Rakor Mega Proyek Subway dan Tol Mengwi – Gilimanuk
▪︎Diharapkan Berlanjut, Bali Minta Dukungan Pusat Atasi Macet
▪︎BALI – POSMONEWS.com,-
Rapat Koordinasi (Rakor) Optimasi Layanan Kebandarudaraan digelar di Hotel Novotel, Bandara I Gusti Ngurah Rai, kemarin. Terkait pembangunan Subway Bali, sebagai solusi penting dalam mengatasi kemacetan yang berdampak pada sektor pariwisata di Bali.
Penjabat (Pj) Gubernur, Sang Made Mahendra Jaya, meminta dukungan dari pemerintah pusat untuk mengatasi persoalan kemacetan beberapa proyek di Provinsi Bali.
Rakor dipimpin Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan RI, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), melibatkan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Kementerian Perhubungan, Kementerian Perdagangan, Kementerian Kelautan dan Perikanan, serta BPKP.
Dalam paparannya, Pj. Gubernur Mahendra Jaya menyampaikan apresiasi atas perhatian besar pemerintah pusat dalam menyelesaikan berbagai persoalan di Bali.
Mahendra menjelaskan bahwa hingga saat ini, pertumbuhan ekonomi Bali masih sangat bergantung pada sektor pariwisata. Terkait perkembangan pariwisata, ia menuturkan bahwa Bali merupakan salah satu destinasi wisata favorit bagi turis mancanegara.
Hal ini dapat dilihat dari layanan penerbangan di Bandara Ngurah Rai yang didominasi oleh penerbangan internasional.
“60 persen internasional, 40 persen domestik,” ujarnya.
Mahendra juga mengucapkan terima kasih kepada pemerintah pusat atas upaya penataan dan penambahan moda transportasi di sekitar bandara. Berkat langkah tersebut, ia bersyukur kemacetan di akses bandara yang terjadi tahun lalu tidak terulang tahun ini.
Menurutnya, penataan transportasi masih perlu terus dilakukan, khususnya di akses keluar bandara. Ia juga menyoroti pemberhentian operasi Trans Metro Dewata per 1 Januari 2025 yang berdampak pada akses menuju bandara, karena 3 koridor dari dan ke Bandara Ngurah Rai otomatis dihentikan.
“Saat ini kami sedang mengupayakan pergeseran anggaran untuk bisa mengambil alih,” ujarnya seraya mendukung langkah pemerintah dalam mengoptimalkan water taxi sebagai transportasi alternatif.
Lebih lanjut, Mahendra Jaya memaparkan progres rencana pembangunan Subway Bali yang saat ini memasuki fase penetapan trace (jalur). Rute yang diusulkan meliputi Bandara I Gusti Ngurah Rai–Central Parkir Kuta–Seminyak–Berawa–Cemagi, Bandara I Gusti Ngurah Rai–Jimbaran–Universitas Udayana–Nusa Dua, Central Parkir Kuta–Sesetan–Renon–Sanur dan Renon–Sukawati–Ubud.
Subway dinilai menjadi solusi karena pelebaran jalan di darat sulit dilakukan mengingat padatnya pemukiman penduduk. Ia berharap usulan tersebut segera disetujui oleh Kementerian Perhubungan sehingga proyek Subway Bali bisa berlanjut ke tahap berikutnya.
Menko Infrastruktur dan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono, menyambut baik rencana pengembangan Subway Bali dan berencana membahasnya dalam pertemuan khusus. Ia menegaskan bahwa pemerintah memberi perhatian khusus kepada Bali sebagai destinasi wisata unggulan Indonesia.
“Kita ingin Bali tetap menjadi destinasi wisata kelas dunia,” ujar Menko yang akrab disapa AHY.
▪︎Tol Gilimanuk-Mengwi
Kelanjutan pembangunan Tol Gilimanuk-Mengwi yang akan menghubungkan Kabupaten Jembrana, Tabanan, dan Badung akan kembali di-review oleh Kementerian Koordinator Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Kemenko Infra).
“Tol Gilimanuk-Mengwi nanti kita review lagi. Masuk PSN (Proyek Strategis Nasional) tahun 2025 atau tidak terkait PSN arahan dari Bapak Presiden Prabowo juga akan direview kembali segala sesuatunya,” ujar Menko AHY usai meresmikan Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Bandara Ngurah Rai.
Menko AHY menambahkan, bukan hanya di Kemenko Infrastruktur namun Kemenko Ekonomi dan berbagai Kementerian atau Lembaga terkait.
“Tetapi hal-hal yang perlu kita review kembali termasuk juga dilakukan sejumlah adjustment atau penyesuaian-penyesuaian itu juga akan dilakukan. Intinya kita ingin setiap pembangunan infrastruktur itu berdampak langsung kepada pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan rakyat,” ungkap Menko AHY.
Disinggung bahan pertimbangan kelanjutan pembangunan Tol Gilimanuk-Mengwi apakah tetap masuk PSN tahun 2025 atau tidak? Menko AHY menyampaikan dilihat dulu sesuai dengan rencana awalnya, kemudian progresnya seperti apa kemudian kendala-kendala lain. Karena bagaimana ini harus benar-benar dijalankan dengan tepat sasaran dan juga melihat serta mempertimbangkan betul aspek efisiensi.
“Kita ingin dan beliau juga menekankan jangan sampai ada kebocoran-kebocoran dan juga kita sekali lagi infrastruktur itu harus benar-benar berdampak,” jelas Menko AHY.
Pembangunan Tol Gilimanuk-Mengwi masuk dalam PSN di era Pemerintahan Presiden Jokowi namun sejak tahun 2022 progresnya belum ada kejelasan sekarang.
Diberitakan sebelumnya, Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, mengumumkan update proyek Tol Gilimanuk-Mengwi di Bali.
Berdasarkan dokumen BPJT, proyek Tol Gilimanuk–Mengwi kini masuk tahap prakualifikasi. Jalan tol sepanjang 96,84 kilometer (Km) ini menelan investasi hingga Rp 25,404 triliun.▪︎(FEND)


