Guru dan Siswa Didik Siap Tantangan Era Modern
▪︎Studi Safari Siswa dan Diplomasi Diaspora MAKAH MARA SPMAA Lamongan (6)
▪︎LAMONGAN-POSMONEWS.COM,-
Program Studi Siswa dan Diplomasi Diaspora MARA (Madrasah Aliyah Ruhul Amin, SPMAA, Turi, Lamongan yang terencana dengan tujuan Singapura, Malaysia, Thailand ini menunjukkan kesetaraan pendidikan di lingkup Kemenag dengan Dikbud.
Bahwa saat ini madrasah mampu menunjukan sebagai lembaga pendidikan Islam yang modern bisa dilihat dari tampilan fisik dan akademiknya, madrasah telah memiliki sarana prasarana yang lengkap sebagai pendukung pengembangan keilmuan (proses pembelajaran), tenaga pendidik yang mumpuni sesuai dengan keilmuannya (mapelnya), tenaga kependidikan yang baik serta pendukung lainnya.
Madrasah memiliki peran strategis dalam upaya pengembangan dan kemajuan pendidikan di Indonesia, lebih -lebih madrasah merupakan pendidikan Islam sangat dibutuhkan dan menjadi pilihan oleh masyarakat Indonesia.
Untuk itulah menurut Direktur MARA SPMAA, Basyirun A’dhim, lembaga, guru/ustad dan siswa/santri didiknya siap dengan tantangan era modern ini dengan mengenalkan program global tersebut agar tidak tertinggal oleh zaman.
” Sebagai Duta Pendidikan, khususnya yang berangkat dari Madrasah di lingkungan Ponpes, maka kegiatan Diplomasi Diaspora ini menjadi spirit dan motivasi bagi lembaga untuk terus menguatkan syiar Islam dalam rangka akselerasi meningkatkan desain sumber daya manusia Bu di Diaspora ASEAN yang kita kunjungi,” tuturnya.
Data yang dicuplik media ini dari PBNU, bahwa saat ini, ada ribuan diaspora Indonesia yang berkarier dan mengabdi di pelbagai lembaga internasional. Kualifikasi dan keahlian mereka sudah diakui dunia yang berlatar belakang tradisi pesantren dan nahdliyyin.
Referensi ini menjadi benang merah MARA SPMAA, untuk optimis didukung oleh Kemenang yang membawahi bidang pendidikan di Madrasah.
“Selain itu, Pemkab Lamongan dan OPD atau Dinas terkait bisa untuk bersinergi, kolaborasi dan mendukung kegiatan Study Siswa dan Diplomasi Diaspora MARA SPMAA Turi, Lamongan ini. Dengan sarana publikasi dan kehumasan kami, dan pemuatan media tentu berharap dukungan moril ataupun materiil tetap kita haturkan terima kasih,” lanjut Gus A’dhim.
Seperti yang diberitakan media ini, Studi Siswa dan Diplomasi Diaspora Madrasah Aliyah Ruhul Amin (MARA) SPMAA tinggal selangkah lagi. Mereka berangkat bukan hanya mengangkat nama Lamongan namun juga membawa misi Kebhinekaan dan Duta Pendidikan Indonesia.
Sembilan siswa peserta Studi Siswa dan Diplomasi Diaspora ini yakni
Communica Irsawa Berguru Muchtar (Lamongan), Fajrul Adhim Faizun Yahsya (Lamongan), Elvana Sabarantos Janji Faradiso (Lamongan), Inniy Akhovu Robbi (Lamongan), Ahmad Darwaji Putra (Lombok Timur-NTB), M. Zahid (Surabaya), Asuraji Guru (Kaimana-Papua Barat), Dhimas Bahrul Ramadhon (Blora-Jateng), dan Dimas Ramandani (Blora-Jateng), cukup disebut mewakili keragaman sosial, dan budaya Nusantara.
Mereka akan didampingi oleh 5 pengasuh dari yayasan dan pengawas, yakni :
Ashabul Na’im (Direktur SPMAA), Basyirun ‘Adhim (Kepala MARA), Daffa Salamah Muchtar (Guru Pengasuh), M. Rosuli (Pendamping Siswa), Zainal Muttaqin (Pengawas Madrasah Kemenag RI- Lamongan). Semoga kegiatan tersebut lancar, sukses, dan membawa hasil yang positif untuk negeri tercinta Indonesia.***
*DANAR SP*

