Wali Kota Malang Ingatkan Tiga Prinsip Utama Perencanaan Pembangunan

▪︎ KOTA MALANG – POSMONEWS.COM,-
Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) merupakan tahapan strategis dalam proses perencanaan pembangunan daerah.
Forum ini menjadi ruang bersama bagi pemerintah dan masyarakat untuk merumuskan arah pembangunan yang inklusif, kolaboratif, dan berkelanjutan, sekaligus menjadi sarana resmi penyerapan aspirasi masyarakat terkait kebutuhan pembangunan yang paling prioritas.
Prinsip ‘dari masyarakat, oleh masyarakat, dan untuk masyarakat’ menjadi roh utama dalam mekanisme Musrenbang, karena masyarakat lah yang paling memahami karakter wilayah, persoalan yang dihadapi, serta kebutuhan nyata di lingkungannya.
Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, saat membuka sekaligus memberikan keynote speaker Musrenbang Kecamatan Lowokwaru dalam rangka penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2027 di Aula Kantor Kecamatan Lowokwaru, Rabu (4/2/2026), menyampaikan bahwa Kecamatan Lowokwaru memiliki posisi strategis dalam mendukung perkembangan Kota Malang.
Potensi yang dimiliki, baik di bidang perekonomian, pendidikan, maupun sosial budaya, perlu dikembangkan secara terarah dan berkelanjutan.
Namun demikian, Wahyu mengakui masih terdapat sejumlah tantangan pembangunan.
Di antaranya pemerataan infrastruktur dasar seperti jalan lingkungan dan sanitasi, peningkatan daya saing ekonomi lokal, khususnya UMKM dan sektor informal, serta percepatan pengelolaan lingkungan hidup, termasuk pengendalian banjir dan pengelolaan sampah berkelanjutan.
“Forum Musrenbang ini diharapkan menjadi wahana dialog dan diskusi yang produktif untuk merumuskan solusi, sekaligus menjadi pengungkit penguatan potensi wilayah. Namun perlu saya tegaskan, seluruh proses perencanaan tidak dapat dipisahkan dari kerangka besar pembangunan daerah,” jelas Wahyu.
Orang nomor satu di jajaran Pemkot Malang itu pun menekankan bahwa seluruh program pembangunan merupakan satu kesatuan sistem pemerintahan yang harus terintegrasi dan selaras antarsektor maupun antarwilayah.
Oleh karena itu, setiap gagasan perencanaan harus memperhatikan prinsip keseimbangan dan keterpaduan, baik dari aspek kewilayahan, pengembangan sumber daya manusia, maupun arah pembangunan jangka panjang.
Lebih lanjut, Wahyu mengingatkan tiga prinsip utama dalam perencanaan pembangunan. Pertama, bersifat partisipatif dengan membuka ruang seluas-luasnya bagi seluruh pemangku kepentingan. Kedua, berorientasi pada hasil agar setiap program memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Ketiga, berbasis data, di mana setiap usulan harus didukung data dan analisis kebutuhan yang akurat serta dapat dipertanggungjawabkan. Selain itu, pelaksanaan pembangunan pada tahun sebelumnya dan tahun berjalan perlu dijadikan bahan evaluasi bersama untuk meningkatkan kualitas perencanaan dan pelaksanaan pembangunan ke depan.
Pada kesempatan ini Wahyu juga menekankan pentingnya penguatan Program RT Berkelas untuk terus didampingi dan dikawal agar setiap usulan kegiatan tepat sasaran dan sejalan dengan prioritas pembangunan Kota Malang.
Fokus utama diarahkan pada peningkatan kualitas sumber daya manusia, penguatan UMKM, serta pemenuhan infrastruktur dasar mendesak seperti penanganan drainase dan pengelolaan sampah.
“Saya mengapresiasi partisipasi aktif seluruh masyarakat Kecamatan Lowokwaru. Peran serta masyarakat merupakan modal yang sangat penting dalam mewujudkan Kota Malang yang Mbois dan Berkelas. Melalui Musrenbang ini, saya berharap dapat dirumuskan prioritas pembangunan yang tepat, efektif, dan berpihak pada kepentingan masyarakat,” pungkasnya.▪︎ (Say/AHM)

