KemenPUPR Lelang Ulang Proyek Tol Gilimanuk-Mengwi

▪︎BALI–POSMONEWS.COM,-
Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), telah memutuskan untuk melakukan pelelangan ulang proyek Jalan Tol Gilimanuk-Mengwi di Bali, setelah proyek tersebut tersendat selama enam bulan. Jalan tol ini menghubungkan Badung, Tabanan, dan Jembrana.
“Kami telah mengakhiri kontrak sebelumnya dan akan melaksanakan pelelangan untuk pengadaan pembangunan Jalan Tol Gilimanuk-Mengwi,” kata Direktur Jalan Bebas Hambatan Ditjen Bina Marga Kementerian PUPR, Triono Junoasmono, di Kabupaten Badung, Bali, Rabu.
Triono memberi jaminan kepada masyarakat bahwa proyek ini akan dilanjutkan, dengan rencana pelelangan dijadwalkan pada bulan November atau paling lambat akhir tahun 2023 ini.
Setelah mendapatkan badan usaha melalui proses tender, Kementerian PUPR akan menandatangani kontrak pertengahan tahun 2024.
Diharapkan bahwa konstruksi dapat dimulai kembali pada bulan Juli 2024, sementara proses pembebasan lahan akan dimulai dari awal tahun 2024.
“Kami merencanakan pembebasan lahan akan dilakukan setelah mendapat persetujuan dari Kementerian Keuangan, dengan target awal tahun 2024,” ungkap Triono kepada media.
Proyek strategis nasional (PSN) ini saat ini didukung oleh pemerintah, dan dana untuk pembebasan lahan akan berasal dari pemerintah melalui Lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN).
“Untuk pembebasan lahan yang dibiayai oleh pemerintah pusat, sedangkan untuk pembangunan fisiknya akan ditangani oleh badan usaha atau investor. Dana pembebasan lahan ini sudah dihitung sekitar Rp 7 triliun sampai Rp 8 triliun,” tambah Triono.
Sejak pengumuman pelelangan ulang proyek yang menghubungkan lebih dari 50 desa di Pulau Dewata ini, menurut Triono, telah muncul banyak respons positif.
Meskipun ia tidak dapat menyebutkan satu per satu, ia berharap semua badan usaha akan mengikuti proses tender ketika dimulai nanti, dan dengan ini ia yakin pengadaan Jalan Tol Gilimanuk-Mengwi akan berlanjut.
Keyakinan ini juga didukung oleh Mantan Gubernur Bali, Wayan Koster, yang hadir bersama Kementerian PUPR untuk bertemu dengan kepala desa yang wilayahnya dilintasi oleh trase tol.
Koster mengakui tanggung jawab atas penundaan proyek ini, karena jalan tol ini mulai dikerjakan saat ia menjabat sebagai Gubernur. Ia menjelaskan bahwa Pemprov Bali telah memastikan bahwa proyek Jalan Tol Gilimanuk-Mengwi berjalan sesuai tahapan, mulai dari penetapan lokasi, pengukuran lahan untuk trase tol, hingga peletakan batu pertama di lahan Pemprov Bali.
“Namun, ternyata ada perubahan kontraktor yang bergabung dalam konsorsium selama perjalanan, sehingga terjadi penundaan dalam pekerjaan. Saat ini, Kementerian PUPR melakukan pelelangan ulang agar dapat menemukan mitra kerja badan usaha yang lebih solid,” ungkap Koster.
Setelah mendengar penjelasan mengenai alasan penundaan pekerjaan, Koster menyampaikan kembali respons positif dari kepala desa. Mereka tetap mendukung agar proyek ini dilanjutkan, dan mereka akan bertemu kembali untuk mendapatkan informasi lebih lanjut.▪︎[FEND]



