Lamongan Melounching Wisata Edukasi Kambing Saperah Km 48,8
▪︎LAMONGAN-POSMONEWS.COM,-
Pasca pandemi, pemerintah baik dari pusat, provinsi, hingga daerah terus bersinergi untuk kembali membangkitkan perekonomian masyarakat. Melalui proses panjang bertahun-tahun dengan menyisihkan sebagian dana desa dan disokong reward program Desa Berdaya Provinsi Jawa Timur, Desa Plosowahyu Lamongan berhasil mewujudkan impiannya untuk membangun wisata edukasi peternakan kambing perah, dengan branding ‘KM. 48,8’.
Adapun nama KM. 48,8 diambil dari titik kilometer jarak Surabaya dengan Plosowahyu Farm.
Menjadi sebuah kebanggan tersendiri bagi Pemkab Lamongan yang gentur mendorong wilayah desa menjadi berdaya dan mandiri. Hal itu sering diungkapkan Bupati Lamongan Dr. H. Yuhrohnur Efendi, MBA yang hari Minggu (4/12/ 2022), secara resmi membuka Wisata Edukasi ‘KM. 48,8’ini.
Diungkapkan beliau bahwa Program Desa Berdaya Provinsi Jawa Timur tersebut juga berseiring dengan Program Desa Berjaya yang dimiliki Lamongan.
Bupati Yes juga yakin, keberhasilan tiap desa ini dapat terlaksana berkat usaha yang dilakukan oleh desa itu sendiri, ditambah dengan sinergitas antara pemerintah baik provinsi dan kabupaten.
“Selanjutnya terus dirawat wisata yang telah dimiliki, sehingga bisa menjadi kebangkitan ekonomi yang ini dimulai dari desa-desa. Alhamdulillah Lamongan tumbuhnya lebih cepat dibanding rata-rata, yang dulu pada saat pandemi minus 2,65 persen kemudian naik menjadi 3,43 persen. Ini menandakan bahwa kita bisa pulih lebih cepat dan bangkit lebih kuat lagi,” kata Pak Yes.
Selanjutnya Wisata Edukasi Peternakan Kambing Perah Unggul KM 48.8 ini diharapkan dapat menjadi kebangkitan ekonomi di desa, apalagi ada dukungan dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Provinsi Jawa Timur, dan Dinas PMD Lamongan.
“Melalui dukungan dorongan program yang dilakukan desa itu sendiri, maupun sinergitas Pemerintah Kabupaten Lamongan dan Pemerintahan Provinsi. Terus dirawat wisata yang dipunyai ini, sehingga nanti bisa menjadi kebangkitan ekonomi yang ada di desa-desa,” tegas bupati.
Disebutkan olehnya, wisata edukasi peternakan ini menempati lahan di tanah 600 hingga 800m2. Saat ini Pemdes Plosowahyu sedang mengembangkan ternak kambing perah sebanyak 40 kambing dari 7 jenis kambing perah, mulai dari jenis kambing sapera, anglo nubian, nubian, british alpine, saanen, dan jawa randu, etawa senduro, serta etawa kaligesing.
Dituturkan oleh Kepala Desa Plosowahyu Agus Susanto, Pemdes Plosowahyu bersama BUMDes untuk melaunching wisata edukasi 48.8 kambing perah unggul, merupakan sebuah perjuangan yang tidak mudah. Mereka harus merintis dengan sabar hingga 3 tahun.
“Menuju launching ini kami sabar menunggu selama 3 tahun, apalagi di tengah pandemi covid-19, tapi di tahun 2021-2022 melalui sektor ketahanan pangan Desa Plosowahyu mulai menyisihkan dana desa seratusan juta per tahun mulai membangun pembangunan desa,” katanya.
Adanya KM 48.8 ini diproyeksikan pendapatan dana desa dapat meningkat menjadi 9 juta per tahun. “Selama puluhan tahun pendapatan desa ini hanya ratusan ribu dalam setahun, mulai tahun depan akan diproyeksikan minimal 9 juta per tahun. Jika ekstensi kandang terus dikerjakan sampai 100% selesai, maka dapat meningkat sampai dua kali lipat,” imbuhnya.
Diharapkan, dilaunchingnnya wisata edukasi 48.8 Desa Plosowahyu dapat menjadi icon kambing perah di Kabupaten Lamongan.
“Kami berharap dapat memperkenalkan dan membentuk branding icon Desa Plosowahyu ke masyarakat umum sebagai sentra kambing, jadi nanti biar kalau mau mencari kambing di Lamongan ya tujuannya ke sini, kalau cari kambing untuk kurban ya disini, insyaAllah nanti kita akan sediakan kita akan sharing n’ matching untuk kambing kurban di sini,” ucapnya.
Selain itu, sebagai bentuk pengembangan wisata edukasi KM 48.8 Kambing Perah Unggul Desa Plosowahyu, ke depan Pemkab Lamongan akan berupaya mengembangkan kawasan pakan serta memfasilitasi chopper untuk memudahkan penyediaan pakan ternak.
“Berdirinya KM.48,8 telah mempekerjakan belasan warga masyarakat desa. Dengan demikian, pendapatan Bumdes juga dipastikan akan meningkat dengan berdirinya KM.48,8. Sebelumnya pendapatan kandang desa ini hanya ratusan ribu setahun, maka mulai tahun depan minimal Rp. 9 juta per tahun. Jika ekspansi kandang ini terus dilakukan hingga 100 persen, maka bisa dua kali lipat dari pendapatan tersebut. Itu hanya dari sisi kandang, belum potensi lainnya yang bisa kita lakukan,” terang Agus.
Sistem kandang yang digunakan merupakan kandang baterai, dimana kandang berupa kotak-kotak yang disusun berderet di atas lantai panggung dengan setiap kotak diisi satu atau dua ekor kambing atau berkelompok. Hingga saat ini jumlah kambing yang berada di kandang KM. 48,8 ini sebanyak 30 ekor kambing, dengan 10 kandang baterai masih kosong.▪︎[DANAR/ARIFIN]

