Berita Utama

Kementerian PUPR Targetkan Bendungan Bagong Beres 2024

▪︎JATIM-POSMONEWS.COM,-
Proyek pembangunan Bendungan Bagong di Kabupaten Trenggalek, bakal menjadi bendungan terakhir di Provinsi Jawa Timur yang selesai dibangun selama masa pembangunan tahun 2018 hingga 2024.

Bendungan Bagong menjadi bendungan kedelapan yang tuntas dikonstruksi oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dalam rentang waktu tersebut.

Sebelumnya, Kementerian PUPR yang dipimpin Basuki Hadimuljono, telah menyelesaikan tujuh bendungan di Jatim.

Mulai dari Bendungan Tukul di Pacitan, Tugu di Trenggalek, Bendo di Ponorogo, Gongseng di Bojonegoro, Nipah di Sampang, Bajulmati di Banyuwangi, dan Bendungan Semantok di Nganjuk.

Mengutip laman resmi Kementerian PUPR, Bendungan Bagong dibangun melalui dua paket pekerjaan dengan nilai sebesar Rp 1,6 triliun.

Paket I dikerjakan oleh kontraktor PT Abipraya (Persero)-PT SACNA dengan skema kerja sama operasi (KSO). Meliputi persiapan, pembangunan akses menuju bendungan, bendungan utama, pekerjaan lainnya.

Kementerian PUPR telah menyelesaikan 7 dari 8 bendungan di Provinsi Jawa Timur yang diprogramkan pembangunannya dari 2015 hingga 2024. Proyek Bendungan Bagong dengan kapasitas tampung 17,40 juta m3 untuk pengembangan dan peningkatan Daerah Irigasi (DI) di Trenggalek seluas 857 hektare.

Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono, mengatakan pembangunan bendungan diikuti oleh pembangunan jaringan irigasinya.

“Dengan demikian bendungan yang dibangun dengan biaya besar dapat bermanfaat karena airnya dipastikan mengalir sampai ke sawah-sawah milik petani,” kata Menteri PUPR Basuki Hadimuljono.

Bendungan Bagong terletak di Desa Sumurup dan Sengon berjarak sekitar 10 km dari pusat Kota Kabupaten Trenggalek. Sedangkan sumber air bendungan berasal dari Sungai Bagong dengan luas Daerah Aliran Sungai (DAS) 39,95 km2.

Pembangunan Bendungan Bagong sesuai kontrak telah dimulai sejak 27 Desember 2018 melalui 2 paket pekerjaan dengan nilai sekitar Rp 1,6 triliun.

Bendungan Bagong dibangun oleh Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas, Ditjen Sumber Daya Air, Kementerian PUPR dengan tujuan utama untuk pengairan irigasi di Kabupaten Trenggalek di mana komoditas unggulannya seperti padi dan palawija yang membutuhkan sumber air irigasi.

Bendungan Bagong juga diproyeksi dapat mendukung kebutuhan air baku di Kecamatan Pogalan, Trenggalek, dan bendungan sebesar 153 liter/detik. Dengan luas genangan 73,45 hektare, Bendungan Bagong juga berfungsi untuk mengurangi debit banjir Sungai Bagong sebesar 78,44% sekaligus konservasi DAS Bagong serta potensi pariwisata.

Pembangunan Bendungan Bagong Paket I dikerjakan oleh kontraktor PT. Abipraya-PT SACNA (KSO) meliputi persiapan, pembangunan akses menuju bendungan dan bendungan utama.

Selanjutnya Paket II dilaksanakan kontraktor PT PP – PT Jatiwangi (KSO) meliputi persiapan, akses jalan OP, bangunan pengelak, bangunan pelimpah, bangunan pengambil, hidromekanikal, dan bangunan fasilitas. Bendungan Bagong didesain dengan tipe Urugan zonal dengan Inti Tegak dengan tinggi puncak 82 meter dan panjang 620 meter.

Dengan selesainya Bendungan Bagong nantinya akan menambah daftar jumlah tampungan air di Jawa Timur. Di mana sebelumnya telah diselesaikan Bendungan Tukul di Kabupaten Pacitan, Bendungan Tugu di Kabupaten Trenggalek, Bendungan Bendo di Ponorogo, Bendungan Gongseng di Bojonegoro, Bendungan Nipah di Kabupaten Sampang, Bendungan Bajulmati di Kabupaten Banyuwangi, dan Bendungan Semantok di Kabupaten Nganjuk.

Pembangunan bendungan tersebut bertujuan untuk memenuhi misi ketahanan pangan dan ketahanan air dalam Program Strategis Nasional Pemerintah (PSN) dikerjakan oleh Kementerian PUPR.

Delapan bendungan di Jawa Timur ini merupakan bendungan multiguna yang berfungsi sebagai pengendali banjir, sumber air baku, sumber air daerah irigasi, sumber pembangkit listrik, dan juga pariwisata.▪︎[FEND]

Related Articles

Back to top button