Menteri PU Siap Bangun Jembatan Gantung 2026

124 dibaca

▪︎Permudah Akses Anak Sekolah
di Daerah Terpencil

▪︎JAKARTA – POSMONEWS.com,-
Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terus mempercepat pembangunan jembatan gantung guna  meningkatkan konektivitas antarwilayah, terutama di daerah dengan medan geografis sulit.

Pada tahun 2026, Kementerian PU mengalokasikan anggaran Rp 630 miliar untuk membangun 63 jembatan gantung di berbagai wilayah Indonesia.

Menteri PU, Dody Hanggodo, mengatakan pembangunan jembatan gantung menjadi solusi aksesibilitas bagi masyarakat di daerah terpencil yang selama ini harus menempuh jalur memutar dan tidak efisien.

“Kehadiran jembatan gantung ini diharapkan memberikan dampak nyata dalam mempercepat aktivitas masyarakat, terutama dalam mendukung kegiatan ekonomi, pendidikan, dan pelayanan publik,” kata Menteri Dody.

Pembangunan jembatan gantung juga merupakan bagian dari implementasi strategi PU 608 untuk mendukung visi Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, khususnya dalam pemerataan pembangunan dan peningkatan akses desa ke pusat ekonomi.

Jembatan gantung dinilai penting untuk membuka konektivitas antar desa atau kecamatan, seperti memudahkan petani untuk mengangkut hasil pertanian ke pasar.

Selain menghubungkan aktivitas ekonomi, jembatan gantung juga  membantu masyarakat mengakses fasilitas publik seperti sekolah, pasar, dan kantor pemerintahan di daerah yang terpisah sungai, jurang, atau lereng perbukitan.

Penentuan 63 lokasi pembangunan jembatan gantung tahun 2026 akan melalui kajian teknis mendalam dan survei lapangan, dengan mempertimbangkan aspek ekonomi, tingkat keterisolasian wilayah, aksesibilitas transportasi, dan aspek teknis lainnya.

Jembatan gantung umumnya dibangun dengan bentang antara 30–200 meter dan lebar sekitar 1,8 meter, menyesuaikan dengan kondisi lapangan.

Sementara itu, pada tahun 2025 ini, Kementerian PU juga tengah menyelesaikan pembangunan 50 jembatan gantung, sebagian diantaranya telah rampung.

Termasuk di antaranya 8 jembatan di Provinsi Sulawesi Selatan seperti Jembatan Gantung Kanjero (68 meter) dan Jembatan Gantung Poton (36 meter) di Kabupaten Luwu Utara, Jembatan Gantung Lamangiso (68 meter) dan Jembatan Gantung Jauh Pandang (51 meter) di Kabupaten Wajo, Jembatan Gantung Kalimporo (51 meter), Jembatan Gantung Minasa Upa (102 meter), Jembatan Gantung Benteng Pattiro (68 meter), dan Jembatan Gantung Palambuta (Bululoe) (51 meter).

Sementara itu Menteri PU, Dody Hanggono, saat diwawancarai usai tinjau sekolah rakyat di Medan, Minggu (11/9/2025). Doddy menyoroti soal siswa di Nias nyebrangi sungai saat hendak ke sekolah viral di sosmed beberapa waktu lalu.

Menteri Dody mengingatkan jika bupati yang lebih mengetahui lokasi dan lahan mana saja untuk pembangunan. Karena bupati lebih dekat dengan rakyatnya.

“Kalau itu (pembangunan jembatan untuk akses jalan siswa ke sekolah di Nias) sudah masuk (anggaran pembangunan tahun depan). jembatan gantung di beberapa tempat (akan dibangun). Cuman saya ingatkan bupati lebih dekat dengan rakyatnya,” jelasnya usai meninjau sekolah rakyat di Medan.

Menteri Dody menjelaskan untuk terwujudnya jembatan gantung sebagai akses jalan ke sekolah, pihaknya membutuhkan bantuan dari bupati agar menyiapkan lahannya.

“Lahan misalnya. Saya butuh suport dari bupati. Kalau memang cukup penting, silakan bupati nya surati Kementerian PU atau Satker Kementerian PU yang telah diletakkan di seluruh Indonesia. Biar saya tau mana yang harus dikerjakan hari ini atau besok dan perlunya kesiapan lahan,” jelasnya.
▪︎(FEND)