Menteri ATR/BPN: Sertipikat Tanah Memiliki Nilai Ekonomi

▪︎JOMBANG-POSMONEWS.COM,-
Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Hadi Tjahjanto hadir di Kabupaten Jombang, Jawa Timur, untuk memastikan pendaftaran tanah di wilayah tersebut berjalan baik dan terbebas dari pungutan liar (pungli).
Setibanya di Desa Dukuhklopo, Kecamatan Peterongan, Jombang, ia langsung mendatangi sejumlah rumah warga untuk menyerahkan sertipikat sekaligus berdialog soal proses pendaftaran tanah dengan para pemilik tanah (PTSL).
“Saya didampingi Ibu Bupati Munjidah Wahab menyerahkan sertipikat secara door to door ini tujuannya untuk melihat secara langsung permasalahan-permasalahan. Pada dasarnya semua berjalan lancar, masyarakat senang menerima sertipikat sesuai dengan tanah mereka,” ujar Menteri ATR/Kepala BPN usai menyerahkan 11 sertipikat kepada masyarakat di Desa Dukuhklopo, Kamis (06/07/2023).
Hadi Tjahjanto menyatakan, sertipikat tanah yang telah diterima masyarakat ini mampu meningkatkan perekonomian dan menyejahterakan kehidupan. Ia berpesan agar masyarakat dapat memanfaatkan sertipikatnya menjadi alat bantu pertambahan modal usaha dengan mengajukan Hak Tanggungan ke perbankan, misalnya untuk para petani bawang merah di desa tersebut.
“Sertipikat itu juga memiliki nilai ekonomi, sehingga rata-rata di desa ini banyak yang melaksanakan UMKM. Oleh sebab itu, saya sampaikan sertipikat ini juga bisa dijadikan modal dengan dijadikan Hak Tanggungan ke bank untuk hal yang produktif bukan konsumtif,” tutur Menteri ATR/Kepala BPN.
Pada kesempatan itu, Hadi Tjahjanto menyampaikan bahwa sertifikat yang diterima bisa digunakan untuk untuk usaha. Namun, ia mewanti-wanti masyarakat tidak mencari modal ke para rentenir.
“Masyarakat juga kami berikan edukasi bahwa sertifikat itu memiliki nilai ekonomi. Oleh sebab itu, kami sampaikan sertifikat ini bisa dijadikan modal untuk diberikan hak tanggungan di bank. Sebagai modal produktif, bukan konsumtif,” terangnya.
Hadi Tjahjanto menjelaskan program PTSL di Jombang sudah tuntas 50 persen. Tinggal 300 ribu sertifikat yang belum selesai. Sedangkan secara nasional, 102 juta sertifikat dari total 126 juta sertifikat sudah dikerjakan.
“Nah itu nanti kami selesaikan di akhir tahun 2024, itu sudah kami prediksi selesai 120 juta bidang. Sehingga di tahun 2025 tinggal kami selesaikan 6 juta bidang,” jelasnya.
Sertifikat tanah hasil PTSL yang diberikan langsung oleh Menteri ATR/BPN itu diterima dengan senang hati oleh warga. Seperti salah satunya Siswoyo (25). Ia mengaku terbantu program PTSL.
“Senang sekali sertifikatnya diberikan langsung Pak Menteri di rumah dan temani Bupati Jombang Alhamdulillah cukup membantu, prosesnya cepat,” ujarnya.
Selain menyerahkan sertifikat tanah hasil PTSL, Menteri ATR/BPN juga menyerahkan sertifikat 8 bidang tanah aset ke Pemkab Jombang dan sertifikat 19 bidang aset wakaf di Desa Sukoiber, Kecamatan Gudo Jombang.
Hadi Tjahjanto juga sempat silahturrahmi ke Pondok Pesantren Tambakberas tempat kelahiran Bupati Jombang sekarang sekaligus ziarah ke KH Wahab Hasbullah dan makam KH Hasyim Asy’ari di kompleks makam keluarga Ponpes Tebuireng.▪︎(AHM/Dwi)