Berita Utama

Peningkatan Struktur Dua Ruas Jalan Sirip Utama Akses ke JLS

▪︎ Dinas PUPR Kab Blitar Usulkan Anggaran Rp 94 Miliar

▪︎ BLITAR — POSMONEWS.com,-
Menyambut rampungnya proyek strategis nasional Jalur Lintas Selatan (JLS). Pemerintah Kabupaten Blitar melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) terus mematangkan kesiapan infrastruktur pendukung.

Dalam peningkatan struktur dua ruas jalan sirip utama, Dinas PUPR membutuhkan biaya cukup besar, untuk itu Dinas PUPR Kabupaten Blitar mengusulkan anggaran fantastis Rp 94 miliar ke Pemerintah Pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum (PU) untuk membentangkan jalan sirip penghubung JLS tersebut.

Dana itu diproyeksikan membiayai peningkatan struktur dua ruas jalan sirip utama yang menjadi urat nadi penghubung pemukiman warga menuju JLS. Di antaranya, yakni ruas Binangun-Wates dan ruas Besole (Kecamatan Wonotirto).

“Anggaran pembangunan jalan sirip menuju ke JLS itu saat ini masih kami usulkan ke Kementerian PU. Nilai total anggaran yang kami ajukan ke pusat sekitar Rp 94 miliar,” ujar Kepala DPUPR Kabupaten Blitar, Agus Zaenal, saat memberikan keterangan resminya.

Lebih lanjut Agus menegaskan, jika diakumulasikan, total panjang dari pembangunan dua ruas jalan sirip penyokong tersebut mencapai sekitar 18 hingga 19 kilometer.

“Jalur tersebut nantinya akan sering dilalui kendaraan bermuatan berat serta bus pariwisata, pihak dinas memantapkan pilihan pada spesifikasi yang kokoh,” paparnya.

Berdasarkan cetak biru perencanaan, seluruh permukaan jalan sirip di dua titik tersebut akan dibangun menggunakan konstruksi beton (rigid), bukan aspal biasa.

“Kalau usulan anggaran ini disetujui oleh pemerintah pusat, kami dari daerah bisa segera mengeksekusi dan melakukan pembangunan fisik di lokasi. Pembangunan jalan sirip ini sangat penting sebagai akses utama pendukung menuju ke JLS,” jelas Agus.

Sedangkan pengerjaan megaproyek JLS di sepanjang pesisir wilayah Kabupaten Blitar sendiri terus dikebut Kementerian PU, di mana beberapa ruas di antaranya terpantau sudah mulai menyambung penuh.

“Kami bergerak cepat sebagai penunjang akses. Harapannya, begitu JLS nanti sudah jadi dan dioperasikan penuh, jalan-jalan sirip yang mengarah ke sana sudah siap semuanya, sehingga roda ekonomi dan wisata langsung berputar,” tukas Agus.

Dinas PUPR Kabupaten Blitar, tidak hanya fokus pada sektor konektivitas aspal dan semen. Namun juga tengah memperjuangkan nasib sektor pertanian daerah di tingkat pusat.

“Pihaknya turut mengajukan usulan anggaran terpisah sebesar Rp 19 miliar yang dialokasikan khusus untuk pembangunan dan modernisasi sistem pengairan massal,” pungkas Agus.▪︎(FEND)

Related Articles

Back to top button