Mengenal Ritual Adat Suku Tengger, “Yadnya Kasada”
▪︎JATIM – POSMONEWS.com,-
Selain terkenal dengan obyek wisatanya mengagumkan, Gunung Bromo juga memiliki daya tarik budaya. Ritual Suku Tengger upacara Yadnya Kasada atau Kasodo.
Upacara ini merupakan upacara adat yang sampai saat ini masih dilestarikan oleh Suku Tengger yang bermukim di sekitar Gunung Bromo.
Bagi Suku Tengger upacara Kasada merupakan bentuk rasa syukur terhadap Tuhan. Selain sebagai bentuk penghormatan terhadap Sang Hyang Widhi, upacara ini juga berfungsi sebagai simbol memperingati Raden Kusuma, putra dari Jaka Seger dan Lara Anteng yang telah berkorban demi masyarakat Tengger di masa lalu.
Masyarakat Suku Tengger memang meyakini bahwa Suku Tengger merupakan keturunan Roro Anteng seorang putri dari Raja Majapahit dan Jaka Seger, putra seorang Brahmana.
Upacara Kasada dilakukan setiap tahun sekali pada bulan Kasada menurut penanggalan Hindu Tengger. Upacara ini dilakukan pada hari ke-14 di bulan Kasada. Upacara dilakukan pada tengah malam hingga dini hari.
Pada tahun 2024 ini, ritual upacara mulai Jumat 21 Juni hingga Senin 24 Juni 2024 mendatang. Bahkan pihak Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB TNBTS) mengumumkan bahwa kawasan wisata Gunung Bromo, Probolinggo, Jawa Timur, akan ditutup total dari aktivitas wisatawan.
Ritual Kasada ada beberapa tahapan yang harus dilaksanakan secara khidmat yaitu Puja Purwaka, Manggala Upacara, Ngulat Umat, Tri Sandiya, Muspa, Pembagian Bija, Diksa Widhi serta penyerahan sesaji di kawah Bromo. Sesaji sendiri berupa hasil pertanian yang dibawa oleh Suku Tengger.
Uniknya di dalam kawah penduduk Tengger pedalaman telah menunggu untuk mendapatkan sesaji yang berupa buah-buahan, sayuran, hewan ternak juga uang. Upacara digelar di Pura Luhur Poten, tepat di laut pasir Bromo, kaki Gunung Bromo.
Dalam upacara Kasada, juga dipilih dan diangkat tabib dan dukun baru bagi suku Tengger.
Menyaksikan upacara Kasada tentu akan menambah pengalaman dan pengetahuan tentang khasanah budaya Indonesia.
Jika wisatawan ingin menyaksikan upacara ini datanglah sebelum tengah malam agar mendapatkan tempat terbaik untuk menyaksikan rangakaian upacara Kasada.
Upacara Kasada selalu menjadi daya tarik tersediri bagi wisatawan, sehingga jalan akan macet, penuh dan sesak. Perlu diperhatikan juga untuk tetap beriringan bersama rombongan penduduk saat menuju arah bawah gunung agar tidak tersesat akibat kabut yang tebal dan arah pandang yang terbatas.
▪︎Persiapan Hari Raya Kasada
Masyarakat suku Tengger sedang mempersiapkan upacara Hari Raya Kasada Bromo 2024 dengan membawa hasil bumi dan ternak ayam sebagai pelengkap sesaji.
Seperti tahun-tahun sebelumnya, upacara sakral adat Suku Tengger Yadnya Kasada selalu dibanjiri wisatawan, baik wisatawan lokal maupun mancanegara. Begitu pula pelaksanaan riual Yadnya Kasada tahun ini.
Ribuan wisatawan dari berbagai daerah di Jawa Timur dan luar Jawa Timur, serta wisatawan mancanegara tumplek blek menghadiri acara tahunan tersebut. Meski beberapa waktu lalu Bromo sedang bergejolak mengeluarkan asap panasnya, namun hal ini tidak mengurangi minat wisatawan untuk datang ke Bromo.
Ritual upacara Yadnya Kasada Bromo telah digelar sejak zaman Kerajaan Majapahit. Gunung Bromo sendiri dianggap sebagai tempat suci oleh Suku Tengger.
Upacara adat ini digelar di Pura Luhur Poten, tepat di kaki Gunung Bromo, pada tengah malam hingga dini hari. Ritual itu bertujuan untuk mengangkat dukun atau tabib di setiap desa di sekitar Gunung Bromo. Dalam upacara Yadnya Kasada Bromo ini Suku Tengger akan melemparkan sesajen berupa sayuran, ayam, kambing, bahkan uang ke kawah gunung tersebut.
Sebelum Yadnya Kasada Bromo dilangsungkan, calon dukun dan tabib akan menyiapkan beberapa sesaji untuk dipersembahkan dengan cara melemparkannya ke kawah Gunung Bromo. Persembahan sesajen ini dilakukan beberapa hari sebelum upacara.
Pada saat upacara Kasada Bromo berlangsung, masyarakat Suku Tengger berkumpul dengan membawa hasil bumi, ternak peliharaan dan ayam sebagai sesaji yang disimpan dalam tempat bernama ongkek, dan setiba di bibir kawah Bromo semua hasil bumi dan ternak di dilemparkan ke dalam kawah Bromo sebagai sesajian kepada Sang Hyang Widhi.▪︎[FEND/ZA]



