Berita

Pasca Efisiensi dan Recopusing Program Sekolah Unggulan Kab Malang dalam Tanda Kutip

▪︎ MALANG – POSMONEWS.COM,-
Sebagaimana edisi sebelumnya launching sebanyak 17 Sekolah Unggulan di Kabupaten Malang. Launching sekolah ditempatkan di SMPN 3 Kepanjen.

Bupati Malang, H.M. Sanusi, MM. menegaskan dalam launching bahwa program ini langkah nyata Pemkab Malang tersebut lahir dari sinergi Pemkab Malang melalui Dinas Pendidikan dengan Universitas Negeri Malang (UM). Tidak hanya fokus pada kurikulum, kolaborasi ini juga menyasar penguatan kompetensi guru, manajemen sekolah, hingga karakter siswa.

“Anak-anak kita harus memiliki kemampuan critical thinking, creativity, collaboration, communication, serta literasi digital. Dengan itu mereka bisa bersaing di tingkat lokal, nasional, maupun internasional,” ujarnya.

“Launching ini baru awal dari perjalanan panjang. Hanya dengan gotong royong dan sinergi semua pihak pemerintah daerah, DPRD, perguruan tinggi, dunia industri, hingga masyarakat cita-cita menghadirkan pendidikan berkualitas di Kabupaten Malang akan terwujud,” tegasnya.

Sebagai informasi, 17 Sekolah Unggulan yang resmi diluncurkan terdiri dari tujuh sekolah jenjang SD sebanyak 7 sekolah dan 10 sekolah jenjang SMP. Penetapan 17 Sekolah Unggulan tersebut telah melalui berbagai tahapan yang dilakukan oleh jajaran civitas akademika UM.

Tujuh SD tersebut adalah SDN 2 Wandanpuro Bululawang, SDN 4 Panggungrejo Kepanjen, SDN 2 Donomulyo, SDN 1 Tawangsari Pujon, SDN 1 Pagentan Singosari, SDN 1 Tumpang, serta SDN 3 Turen.

Selanjutnya 10 SMP  meliputi SMPN 1 Bululawang, SMPN 1 Karangploso, SMPN 3 Kepanjen, SMPN 4 Kepanjen, SMPN 1 Ngantang, SMPN 1 Singosari, SMPN 2 Sumberpucung, SMPN 1 Tumpang, SMPN 1 Turen, dan SMPN 1 Wagir.

Penerapan kurikulum bilingual dengan penguatan STEM (Science Technology, Enggeniring and Mathematics). Jal ini memungkinkan sains dan teknologi sekaligus menyiapkan siswa bersaing secara global.

Barisan Pemerhati Hukum (BPH) Sudirman mengatakan gimana program bagus kok gak jalan dan sekarang  menurutnya ibarat hidup segan mati tak mau apa lagi jika di kaitkan dengan SPMB Sistem Penerimaan siswa baru tahun ajaran 2026/2027.

Seharusnya program itu sudah lengkap dengan instrumennya dan akan berjalan sebagaimana mestinya jangan sampai membebankan masyarakat khususnya wali murid. Ini semua telah di datangi Bupati dan wakil bupati bahkan kepala dinas yang baru juga ikut biarpun program bukan dari kepala dinas baru.

Masyarakat itu menerima janji dari janji masyarakat menerima bukti bukan kayak lempar batu sembunyi tangan. Jangan juga di bebankan pada dinas pendidikan sebagai pengguna anggaran karena kuasa anggaran ada pada Bupati Sanusi.

“Kenapa saya katakan gitu apasih unggulan 17 sekolah yang dicanangkan itu sebagai kebanggaan sekolah berbayar tidak gratis dan hampir malahan dipakai ajang menarik dana dari masyarakat contoh SMPN 4 Kepanjen dan SMPN 2/TGP Sumberpucung yang masuk dalam sekolah unggulan,” ujar warga.

Sekolah itu menarik iuran bulanan juga uang gedung yang jumlahnya tidak sedikit. Dan dalam program sekolah unggulan yang bekerjasama dengan Universitas Negeri Malang (UM) sudah meninggalkannya karena sudah tidak adanya anggaran untuk mengirimkan civitas akademika untuk membimbing di sekolah unggulan. Dan ini identik senada dengan Tik-tok Rektor UII Yogyakarta “REM BLONG”.▪︎(AHM/Tim)

Related Articles

Check Also
Close
Back to top button