Berita

Mabuk, Pengendara Ninja Tabrak 3 Petugas Satpol PP

▪︎SURABAYA-POSMONEWS.COM,-
Tiga petugas Satpol PP Kota Surabaya menjadi korban pengendara Kawasaki Ninja nopol L 6773 MF, pengendara motor diduga sedang dalam pengaruh alkohol, Sabtu (4/3/2023) pukul 02.45 WIB.

Peristiwa naas yang menimpa tiga petugas Satpol PP Surabaya itu terjadi di saat mereka bertugas melakukan penyekatan barrier di perempatan Jalan Diponegoro, Surabaya, atau tepatnya depan Gedung BCA.

Kegiatan ini biasa dilakukan setiap akhir pekan untuk mengantisipasi aksi balap liar dan tawuran remaja, yang akhir-akhir ini marak di Kota Pahlawan.

“Pemotor saat itu dalam kondisi mabuk, sempat menyerempet barier jalan lalu terpental dan menabrak tiga petugas Satpol PP,” kata Kabid Darlog Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pemkot Surabaya, Buyung Hidayat.

Informasi yang diperoleh posmonews.com, pemotor yang diduga mabuk diketahui bernama Ridy Andrian (21) warga Osowilangun, Surabaya.

Sedangkan tiga petugas Satpol PP yang mengalami luka-luka di antaranya, Sri Indra Mulyono (53), asal Wonokromo mengalami patah kaki kanan, luka sobek pada bagian belakang kepala.

Choirul Anam (45) warga Bulak Banteng, terdapat luka parut di bagian kaki dan tangan sebelah kanan, serta nyeri pada bagian dada, luka parut di kepala bagian atas. Kemudian, M. Arif (47) asal Suko, mengalami nyeri bagian kaki sebelah kanan.

Menyoal tragedi pagi itu, Direktur RSUD dr. Soewandhie, Surabaya, dr. Billy Daniel Messakh, menjelaskan saat ini ketiga korban yang merupakan petugas Satpol PP kondisinya sudah stabil. Bahkan, satu di antara petugas itu sudah diperbolehkan pulang pasca mendapatkan perawatan pada cedera kaki.

Dr. Billy menyebut, kondisi seluruh korban dalam keadaan sadar. Bahkan, CT-scan kepala korban pertama hasilnya juga bagus. Sementara untuk penabrak, mengalami patah pada kaki dan tulang paha kiri dengan kondisi terbuka.

“Kita sudah cek semua, yang trauma di kepala CT-scan bagus dan yang bermasalah hanya di panggul dan kaki. Jadi rencana akan kita kerjakan hari ini juga oleh dokter ortopedi,” terangnya.

Menurut dr. Billy, saat kejadian kondisi pemotor diduga dalam keadaan mabuk atau pengaruh minuman keras. Hal itu tercium dari mulut pemotor.

“Kondisinya (pemotor) itu kami cium ada aroma alkohol, sampai sekarang masih ada juga kita rasa. Karena itu kita belum bisa tanya yang detail,” pungkasnya. ▪︎[HAR]

Related Articles

Back to top button