Kunker Pangdam V/Brawijaya dan Gubernur Jatim di Kampung Pandu Kodim 0812 Jotosanur

309 dibaca

▪︎Siap Jadi Pilot Project di Wilayah Jatim

▪︎LAMONGAN – POSMONEWS.COM,-
Kampung Pandu milik Kodim 0812 Lamongan di kawasan Desa Jotosanur menjadi pusat perhatian otiritas pemerintah daerah hingga pusat. Berbagai inovasi telah dihasilkan di Kampung Pandu ini sebagai karya nyata anggota TNI untuk mendukung keberhasilan pemerintah dalam hal Ketahanan Pangan.

Gaung keberhasilan dalam mengelola Kampung Pandu inilah membuat Mayjen TNI Rudy Saladin, M.A., selaku Pangdam V/Brawijaya dan Gubernur Jatim, Dr. HC. Dra. Hj. Khofifah Indar Parawansa M.Si., tertarik untuk mengunjungi, sebagai Kunjungan Kerja di Kab. Lamongan.

Kedatangan  Pangdam V/Brawijaya, Mayjen TNI Rudy Saladin, M.A., dan Gubernur Jatim, Dr. HC. Dra. Hj. Khofifah Indar Parawansa M.Si., beserta rombongan ini disambut gembira okeh Dandim 0812/Lamongan Letkol Arm Ketut Wira Purbawan S.I.P.,M.Han., selaku orang nomir satu di Kodim 0812 untuk mendampingi kunker tersebut.

Data yang dihimpun media ini dari Pemdin 0812, dalam kunjungannya, Pangdam V/Brawijaya dan Gubernur Jatim beserta rombongan melaksanakan panen padi organik varietas unggul berjenis PMJ 01 yang berada di kawasan Kampung Pandu yang juga merupakan IFS milik Kodim 0812/Lamongan serta peresmian kampung pandu dan bukit tidar Desa Jotosanur Kecamatan Tikung Kabupaten Lamongan, Senin (16/6/2025).

Selain melaksanakan panen padi, rombongan Pangdam V/Brawijaya dan Gubernur Jatim juga berkesempatan untuk meninjau dan meresmikan Kampung Pandu dan Bukit Tidar serta menyerahkan bibit padi PMJ 01 kepada kelompok tani.

Gubernur Jatim, Dr.HC.Dra.Hj. Khofifah Indar Parawansa M.Si., mengatkan bahwa Integrated Farming System (IFS) merupakan sistem pertanian dengan memanfaatkan keterkaitan antara tanaman (perkebunan/pangan/hortikultura) serta ternak dan perikanan untuk mendapatkan agroekosistem yang mendukung produksi pertanian, peningkatan ekonomi dan pelestarian sumber daya alam.

“Jadi Kampung Pandu Kodim 0812/Lamongan ini mempunyai sistem yang luar biasa, nyaris tidak ada residu dalam sistem yang berjalan. Kotoran sapi dan kambing bisa dimanfaatkan menjadi pupuk organik, begitu juga dengan kotoran ayam bisa dijadikan media berkembangbiaknya magot, ini sangat luar biasa,” ujarnya.

Sementara itu, Pangdam V/Brawijaya dalam kunjungannya tersebut, mengaku puas dan senang dengan tanaman padi jenis PMJ 01 serta mengapresiasi sistem pertanian modern yang dimiliki oleh Kodim 0812/Lamongan.

“Ini merupakan langkah strategis yang dilakukan jajaran TNI AD khususnya Kodim 0812/Lamongan dalam upaya meningkatkan produksi pangan Nasional. Selain itu, IFS yang dimiliki Kodim 0812/Lamongan akan berdampak positif terhadap ekosistem. Integrated Farming System adalah jawaban dan perpaduan antara meningkatkan produktifitas pangan dan menjaga kelestarian lingkungan. Kami harap, ini akan mampu menjadi solusi yang efektif bagi Petani kita,” ujarnya.

Menyikapi hal tersebut, Dandim 0812/Lamongan Letkol Arm Ketut Wira Purbawan S.I.P.,M.Han., berjanji akan terus berupaya menyempurnakan sistem pertanian terpadu yang sudah dimiliki Kodim 0812/Lamongan. Dirinya juga akan terus meningkatkan  produktifitas bahan pangan dengan mengerahkan jajaran Babinsanya untuk melaksanakan pendampingan kepada Petani di wilayah Binannya.

“Salah satu langkah yang kami ambil adalah dengan mengembangkan jenis padi yang mampu tahan terhadap berbagai macam cuaca, yakni padi PMJ. Selain itu, kami juga sedang mengembangkan padi rawa dan padi VKP (Varietas Kampung Pandu) yang sedang dalam tahap penyempurnaan,” ungkap Dandim 0812.

Dengan adanya Kampung Pandu yang mempunyai sistem nyaris tanpa residu, diharapkan akan mampu menjadi pilot project untuk wilayah lain. Apalagi ditambah dengan adanya penemuan jenis padi varietas PMJ 01, diharapkan akan dapat meningkatkan ketahanan pangan nasional dan mensejahterakan Petani di wilayah.▪︎[DANAR SP]