Pariwisata

Pemkot Malang Wacanakan Integrasi Kawasan Heritage

▪︎ KOTA MALANG – POSMONEWS.com,-
Pemerintah Kota (Pemkot) Malang mewacanakan penataan kawasan heritage terpadu dan saling terkoneksi yang tidak hanya terpusat di Kampung Heritage Kayutangan, tetapi juga mencakup sejumlah kawasan cagar budaya lainnya yang jaraknya berdekatan. Penataan ini diarahkan untuk memperkuat identitas sejarah Kota Malang sekaligus meningkatkan daya tarik wisata berbasis heritage.

Sebagai langkah awal, Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, bersama jajaran terkait meninjau sejumlah titik di kawasan Jalan Brawijaya dan Jalan Majapahit.

Lokasi yang ditinjau meliputi Pasar Burung Splendid, Pasar Ikan, Pasar Bunga, kompleks Yayasan Sekolah Kristen SD dan SMP Brawijaya, serta beberapa lokasi lainnya.

Peninjauan ini dilakukan dalam rangka penyusunan konsep pengintegrasian kawasan Jalan Brawijaya–Jalan Majapahit dengan Kampung Heritage Kayutangan, Balai Kota Malang, Alun-Alun Tugu, hingga Skodam V/Brawijaya yang seluruhnya merupakan kawasan cagar budaya.

Wali Kota Malang menegaskan bahwa penataan kawasan heritage harus dilakukan secara menyeluruh dan berkelanjutan. Penataan mencakup pengelolaan aktivitas pedagang, pengaturan parkir, sistem pengelolaan sampah, serta peningkatan kenyamanan lingkungan bagi masyarakat.

Orang nomor satu di jajaran Pemkot Malang itu juga menyoroti keberadaan dua sekolah di kawasan Pasar Burung Splendid yang perlu mendapatkan perhatian khusus. Selama ini, pihak sekolah mengeluhkan tingkat kebisingan serta persoalan kebersihan dan bau yang menimbulkan ketidaknyamanan bagi siswa maupun tenaga pendidik.

Menurut Wahyu, kawasan-kawasan tersebut ke depan akan dikoneksikan dan ditata secara optimal dengan melibatkan para ahli tata kota dari perguruan tinggi serta berbagai pemangku kepentingan terkait.

Langkah ini dilakukan untuk menghasilkan kawasan heritage yang tertata baik dan memiliki nilai tambah sebagai destinasi wisata.

“Kota Malang memiliki potensi besar. Jika dikelola dengan baik, hasilnya akan sangat luar biasa,” yakin Wahyu.

Konsep penataan kawasan heritage terpadu ini diharapkan mampu memperkaya pilihan destinasi bagi wisatawan yang berkunjung ke Kota Malang. Wisatawan, khususnya yang mengunjungi Kampung Heritage Kayutangan, nantinya dapat menikmati lebih banyak titik kunjungan, seperti bangunan cagar budaya, sejarah Pasar Burung, Balai Kota, Alun-Alun Tugu, Alun-Alun Merdeka, Hotel Tugu, hingga kawasan Skodam V/Brawijaya.

“Bahkan saat ini sudah ada konsultan tata kota dari Singapura yang menawarkan pendampingan secara gratis,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Wahyu menyampaikan bahwa kawasan Jalan Brawijaya juga memiliki jembatan peninggalan era kolonial Belanda serta sejarah Pasar Senggol. Ke depan, jembatan bersejarah tersebut diharapkan dapat dikembangkan sebagai destinasi wisata, termasuk kemungkinan menghidupkan kembali Pasar Senggol sebagai bagian dari daya tarik kawasan.

Meski demikian, Wahyu menyebutkan bahwa realisasi rencana penataan kawasan heritage terpadu ini masih memerlukan kajian mendalam serta koordinasi lintas sektor.

“Program ini melibatkan banyak pihak, mulai dari warga, pedagang, hingga perangkat daerah terkait, sehingga pelaksanaannya perlu disiapkan secara matang,” pungkasnya.▪︎ (Say/AHM)

Related Articles

Back to top button