▪︎MALANG – POSMONEWS.com,-
Wakil Bupati Malang, Dra. Hj. Lathifah Shohib menghadiri acara Sarasehan Dosen Pembimbing Abdidaya Ormawa 2025, di Aula GKB III Lantai 6 Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Jumat (5/12).
Bu Nyai Lathifah, sapaan akrabnya Wabup Malang juga mendapat kesempatan memberikan arahan di depan Wakil Rektor II Bidang Kepegawaian, Keuangan, dan Umum di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) Dr. Ahmad Juanda, Ak., M.M., C.A, seluruh Civitas Akademika Universitas Muhammadiyah Malang, dan para narasumber dan peserta Abdidaya Ormawa 2025. Kegiatan ini sendiri mengusung tema “Abdidaya Omawa Berdampak dan Berkelanjutan untuk Indonesia Emas”.
”Atas nama Pemerintah Kabupaten Malang, saya menyampaikan terima kasih atas kesempatan yang diberikan sehingga saya dapat berpartisipasi dalam acara Abdidaya Ormawa tahun ini. Saya juga menyambut baik Abdidaya Ormawa, di mana selain menjadi bagian dari program penguatan kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (Ormawa), kegiatan ini juga diharapkan dapat menjadi wadah komunikasi strategis dalam rangka membahas berbagai hal termasuk bagaimana tantangan Ormawa dalam memberikan dampak positif kepada masyarakat, baik melalui program nyata maupun pemberdayaan kepada masyarakat,” tegas Bu Nyai Lathifah mengawali arahannya.
Hal ini sangat penting, mengingat saat ini berada pada era modern yang mengharuskan untuk terus bergerak dan bertransformasi. Di mana guna menjawab berbagai tantangan zaman yang semakin kompleks, kunci utamanya adalah terus belajar.
Hal ini juga menjadi prinsip yang perlu untuk ditanamkan pula pada tataran kepemimpinan, termasuk dalam organisasi kemahasiswaan yang perannya sangat strategis sebagai agen perubahan.
”Ada hal yang menjadi kunci penting lainnya dari kepemimpinan mahasiswa dalam organisasi adalah bagaimana seorang pemimpin mampu untuk terus berdinamika, baik dalam lingkup internal organisasi, maupun untuk menjawab kompleksitas dan tantangan transformasi di era modern. Menurut Peter Senge, dalam bukunya “The Fifth Discipline”, pemimpin adalah orang yang terus menerus belajar, membangun organisasi pembelajar dan selalu berpikir tentang sistem,” ujarnya.
Ditegaskan Wabup Malang bahwa, secara garis besar hal ini mengisyaratkan bahwa pemimpin harus melihat segala sesuatunya dari paradigma yang lebih luas. Artinya pemimpin tidak boleh mengedepankan ego sentralnya saja dan ingin menang sendiri.
Tetapi pemimpin yang sesungguhnya adalah pemimpin yang mampu melihat peluang dan ingin mengupayakan agar organisasi dapat mencapai keberhasilan dengan menjalin kolaborasi bersama pihak lainnya.
”Apabila direfleksikan dalam lingkup organisasi kemahasiswaan, maka prinsip kepemimpinan yang kolaboratif inilah yang akan mampu untuk terus berkembang secara berkelanjutan. Sejalan dengan prinsip tersebut, Pemerintah Kabupaten Malang saat ini juga terus menjalin berbagai kolaborasi dengan pihak eksternal termasuk dari kalangan perguruan tinggi, di mana muara dari itu semua adalah untuk kepentingan masyarakat luas dan kemajuan Kabupaten Malang,” akunya.
Oleh karena itu, Bu Nyai Lathifah berharap kegiatan Abdidaya Ormawa tahun 2025 ini mampu menjadi momentum untuk memperkuat semangat kolaborasi, utamanya bersama Ormawa. Peran Organisasi Kemahasiswaan pastinya sangat dinantikan, baik karya nyatanya kepada masyarakat, maupun pemikiran kritisnya bagi pembangunan.
“Semoga apa yang didiskusikan di sini nantinya dapat memberikan motivasi, dan membuka cakrawala berpikir semua, untuk bersama-sama memperkuat sinergi dan membentuk harmonisasi pembangunan, sehingga cita-cita menuju keberhasilan dapat diwujudkan bersama-sama,” pungkasnya.▪︎(AHM/Poy)









