Megengan Wulan Kepitu, Bromo Ditutup

186 dibaca

Pasca wulan Kepitu, Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) akan menutup kegiatan wisata di Kawasan Gunung Bromo pada 25-26 Maret 2020 mendatang. Penutupan tersebut untuk menghormati perayaan Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1942.
Seperti peringatan Hari Raya Nyepi tahun lalu kegiatan wisata Gunung Bromo ditutup secara total. Penutupan dimulai 25 Maret 2020 pukul 00.00 WIB-26 Maret 2020 pukul 05.00 WIB. Selama itu, kawasan Bromo seperti lautan pasir, savana, kawah dan lainnya, tidak bisa dikunjungi wisatawan.
“Oleh karena itu, diharapkan wisatawan dapat memahami dan memakluminya sebagai penghormatan kepada agama atau kepercayaan masyarakat setempat. Setelah Nyepi selesai, Bromo dapat dikunjungi kembali bagi wisatawan,” ujar Humas TNBTS, Syarif Hidayat.
Penutupan dilakukan mulai dari arah Probolinggo, Jl. Jalan Raya Desa Wonokerto, Kecamatan Sukapura. Sedangkan aari arah Pasuruan, penutupan dilakukan di Desa Wonokitri, Kecamatan Tosari. Sedangkan dari arah Malang dan Lumajang, ditutup di Jemplang, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang.
Penutupan kawasan Bromo tidak hanya sekali saja. Sebelumnya, di kawasan Gunung Bromo juga dilakukan pelaksanaan sebulan bebas kendaraan bermotor (car free month). Untuk menghormati pelaksanaan Megengan Wulan Kepitu, bagi masyarakat Tengger.
Saat itu, terhitung mulai 24 Januari hingga 24 Februari 2020, kawasan wisata Bromo bebas dari kendaraan bermotor. Namun, para wisatawan masih diperkenankan untuk berwisata selama tidak menggunakan kendaraan bermotor.“Hanya penutupan sementara, kegiatan wisata akan dibuka lagi selesai Nyepi,” tandas Syarif. (haris)