Desa Waru Ngering Dijuluki Desa Tempe, Ingin Wujudkan Sentra Kuliner dan Ekowisata

▪︎ LAMONGAN – POSMONEWS.COM,-
Sebagai desa mandiri, Desa Waru Ngering, Kecamatan Kedungpring, Kabupaten Lamongan yang kini dipimpin Kades Mediyanto sudah dikenal di medsos karena balai desanya yang unik nan klasik. Berbicara pengembangan pembangunan desanya, kini berfokus pada optimasi sektor pertanian, industri kecil/UMKM, dan memberdayakan potensi wisata (kuliner, ekowisata).
Memiliki lahan pertanian yang cukup luas yakni sawah teknis 109,462 Ha, sawah tadah hujan 28,330 Ha, lahan pekarangan 28,000 Ha, tegalan: 43,373 Ha dan lain-lain: 36,7l), dengan hasil utama padi bisa dua kali panen, sekali palawija. Didukung irigasi, aliran air yang cukup dari Waduk Prijetan yang legendaris, sangat berpotensi dalam program ketahanan pangan.
Untuk itulah Kades Mediyanto, mengharap ada support pembangunan dari otoritas terkait di pemerintah daerah, propinsi dan pusat di bidang pertanian tersebut. Seperti penataan irigasi dan utamanya jalan pertanian desa, sebagai akses sarana transportasi petani saat panen raya.
“Insfrastruktur tersebut adalah jalan pertanian, agar para petani mudah mengangkut hasil panennya dari lahan (sawah) menuju rumah, gudang, lumbung desa, koperasi desa, dll. Kita butuh dana untuk mewujudkan dan membangun jalan pertanian ini agar warga tidak rekasa (susah payah) mengangkut padi yang dipanennya, ” tuturnya,
Sedangkan potensi pemberdayaan ekonomi, Desa Warungering sudah memiliki nama atau julukan sebagai desa atau kampung di Indonesia dan di Jawa Timur, sebagai sentra produksi tempe dan keripik tempe (krupuk tempe).
Buktinya Desa Warung Ngering ini sudah disejajarkan dengan desa penghasil tempe seperti :
Kampung Sanan, Malang, Kampung Kauman, (Tenggilis), Surabaya, Sukomanunggal, Surabaya, Kampung Tempe Sumber Taman, Probolinggo,
Desa Plalangan, Jember, Desa Sepande, Kampung tempe di Kebayoran Lama, yang dikenal dengan UMKM tempe dan kerupuk tempe yang menjadi sumber mata pencaharian utama, menghasilkan tempe gurih dan kerupuk tempe khas
Data yang dihimpun pemerintahan Desa Waru Ngering, salah satu pelaku UMKM tempe dan kerupuk adalah Ibu Mar. Konon, ia telah menjalankan usahanya ini sejak lebih dari 25 tahun lalu.
Kisahnya, ibu ini memulainya dengan usaha kecil-kecilan di rumah, berkembang, kini kerupuk tempe produksinya telah dipasarkan hingga ke beberapa kecamatan sekitar dan luar kota.
“Awalnya hanya diperjual belikan di tempat sekitar, Namun, berkat promosi dari warga yang sering bepergian ke luar kota, produk krupuk tempe Waru Ngering ini mulai dikenal luas, dan mendapatkan perhatian dari masyarakat luar, sehingga banyak yang pesan. Dari situ saya mulai serius memproduksi kerupuk tempe dalam jumlah lebih banyak,” kata Ibu Mar.
Kisah Ibu Mar bukanlah satu-satunya pelaku pembuat tempe dan krupuk tempe. Seiring berjalannya waktu banyak warga yang juga beralih pada profesi tersebut sehingga makin banyak pedagang yang kulakan (membeli) dari para pembuat tempe dan krupuk tempe di desa ini.
Adapun potensi lain yang menjadi idam-idaman bisa diwujudkan di desa ini, menurut Kades Mediyanto adalah wisata kuliner dan ekowisata yang diharapkan bisa meningkatkan UMKM dan kesejahteraan rakyat kecil. Dengan memanfaatkan lahan yang ada di belakang balai desa yang kini juga akan berdiri KDMP itu ia ingin membangun sentra kuliner, gerai UMKM, dengan daya tarik beberapa gazebo yang ditata di sidi kanan kirinya. Sedangkan di tengah-tengah replika Candi Brahu akan menjadi ikonik untuk spot foto, selfi, dll.
“Gerai UMKM bisa diisi produk unggulan tempe dan krupuk tempe, serta produk lainnya. Sedangkan sentra kuliner bisa melibatkan ibu PKK dan Kartar sebagai pengelola stand yang ada.
Memang sedikit kendala, bahwa tempat kami tidak seperti di Malang, Pasuruan, Lumajang, Magetan, Tawangmangu, atau daerah pegunungan, dan datatan tinggi yang memiliki view alami. Tempat kami hanya lahan persawahan, dan bangunan buatan, namun itu juga harus ditata dengan nuansa taman dan alami, agar suasana sentra kuliner ini akan banyak pengunjungnya. Tentu, gagasan ini bisa terwujud jika didukung oleh semua pihak agar potensi di Desa Waru Ngering bisa makin berdaya,” tukas Kades Mediyanto.▪︎[DANAR SP]

