Lamongan Punya Bupati Yes, Sang Pelaksana Terbaik Asta Cita Presiden Prabowo : Nikmat Apalagi yang Kamu Dustakan (4)
▪︎ Oleh : Danar S Pangeran (Jurnalis dan Kabiro posmonews.com di Lamongan)

DALAM keberhasilan dan kesuksesan seorang pemimpin, diwarnai pernik-pernik tantangan dan halangan dalam kinerja. Makin tinggi pohon, semakin besar angin menerpanya. Di pemerintahan duet Bupati Yes-Wabup Dirham kini sedang diuji, yakni terkendala persoalan banjir di wilayah Bengawan Njero.
Persoalan yang menjadi komoditi medsos untuk mengekspose berita miring dan nyinyir demi meraup satu tujuan cuan. Maka yang disuarakan di platform digitalnya hanya sebatas viral, dan eforia bahagia bisa merosting tanah kelahirannya sendiri. Tanpa peduli, bagaimana upaya keras otoritas Lamongan banting tulang mencari solusi musibah banjir ini.
Luar biasa disrupsi medsos ini, bak pisau bermata dua. Tajam pengaruhnya merobek hati, membutakan publik sehingga mereka lupa bagaimana Pemkab. Lamongan telah melakukan langkah-langkah untuk percepatan penyelesaian banjir di wilayah 7 kecamatan tersebut. Misalnya, terkini yang dilaksanakan Bupati Yes untuk percepatan penanganan banjir, mulai dari penyaluran bantuan beras, sembako, optimalisasi pompa air, komunikasi dengan berbagai pihak, hingga yang terakhir mengupayakan OMC (Operasi Modifikasi Cuaca) ke BMKG.
Tanpa mengurangi rasa keprihatinan terhadap musibah banjir di Bengawan Njero, penulis mencoba menggali data dan fakta yang telah dilakukan oleh Pemkab. Lamongan yang dikomando Bupati Yes, bisa mungkasi karyo nyirep banjir Bengawan Njero ini.
Awan kadang langsung metutup mata, bahwa persoalan banjir Bengawan Jero di Lamongan adalah sangat kompleks. Karena tupoksinya dan tanggung jawabnya adalah bersama antara Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Dinas SDA), Pemkab Lamongan, dan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo. Disamping tiga otoritas ini, BNPB dan warga juga berperan aktif dalam persoalan tersebut.
Simpulnya, Bupati Yes tentu tidak bisa berjalan sendirian, atau tiba,-tiba menyulap dengan meminjam tongkat mukjijat Nabi Musa, sekali pukul, blaarrr! maka kawasan bonorowo (meander) itu bisa kering dan surut airnya.
Adalah butuh sinergi, kolaborasi dari semua pihak untuk bermitra dengan Bupati Yes- Wabup Dirham, dari jajaran pemerintahan paling bawah yakni Warga, RT, RW, Kades, Lurah serta Camat. Dan jajaran eksekutif ke atas gubernur, menteri bahkan presiden RI. Tidak lupa para legeslatif hebat asli Lamongan dari DPRD, DPR Propinsi dan DPR RI.
Penulis terkesan dengan tausiyah Prof. DR. Suparto Wijoyo dari Guru besar UNAIR (Universitas Airlangga) yang asli Glagah, Lamongan ini dengan mata akademisinya mengapresiasi kinerja Bupati Yes yang bukan kaleng-kaleng. Di resepsi HPN 2026 PWI Lamongan telah dihadiri orang-orang hebat asli Lamongan. Ada politisi Golkar, Ahmad Labib dari DPR RI Komisi VI., Drs. H. Husnul Aqib, M.M. politisi senior Partai Amanat Nasional (PAN) dan Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur, serta Ketua DPRD Lamongan, Mukhammad Freddy Wahyudi.
Penilaian dari seorang Profesor ini membuka mata kita, jika ketiga pesohor wakil rakyat, putra daerah Lamongan dari kalangan legeslatif pusat, propinsi hingga daerah ini mau bersinergi juga berkolaborasi. DPR (Dewan Perwakilan Rakyat), yang oleh Prof. Suparto disebutnya Dewan Pembagian Rezeki, maka yang dari pusat lazimnya Pos Anggaran nya itu harus dan wajib dibawa ke daerah.
“Maka sebagai DPR (Dewan Pembagian Rezeki), alokasi anggaran itu bisa merevitalisasi problematika Bengawan Njero. Jadi, sinergi para DPR itu, maka banjir Bengawan Njero tahun 2026 ini cukuplah menjadi kisah terakhir,” tuturnya.
Meski tidak memiliki sumber daya alam melimpah ruah, namun Bupati Yes yakin Lamongan juga masih punya harta karun berupa SDM anak-anak muda Lamongan, para pengusaha muda millenial, pengusaha perantau sukses di seantero Nusantara dan manca negara. Dalam kacamata penulis, bisakah mereka ini terpanggil untuk berkolaborasi dengan Bupati Yes-Wabup Dirham dalam persoalan ini..
Terakhir adalah dukungan media mainstream dan medsos yang searah (satu frequensi) dengan pemerintahan Bupati Yes-Wabup Dirham untuk menjernihkan berita-berita hoax yang mendegradasi pemikiran masyarakat Lamongan. Bukankah sosok Bupati Yes, sebagai salah satu pimpinan yang sangat familier dan dekat dengan wartawan. Dikenal erat menjalin kemitraan dan bersinergi dengan insan pers. Semoga di bulan Ramadhan hingga Idul Fitri nanti, menjadi tonggak muncilnya dukungan dari berbagai pihak termasuk insan pers mengurai persoalan-persoalan pelik di Kabupaten Lamongan. ***


