PT Waskita Karya Kebut Proyek SR di Jatim, Target Rampung Juli 2026
▪︎ Realisasi Pembangunan Proyek Baru Mencapai 45,5 Persen

▪︎ JATIM – POSMONEWS.com,-
PT Waskita Karya (Persero) Tbk dipercaya mengerjakan lima Sekolah Rakyat (SR) Tahap II di Provinsi Jawa Timur. Proyek tersebut, dari mulai Kabupaten Gresik, Jombang, Sampang, Tuban, hingga Kota Surabaya.
Sedangkan realisasi pembangunan proyek SR Tahap II telah mencapai 45,5 persen dengan target pertengahan tahun ini sudah rampung dan bisa segera digunakan.
Sesuai arahan Kementerian Pekerjaan Umum (PU), seluruh pembangunan Sekolah Rakyat Tahap II harus sudah siap digunakan saat tahun ajaran baru pada Juli 2026 mendatang.
Direktur Utama PT Waskita Karya (Persero) Tbk, Muhammad Hanugroho, memastikan pengerjaan SR oleh Perseroan terus dikejar. Baginya gedung ini bukan proyek biasa, tapi penentu masa depan bangsa.
“Sekolah Rakyat merupakan bagian dari kontribusi perusahaan dalam mendukung pemerataan akses pendidikan yang layak dan berkualitas. Pengerjaan ini bukan sekadar menyelesaikan pembangunan proyek, tapi juga investasi jangka panjang untuk anak-anak Indonesia dalam mendukung proses belajar mengajar yang merupakan penentu masa depan bangsa,” ujar Hanugroho dalam keterangan tertulisnya.
Hanugroho menegaskan, saat meninjau langsung ke sejumlah lokasi proyek Sekolah Rakyat di Jawa Timur. Dalam kesempatan itu ia didampingi Direktur Operasi II Waskita Karya Paulus Budi Kartiko.
Sementara itu, Corporate Secretary Waskita Karya, Ermy Puspa Yunita, menambahkan tim di lapangan berkomitmen untuk menyelesaikan pembangunan SR secepat mungkin dengan tetap memperhatikan standar mutu dan keamanan kerja. Mereka bekerja siang dan malam bergantian tanpa kenal lelah.
“Dedikasi tinggi dan kerja keras ratusan pekerja menjadi ujung tombak keberhasilan proyek. Bagi mereka menyukseskan Program Prioritas Pemerintah ini merupakan tujuan utama,” katanya.
Dirinya menyebutkan, SR di Jawa Timur dikerjakan oleh hampir 4.000 orang. Termasuk di dalamnya tenaga kerja lokal.
“Ke depannya kami akan terus menyerap tenaga kerja lokal lebih banyak lagi untuk menyelesaikan proyek. Dengan begitu tidak hanya menghadirkan manfaat luas bagi sosial ekonomi, tapi juga menggerakkan sektor informal, sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” tegas Ermy.
Adapun upaya percepatan tersebut ditegaskan pula oleh Menteri PU, Dody Hanggodo, dalam rapat koordinasi bersama tujuh BUMN Karya sebagai kontraktor pelaksana.
Menteri Dody menyatakan, pembangunan SR merupakan salah satu program prioritas pemerintah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui penyediaan fasilitas pendidikan yang layak dan modern.
Menteri PU mendorong percepatan penyelesaian berbagai kendala teknis di lapangan, mulai dari akses konstruksi, mobilisasi material, kebutuhan tenaga kerja serta kesiapan infrastruktur pendukung guna memastikan seluruh tahapan proyek pembangunan dapat berjalan sesuai target.
“Tetap utamakan kualitas dalam pembangunannya. Baik dari segi material maupun struktur bangunannya, karena bangunan sekolah ini harus bisa bertahan untuk dimanfaatkan minimal selama 20 tahun,” tutur Menteri Dody.
Seperti diketahui beberapa hari lalu, Menteri Dody juga sudah melihat langsung lokasi pengerjaan SR Tahap II di Kota Surabaya. Bahkan, Menteri PU memuji hasil kerja Waskita Karya yang dinilai cepat dan mengedepankan kualitas.
“Waskita (hasil kerjanya) ini bagus. Terima kasih Pak Katsaker mudah-mudahan sebelum Juni 2026 selesai,” pungkasnya.▪︎ (FEND)


