Berita Utama

Bendungan Jlantah Karanganyar Progres Februari 2026 Capai 99%

▪︎ KARANGANYAR – POSMONEWS.com,-
Menteri Pekerjaan Umum (PU), Dody Hanggodo, mengungkapkan progres pembangunan Bendungan Jlantah di Kecamatan Jatiyoso, Karanganyar, memastikan proyek masuk dalam daftar Proyek Strategis Nasional (PSN) itu progesnya telah mencapai 90-99 persen.

Progres fisik pembangunan Bendungan Jlantah di Karanganyar per Februari 2026 telah mencapai di atas 90-99%, menjadikannya salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN) yang segera rampung dan difungsionalkan. Proyek senilai Rp 1,02 triliun ini ditargetkan tuntas total pada April 2025 (pembebasan lahan) dan siap mengairi irigasi 1.494 hektare.

Berikut poin-poin progres terbaru Bendungan Jlantah per awal 2026. Progres fisik (Februari 2026) proyek telah mencapai progres di atas 90% (hampir 99% berdasarkan pantauan Januari-Februari 2026) dan siap difungsionalkan untuk mendukung swasembada pangan.

Sedangkan pembebasan lahan sejak April 2025. Sisa pembebasan lahan, terutama tanah kas desa (Tlobo), ditargetkan selesai sepenuhnya pada April 2025 lalu.

Target operasional Bendungan Jlantah disiapkan untuk segera beroperasi penuh setelah peresmian, difokuskan pada pengairan irigasi dan air baku.

Manfaat utama air bendungan ini dioergunakan irigasi bakal mengairi lahan seluas 1.494 hektare di wilayah Karanganyar.

Sedangkan air baku kapasitas untuk Kecamatan Jumapolo, Jumantono, dan Jatipuro. Bendungan Jlantah juga berfungsi sebagai reduksi banjir dan  mereduksi banjir sebesar 51,26% atau 70,33%.

Bendungan Jlantah juga sebagai
energi dan pengembangan wisata, potensi PLTMH. Proyek ini konstruksinya dikerjakan KSO PT Waskita Karya dan PT Adhi Karya.

“Bendungan ini merupakan salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN) yang harus segera kita selesaikan. Tadi saya sudah mengecek langsung, progresnya sangat baik, sudah di atas 90 persen,” kata Menteri PU, Dody.

Menurutnya, keberadaan Bendungan Jlantah sangat krusial untuk mendukung ketahanan pangan sekaligus menjamin ketersediaan air baku, khususnya bagi wilayah Karanganyar dan sekitarnya.

Bendungan ini diproyeksikan mampu mengairi lahan pertanian seluas kurang lebih 1.493 hektare. Selain berfungsi sebagai sumber irigasi, bendungan tersebut juga memiliki potensi penyediaan air baku sebesar 150 liter per detik.

Tidak hanya itu, keberadaannya diharapkan mampu menjadi sarana pengendali banjir serta membuka peluang pengembangan sektor pariwisata berbasis masyarakat.

“Bendungan Jlantah ini sangat krusial, terutama untuk mendukung ketahanan pangan dan ketersediaan air baku di wilayah Karanganyar dan sekitarnya,” tegas Menteri PU.

Dalam kesempatan itu, Menteri Dody juga memberikan arahan kepada pihak kontraktor dan jajaran Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWS) Bengawan Solo agar menjaga kualitas pekerjaan hingga tahap akhir penyelesaian proyek.

“Saya minta kepada pihak kontraktor dan teman-teman dari BBWS Bengawan Solo untuk tetap menjaga kualitas pekerjaan di sisa waktu yang ada. Jangan sampai karena mengejar target penyelesaian, kualitas justru diabaikan. Aspek keselamatan konstruksi dan estetika juga harus diperhatikan dengan baik,” katanya.

Pemerintah optimistis Bendungan Jlantah dapat segera beroperasi dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya dalam memperkuat sektor pertanian, penyediaan air bersih, serta pengendalian banjir di wilayah Karanganyar dan sekitarnya.▪︎ (FEND)

Related Articles

Back to top button