KemenPUPR Melanjutkan Stadion Gelora Daha Jayati

▪︎Dibutuhkan Anggaran Rp 303 Miliar
▪︎KEDIRI – POSMONEWS.com,-
Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana, mengatakan pembangunan tahap kedua Stadion Gelora Daha Jayati oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).
Stadion berlokasi di Desa Bulusari, Kecamatan Tarokan, Kediri, ini selesai pekerjaan tahap pertama oleh PT Pembangunan Perumahan (PP) di akhir 2023 itu kini masih dalam masa pemeliharaan. Stadion yang mengusung konsep “sport, business and entertainment” (SBE) ini dibangun pada lahan 106.804 m².
Bupati Kediri yang akrab disapa
Mas Dhito, mengatakan tahap pertama pengerjaan stadion memakan anggaran sebesar Rp 150 miliar bersumber dari anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD).
“Sementara, untuk penyelesaian ditahap kedua, berdasarkan review Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), masih membutuhkan anggaran Rp 303 miliar. Itu artinya, anggaran tersebut akan dikerjakan oleh Kementerian PUPR,” ujar Mas Dhito saat melakukan pengecekan berkala bersama jajaran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kediri.
Pada pembangunan tahap pertama, Mas Dhito, mengungkapkan beberapa bangunan dan fasilitas sudah selesai dibangun.
“Seperti, ruangan-ruangan baik untuk wasit, kantor, pemain, media maupun yang lain sudah terbangun tinggal penyempurnaan, rumput lapangan juga sudah terlihat menghijau, begitu pula atap tribun meski belum menyeluruh,” ucapnya.
Meski demikian, menurutnya masih banyak pekerjaan pada pembangunan stadion pada tahap kedua yang harus diselesaikan, contohnya atap tribun, pemasangan kursi single sit, serta penyelesaian interior ruangan.
Mas Dhito memperkirakan proses lelang pekerjaan tahap kedua pembangunan stadion ini akan dilakukan oleh Kementerian PUPR pada Agustus 2024 dan pekerjaan fisik dimulai pada September 2024.
“Jadi ini multiyears, 2024 dimulai pekerjaannya sampai dengan 2025 selesai,” ungkapnya.
Dengan konsep tersebut, Mas Dhito berharap, Stadion Gelora Daha Jayati dapat menjadi pusat ekonomi baru dengan mendongkrak perputaran bisnis masyarakat.
“Selain itu, dapat menjadi kebanggaan masyarakat dan bisa meningkatkan prestasi olahraga para atlet di Bumi Panjalu,” ucapnya.
Tak hanya itu, Mas Dhito meminta masyarakat untuk bersabar sambil menunggu proses berjalan di Kementerian PUPR.▪︎[FEND]



