Olahraga

Metabola Laga PSIS vs Persela

Tuah Paman Guru Mahesa Jenar Bicara

▪︎ LAMONGAN – POSMONEWS.COM,-
Pertandingan yang diprediksi akan menarik dan krusial, akan tersaji di putaran ketiga Liga Championship antara PSIS Semarang vs Persela Lamongan Minggu sore (15/3) ini. Kick off pukul 15.30 WIB di Stadion Jatidiri Semarang, Jawa Tengah.

Disebut pertandingan krusial karena dua tim memiliki asa dan satu tekad yakni kemenangan atau tidak sama sekali. Bagi PSIS, kebangkitan Laskar Mahesa Jenar, menang menjadi harga mati untuk terhindar dari jurang degradasi.

Adapun Persela, akan berusaha memanfaatkan momentum dengan satu kemenangan atau draw, sudah sangatlah beruntung.

Meski demikian Laskar Jaka Tingkir Persela sudah on fire untuk bermain habis-habisan mencuri poin di kandang lawan. Urgensinya jelas, untuk mengaman peringkatnya.

Versi pengamat dan pecandu bola memang memprediksi Tim Mahesa Jenar di atas angin. Namun Tim Jaka Tingkir tak bisa menyerah begitu saja. Semangat baru Persela pasca suntikan puluhan Sponsor menjadi modal utama mereka membuat kejutan.

“Sebagai tim tuan rumah pasti lebih diuntungkan. Karena itu semua pemain PSIS harus diwaspadai. Karena, PSIS sekarang menjadi tim yang bagus. Klub di ibukota Jawa Tengah itu memiliki materi pemain yang unggul. Semuanya harus diwaspadai,” tegas Bima Sakti Tukiman, pelatih Persela.

Seperti kita ketahui, skuat Mahesa Jenar sudah berbeda sejak terjadi perubahan kepemilikan saham mayoritas klub tersebut. Bahkan, sebagian pemain Persela yang berlaga sejak putaran pertama, ekaodus ke PSIS. Mulai penjaga gawang Mario Londok, bek tengah Otavio Dutra, gelandang Esteban Vizcarra hingga striker Beto Goncalves.

Bima Sakti memberi nilai plus pada pemain Persela sekarang. Disamping banyak yang baru. Semua pemain memiliki kelebihan masing – masing. Mereka diminta bertanggung jawab dengan posisinya.

“Kita lupakan hasil kurang baik pada pertemuan sebelumnya. Itu harus menjadi pembelajaran pemain untuk bangkit dan meraih poin. Kami berharap kondisi pemain terus sehat dan mereka bisa meraih poin di Semarang,” harapnya.

Otak-atik kekuatan teknis dua tim ini, meski di atas kertas dan main di kandang sendiri jelas menguntungkan Tim Mahesa Jenar. Namun dari non teknis bisa saja Persela membalikan ramalan para pesohor bola.

Menurut pengamat sosio-metafisika kota soto, Wong Agung Lamongan laga Persela kali ini ibaratnya sebagai pembuktian. Karena itu kuncinya adalah mental dan kedisiplinan pemain sesuai taktik, dan strategi pelatih Bima Sakti yang sejauh ini memperoleh hasil lumayan.

Sedangkan terhadap mitos dan tuah, menurut otak-atik Wong Agung, Mahesa Jenar masih berpamor. Artinya di wewengkonnya sendiri, Jaka Tingkir yang merupakan putra dari gurunya, namun dari tataran ilmu Jaka Tingkir adalah yuniornya.

Bahwa Mahesa Jenar dan Jaka Tingkir memiliki hubungan tidak langsung melalui garis perguruan, di mana Mahesa Jenar merupakan murid dari paman guru atau saudara seperguruan dari guru Jaka Tingkir, yaitu Ki Ageng Banyubiru (Kebo Kanigoro).

Jaka Tingkir (Mas Karebet) berguru kepada Ki Ageng Banyubiru (Kebo Kanigoro). Sementara itu, Mahesa Jenar dalam perantauannya berguru kepada Ki Kebo Kanigara. Ia adalah saudara tua ayah Jaka Tingkir, yakni Kebo Kenanga. Hal ini membuat Mahesa Jenar dan Jaka Tingkir terhubung melalui guru yang sama.
▪︎[DANAR SP]

Related Articles

Back to top button