Bali.
Proyek ini merupakan proyek Kementrian PU yang bekerja sama Islamic Development Bank (IDB). Jalur Lintas Selatan (JLS) ini membentang sepanjang pesisir Pantai Selatan Pulau Jawa dan melewati setidaknya 5 provinsi, yaitu Provinsi Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, dan Jawa Timur.
Salah satu proyek JLS di Jawa Timur, tepatnya di Tulungagung. yaitu Pembangunan JLS Lot.6b P. Sine — Bts. Kab. Blitar 2 (Road and Bridge). proyek ini dikerjakan oleh PT. Waskita Karya.
Sesuai dengan namanya, proyek ini mengerjakan jalan dan jembatan. Jalan yang dikerjakan pada proyek ini sepanjang 7,731 km (STA 6+550 – STA 14+281). Dan dua buah jembatan yang memiliki bentang yang berbeda. Untuk jembatan pertama memiliki bentang sepanjang 40 m dan jembatan kedua memiliki bentang sepanjang 60 m.
Jembatan JLS Lot.6b ini merupakan jenis jembatan beton. komponen yang ada pada struktur atas jembatan ini yaitu beton precast (balok girder).
Salah satu metode pekerjaan yang menarik pada jembatan ini yaitu, metode stressing pada balok girder, metode ini merupakan proses penarikan kabel strand (baja mutu tinggi) yang ada di dalam girder sebagai beton prategang.
Metode stressing yang digunakan pada proyek ini yaitu post tension, yaitu proses stressing yang dilakukan di lokasi proyek tersebut. Tujuan dari adanya stressing girder ini yaitu mengikat segmen-segmen balok girder, serta membuat balok girder tersebut lebih kuat menerima beban yang bekerja. Sehingga jembatan yang dihasilkan menjadi lebih kokoh dalam menerima beban.▪︎(FEND)


