Berita Utama

PROYEK BANDARA BALI UTARA PRIORITASKAN TENAGA LOKAL

▪︎Investasi Mencapai Rp 50 Triliun

▪︎BALI – POSMONEWS.com,-
Mega proyek pembangunan Bandara Internasional Bali Utara, diminta lebih mementingkan tenaga kerja lokal. Hal itu disampaikan Ketua Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) di MPR, Neng Eem Marhamah Zulfahis.

Neng Eem meminta pemerintah daerah dan PT Bandara Internasional Bali Utara (BIBU) untuk memprioritaskan tenaga kerja lokal dalam proyek pembangunan Bandara Internasional Bali Utara.

Menurutnya, warga setempat harus menjadi prioritas dalam mengisi lapangan pekerjaan yang akan tersedia saat proyek tersebut mulai berjalan.

“Pembangunan Bandara Internasional Bali Utara ini akan membuka lebih dari 200.000 lapangan kerja baru. Karena itu, warga sekitar harus menjadi prioritas untuk mengisi lapangan kerja tersebut,” ujarnya dalam keterangannya.

Sekitar 200.000 lebih lapangan kerja baru yang akan tercipta dari dampak pembangunan bandara  diungkapkan Direktur Utama PT BIBU, Anji Sakti Erwanto Set Adiatmoko Hari Wibowo.

Neng Eem, merupakan Anggota Komisi IX DPR RI yang membidangi ketenagakerjaan ini yakin bahwa pembangunan bandara ini akan membawa manfaat besar bagi masyarakat Bali, khususnya di kawasan Bali Utara.

Neng Eem berharap, proyek ini dapat membantu menyeimbangkan perekonomian Bali yang selama ini lebih terkonsentrasi di kawasan selatan.

“Saya yakin pembukaan Bandara Internasional ini akan menjadikan Bali Utara sebagai pusat ekonomi baru, apalagi posisi bandara ini sangat strategis,” jelasnya.

Sebagai Wakil Sekjen DPP PKB, Neng Eem menyatakan bahwa dirinya sudah sejak lama menyuarakan pentingnya proyek ini, bahkan sejak masih menjadi anggota Komisi V DPR RI periode 2019-2024 yang membidangi masalah perhubungan.

Neng Aem juga mengungkapkan bahwa dirinya pernah beberapa kali mengunjungi lokasi rencana proyek Bandara Internasional Bali Utara untuk melihat langsung persiapannya.

Proyek pembangunan Bandara Internasional Bali Utara ini akan segera terealisasi menyusul adanya Memorandum of Understanding (MoU) antara PT BIBU dengan Changge Construction Group.

Kerja sama ini memberikan investasi senilai USD 3 miliar atau sekitar Rp 50 triliun dari perusahaan konstruksi asal Cina. Penandatanganan kerja sama tersebut dilakukan di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Beijing, Cina, pada 8 November 2024 lalu.

Proyek ini tidak hanya bertujuan untuk memperluas infrastruktur transportasi Bali tetapi juga diharapkan dapat memberikan dampak ekonomi yang signifikan bagi masyarakat sekitar.

Dengan pembukaan lapangan kerja yang begitu besar, diharapkan warga lokal dapat merasakan langsung manfaat dari pembangunan ini.

Pembangunan Bandara Internasional Bali Utara dipandang sebagai langkah strategis untuk menciptakan pusat-pusat ekonomi baru di Bali.

Dengan keberadaan bandara ini, kawasan Bali Utara yang selama ini kurang tersentuh diharapkan dapat berkembang lebih pesat, baik dari segi ekonomi, pariwisata, maupun infrastruktur pendukung lainnya.

Neng Eem pun menegaskan komitmennya untuk terus mengawal proyek ini agar memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat Bali, terutama dalam hal kesejahteraan dan pemerataan ekonomi.

Dengan keberhasilan pembangunan ini, dia optimistis Bali dapat lebih maju dan seimbang dalam pembangunannya di masa depan.
▪︎[FEND]

Related Articles

Back to top button