Forkopimda Jatim Gelar Rakor Percepatan Penanganan COVID-19
BATU-POSMONEWS.COM,-
Pemerintah Provinsi Jawa Timur, menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) dalam upaya penanggulangan serta penanganan pencegahan penyebaran Covid-19, khususnya varian Omicron.
Dalam Rakor percepatan penanganan Covid 19, hadir Kapolda Jatim, Irjen Pol. Nico Afinta beserta jajaran Polda Jatim.
Nico Afinta menyampaikan, perlunya penguatan Operasi Yustisi yang menjadi konsentrasi masyarakat oleh Tim Pamor Keris untuk mengecek kepatuhan protokol kesehatan dan juga pelaksanaan aplikasi Peduli Lindungi.
“Nanti rencana kami akan mengecek keliling bersama Bapak Pangdam mengecek ke wilayah masing-masing, mohon kiranya nanti kepada para Kapolres koordinasi dengan Dandim serta kepala daerah untuk Operasi Yustisi ini menjadi bagian penting,” ujar Nico.
Dalam pelaksanaan pencegahan penyebaran Covid-19, tetap dengan upaya memaksimalkan vaksinasi lansia dan anak usia 6-11 tahun.
“Perlunya percepatan vaksinasi lansia dan anak-anak, saya kira sinergitas, data dan angka menjadi bagian yang penting,” tambahnya.
Ia juga menyampaikan bahwa, disiplin penerapan protokol kesehatan di lingkungan masyarakat mengalami penurunan akhir-akhir ini.
“Sudah banyak yang kita lakukan dari tanggal 1 Januari sampai 7 Februari melalui Tim Pamor Keris, tetap yang kita rasakan bahwa memang betul masyarakat sekarang ini disiplin penerapan protokol kesehatan menurun” ungkapnya.
Dalam pengecekan, fakta di lapangan memang menurun. Maka dari itu perlu peningkatan upaya kita bersama-sama, sehingga disiplin prokes masyarakat meningkat lagi. Dengan Tim Pamor Keris gebrakan penegakkan protokol kesehatannya harus ditingkatkan.
Beberapa poin penting disampaikan Kapolda Jatim untuk menjadi atensi guna pencegahan penyebaran Covid-19.
“Beberapa poin arahan kami untuk Kapolres jajaran Polda Jatim, yang pertama penguatan Operasi Yustisi Protokol kesehatan di tempat keramaian yang menjadi konsentrasi masyarakat oleh Satgas Yustisi “Pamor Keris” terangnya.
“Kedua pelaksanaan Tracing dan Testing dengan berkoordinasi bersama Satgas Covid-19, ketiga menyiapkan tempat Isoter dengan mengoptimalkan kembali PPKM Mikro di setiap Posko Kelurahan dan Desa dimana Polda Jatim ada 8.496 Posko dengan 7.856 Bhabinkamtibmas, keempat Menyiapkan 10 Rumah Sakit Bhayangkara dan Pusdik Polri sebagai tempat alternatif rujukan jika terjadi ledakan kasus Covid-19,” urainya.
Kelima optimalisasi percepatan vaksinasi dengan prioritas lansia, anak-anak, remaja serta Booster, poin keenam melaksanakan pemantauan terkait Pelaku Perjalanan Luar Negeri (PPLN) baik secara langsung ataupun menggunakan aplikasi Monitoring Karantina Presisi.
Ketujuh, melaksanakan komunikasi dengan media terkait dengan upaya-upaya yang telah dilaksanakan, ini poin penting dimana kebanyakan dari kita sudah banyak berbuat namun lupa mengkomunikasikan dengan media.
“Jadi tolong ditunjuk satu orang yang tiap hari bertemu dengan rekan media karena pemberitaan itu sangat bagus dan lebih mengena kepada masyarakat,” tutup Nico.**(ade/kur)