Berita Utama

Kemen PU Luncurkan Buku 500 Hari Pembangunan Infrastruktur

▪︎ Catat Dukungan untuk Program Prioritas Presiden Prabowo

▪︎ JAKARTA — POSMONEWS.com,-
Kementerian Pekerjaan Umum (PU) meluncurkan buku berjudul Menjawab Mandat: Pembangunan Infrastruktur Kementerian PU, Catatan Perjalanan 500 Hari Sigap Membangun Negeri untuk Rakyat di Auditorium Kementerian PU, Jakarta, kemarin.

Buku tersebut diterbitkan untuk mendokumentasikan capaian pembangunan infrastruktur selama 500 hari pertama pemerintahan Kabinet Merah Putih di bawah Presiden Prabowo Subianto.

Menteri PU, Dody Hanggodo, mengatakan buku itu merupakan bentuk pertanggungjawaban kepada publik atas pelaksanaan berbagai program pembangunan yang dijalankan Kementerian PU.

“Saya mendapat mandat dari Presiden. Sebagai pertanggungjawaban saya kepada publik bahwa kita tidak pernah main-main dengan konstruksi, kualitas, maupun progres pekerjaan. Kalau bisa dipercepat, kita percepat lagi,” kata Menteri Dody saat peluncuran buku.

Menurut Menteri PU, buku tersebut tidak hanya memuat daftar proyek infrastruktur yang telah dibangun, tetapi juga menjelaskan bagaimana Kementerian PU menerjemahkan visi Asta Cita Presiden Prabowo melalui konsep Tri Asa PU608.

Berbagai program prioritas nasional yang mendapat dukungan infrastruktur dari Kementerian PU dirangkum sebagai bentuk akuntabilitas sekaligus refleksi perjalanan pembangunan.

Menteri Dody mengatakan pembangunan infrastruktur merupakan hasil kolaborasi berbagai pihak, mulai dari pemerintah pusat, DPR, pemerintah daerah, hingga masyarakat.

“Buku ini memperlihatkan bahwa pembangunan merupakan hasil kerja bersama. Tidak hanya Kementerian PU, tetapi juga DPR, kementerian dan lembaga, pemerintah daerah, serta seluruh pihak yang berkontribusi dalam menghadirkan pembangunan untuk rakyat,” ujarnya.

Salah satu bagian buku menyoroti kontribusi Direktorat Jenderal Prasarana Strategis dalam mendukung program prioritas pemerintah. Di sektor pendidikan, misalnya, Kementerian PU mendukung pelaksanaan Instruksi Presiden Nomor 7 Tahun 2025 melalui pembangunan pesantren, madrasah, pendidikan keagamaan lain, dan perguruan tinggi keagamaan guna meningkatkan kualitas sarana pendidikan keagamaan di berbagai daerah.

Buku tersebut juga mencatat percepatan pembangunan Sekolah Rakyat (SR) sebagai pelaksanaan Instruksi Presiden Nomor 8 Tahun 2025 tentang Optimalisasi Pelaksanaan Pengentasan Kemiskinan dan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem. Program itu diarahkan untuk memperluas akses pendidikan bagi masyarakat miskin dan miskin ekstrem.

Selain pendidikan, Direktorat Jenderal Prasarana Strategis juga berkontribusi dalam rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana melalui pendekatan Build Back Better. Kegiatan tersebut meliputi pembangunan hunian bagi masyarakat terdampak bencana di Aceh dan Sumatera Utara, pemulihan RSUD Aceh Tamiang, Pasar Kuala Simpang, sekolah dan madrasah terdampak bencana di Sumatera Utara, serta Puskesmas Air Dingin di Kota Padang.

Pada sektor pemenuhan gizi masyarakat, buku itu mencatat pembangunan 222 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk mendukung Program Makan Bergizi Gratis.

Infrastruktur tersebut dilengkapi sarana pendukung seperti jaringan air bersih, sanitasi, instalasi pengolahan air limbah, akses jalan, dan utilitas lainnya guna menunjang operasional yang higienis dan berkelanjutan.

Melalui penerbitan buku Menjawab Mandat, Kementerian PU berharap masyarakat memperoleh gambaran menyeluruh mengenai pelaksanaan pembangunan infrastruktur selama 500 hari pertama pemerintahan Kabinet Merah Putih.

Buku tersebut menjadi dokumentasi kebijakan dan capaian pembangunan yang diarahkan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat, memperkuat daya saing bangsa, serta mendukung target Indonesia Emas 2045.▪︎(FEND)

Related Articles

Back to top button