KHYI Malang Surati Diknas Terkait DAK Pendidikan 2024

383 dibaca

▪︎MALANG – POSMONEWS.COM,-
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Malang menginstruksikan kepala sekolah dan komite sekolah untuk melaksanakan pembangunan  swakelola Dana Alokasi Khusus (DAK) sesuai dengan Juklak dan Juknis.

“Dana DAK banyak membangun sekolah tahun ini 2024. Kita menghimbau kepada kepala sekolah dan komite sekolah untuk dapat melaksanakan pembangunan sesuai Juklak dan Juknis DAK yang ada sifatnya swakelola,” jelas Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Dr. Suwadji, pada media di ruang kerjanya, Jumat (2/2/2024).

Menurut Suwadji dana DAK tahun 2024 sekarang ini DAK fisik Rp  7.760.295.000 untuk  SMP dan Rp 30.473.640.000 miliar untuk  SD sedangkan TK dan Paud 5 miliar untuk fisik dan 56 miliar untuk non fisik pada 2024.

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Malang, telah dilakukan MoU antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah dalam menyiapkankan dana untuk pembangunan bidang pendidikan SKB, TK, Paud, SD dan SMP di Kabupaten Malang.

“Ya tahun 2024 telah di setujui dana DAK sekitar Rp 38 miliar untuk sekolah dasar/wajib belajar,” ujarnya.

Dia menambahkan, Dana ini khusus digunakan untuk membangun dan merehap ruang kelas, perpustakaan, laboratorium IPA, mushala dan juga toilet siswa dan guru.

Sebelumnya Dinas Pendidikan telah survei sekolah yang segera direhabilitasi menggunakan dana DAK 2024 nanti.

“Hampir merata di setiap kecamatan dalam Kabupaten Malang. Target kita 2024 bisa tuntas terkait dengan penyiapan sarpras pendidikan,” ujarnya.

Dia menambahkan, Disdik hanya memfalitasi. Sedangkan penggunaan diserahkan pada pihak terkait.

“Untuk kepsek dan komite proaktif melaporkan kebutuhan sekolah melalui proposal dan data Dapodik mengisi fomat profil sekolah secara online,” jelasnya.

“Jika terkait himbauan surat KHYI kemarin pihaknya mengapresiasi dan meminta masukan dari pihak KHYI,” tegas Suwadji.

Menurut Ketua KHYI Malang, Dwi Indrotito Cahyono, disampaikan  tahun 2023 Kantor KHYI menerima banyak sekali aduan terkait adanya dugaan penataan swaklola dikerjakan oleh konsultan.

Menurut anggota  KHYI Malang bagian pendidikan, E Hamzah, mengatakan bahwa KHYI Malang bersurat kemarin  adalah untuk memberikan himbauan agar tidak lagi ada main-main swaklola DAK pendidikan tahun 2024 ini.

“Kita juga sudah bersurat dan memberikan tembusan kepada Bupati Malang, pihak Kejaksaan dan Kejaksaan Tinggi serta Kementrian Pendidikan, dari pihak bupati memberikan respon positif untuk mengawal bersama-sama. Rencanya kami juga akan menghadap Bupati Malang terkait persoalan kain dan juga DAK pendidikan,” pungkasnya.▪︎(AHM)