Proyek Flyover Taman Pelangi, Jalan Ahmad Yani Tak Ditutup

▪︎ Underpass Atasi Kemacetan di Simpang Bundaran Taman Pelangi
▪︎ SURABAYA – POSMONEWS.com,-
Proyek pembangunan Flyover di Perkampungan Taman Pelangi Jalan Ahmad Yani, Surabaya, kini akhirnya menemui titik terang. Proyek tersebut tak perlu menutup total jalur utama Jalan Ahmad Yani.
Dishub Surabaya menilai pembangunan proyek Flyover Bundaran Dolog atau dikenal dengan Taman Pelangi Surabaya tak perlu menutup total jalur utama Jalan Ahmad Yani, Surabaya, Jawa Timur.
Penutupan total itu pun hanya dilakukan pada pukul 23.00 sampai pukul 05.00 pada saat pemasangan balok girder atau balok bentang flyover. Lalu lintas dari arah Utara ke Selatan atau meninggalkan Surabaya ditutup total.
“Saat ini masih kita kaji lebih detail atas rencana penutupan jalur Jalan A Yani saat pembangunan konstruksi flyover Bundaran Dolog. Tidak ada penutupan total saat pengerjaan,” kata Plt Kepala Dishub Kota Surabaya, Trio Wahyubowo, kemarin.
Penutupan total hanya dilakukan pada satu tahapan pemasangan boks girder tadi. Selebihnya saat pengerjaan harian hanya terjadi penyempitan jalur. Baik dari arah utara maupun selatan. Saat penutupan total itu, arus lalu lintas akan dialihkan.
Dishub masih memetakan jalur yang bisa dijadikan alternatif pengalihan arus. Nanti juga akan ada pemberitahuan resmi terkait penutupan total ini.
Trio mengakui, dampak masa kontruksi flyover Bundaran Dolog memang cukup besar. Saat ini sudah mulai dilakukan kajian untuk mengantisipasi dan meminimalisasi dampak yang terjadi. Pengerjaan flyover Bundaran Dolog itu akan dimulai pada awal 2026.
Diperkirakan memakan waktu setahun hingga 2027 dalam pembangunan jalan layang sepanjang 400 meter itu.
Setiap harinya selama pembangunan Flyover, Jalan A Yani dari dua arah tidak dilakukan penutupan total. Baik yang ke utara maupun yang ke selatan. Begitu juga dari Jemursari. Namun terjadi penyempitan jalan.
“Arus lalu lintas tetap mengalir. Tentu akan terjadi penyempitan jalan atau bottle neck karena pembangunan ramp naik maupun kaki kaki pilar Flyover. Kami akan antisipasi untuk jam berangkat dan pulang kerja,” kata Trio.
Seperti diketahi Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mulai melaksanakan proses tahapan pembangunan underpass pengurai kemacetan di simpang Bundaran Taman Pelangi (Dolog). Pemkot Surabaya fokus melakukan pembebasan lahan dan pemindahan saluran untuk proyek tersebut.
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, menyampaikan Pemkot berkolaborasi dengan pemerintah pusat dalam membangun underpass untuk mengatasi kemacetan di simpang Bundaran Taman Pelangi.
“Jadi nanti semuanya ada di pemerintah pusat. Tahun ini kita mengerjakan terkait dengan pembebasan dan pemindahan saluran. Tahun 2026 (pengerjaan) underpass-nya,” kata Walikota Eri Cahyadi.
Walikota Eri Cahyadi menargetkan pembebasan lahan dan pemindahan saluran untuk proyek pengurai kemacetan Bundaran Taman Pelangi pengerjaan flyover Bundaran Dolog itu akan dimulai pada awal 2026.
“Jadi (pengerjaan) ini tidak satu tahun, karena kita mengubah saluran dulu. Karena tidak di atas (overpass) tapi di bawah (underpass). Jadi target pembebasan lahan dan menggeser saluran tahun ini, baru ngerong (membuat) underpassnya,” ujarnya.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Penelitian, dan Pengembangan (Bappedalitbang) Kota Surabaya, Irvan Wahyudrajat, menjelaskan pembangunan proyek pengurai kemacetan Bundaran Taman Pelangi menjadi program prioritas yang diusulkan Pemkot Surabaya ke pemerintah pusat.
“Termasuk JLLB (Jalan Lingkar Luar Barat) dan JLLT (Jalan Lingkar Luar Timur) itu semua menjadi program prioritas yang kita usulkan ke pemerintah pusat,” kata Irvan.
Irvan menyebut, Pemkot Surabaya telah menganggarkan Rp 80 miliar untuk pembebasan lahan pembangunan underpass Taman Pelangi. Anggaran tersebut berasal dari APBD (Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Surabaya.
▪︎ (FEND)

