Berita

Talk Show Parenting Pokja Bunda PAUD Kabupaten Malang

▪︎MALANG-POSMONEWS.COM,-
Guru PAUD se-Kabupaten Malang, mengikuti gebyar harmonisasi aksi daerah konvergensi dengan mengambil tema Pengembangan Anak Usia Dini PAUD, Minggu (18/9/2022). Acara digelar di Stadion Kanjuruhan sekaligus “Talk Show Parenting Pokja Bunda PAUD” dalam menurunkan angka stunting.

Hadir dalam acara di stadion Kanjuruhan Kepanjen Ketua DPRD Darmadi, Dandim Kejaksaan Negeri Kepanjen dan yang lainnya.

Bupati Malang, H.M. Sanusi, dalam sambutannya mengatakan Pemkab Malang akan membantu Rp 25.000 per bulan bagi 48 ribu siswa PAUD, dan Rp 22.000 untuk siswa Taman Kanak-Kanak.

Bantuan untuk pembelian tambahan makanan bergizi untuk pelajar diberikan selama empat bulan. Pemicu stunting sendiri adalah kekurangan gizi kronis saat usia bayi dalam janin dan di bawah usia lima tahun.

“Jumlah anggaran yang akan digelontorkan mencapai Rp 7 miliar untuk mengurangi angka stunting dengan jumlah tenaga pengajar kurang lebih 8600,” kata HM. Sanusi.

Sementara itu, Hj Anis Za’idah Wahyuni Sanusi, dan Hanik Dwi Didik Gatot Subroto S. Farm. MAF, Bunda PAUD Kabupaten Malang mengatakan, Pemkab Malang berterima kasih kepada Bunda PAUD Kabupaten Malang yang konsisten dalam meningkatkan mutu pendidikan dan ikut membantu menyukseskan program penurunan angka stunting.

Menurutnya, kegiatan Gebyar Harmonisasi ini adalah salah satu upaya menurunkan angka stunting dan membangun kesadaran masyarakat Kabupaten Malang dengan budaya hidup sehat.

“Konvergensi Penurunan stunting dalam PAUD dalam membangun bangsa sejalan dengan upaya Pemkab Malang mewujudkan “Malang Makmur” untuk mencetak generasi yang handal pada tahun-tahun yang akan datang,” ungkap Bunda Paud

Hanik Dwi Didik Gatot Subroto , Ketua Pokja PAUD Kabupaten Malang menambahkan, tujuan acara gebyar ini mengajak semua pihak terkait yang ada untuk bersama-sama menekan angka stunting di Kabupaten Malang.

“Menekan angka stunting dengan mengoptimalkan PAUD dengan lima layanan essensial. Dan cara menurunkan stunting adalah ibu balita rajin menyusui putra-putrinya,” tegasnya.

Dalam kesempatan ini Pemkab Kabupaten Malang juga memberikan penghargaan berupa Emas 25 karat kepada guru Taman kanak-kanak dan kelompok bermain. Guru yang mendapat penghargaan adalah guru yang sudah mendedikasikan hidupnya dalam mencerdaskan anak bangsa dengan massa pengabdian 20 -50 tahun.

Sutikani dari TK Dharma Wanita Persatuan PLTA Mendalan Kasembon dengan masa pengabdian 49 tahun. Dan gaji 500.000,- sebulan. Kemudian ada Sumarsiti dari TK PGRI Ngantang Kecamatan Ngantang dengan masa pengabdian 48 tahun, Misnatin RA Miftahul Ulum Gunung Sari Tajinan dengan massa pengabdian 47 tahun, dan Supiati dari RA Darul Huda Wajak dengan masa pengabdian 43 tahun.

Dua guru lain yang mendapat penghargaan adalah Susanti dari KB Srigading Kecamatan Wagir dengan masa pengabdian 20 tahun dan Heni Setyowati dari KB Giri Mulyo Kalipare dengan masa pengabdian 19 tahun.

“Jangan pernah lelah, dan tetap semangat mendidik anak – anak, untuk menjadi generasi yang membanggakan,” pesan Bupati Malang, Sanusi saat menyerahkan penghargaan ini.**(ahm/ade)

Related Articles

Back to top button