RUWAT NUSANTARA & PILKADA

Pulung Pilkada Lamongan
di Ponpes Sunan Drajat Giri Noto (2)
Seperti ada kontak batin, beberapa hari lalu posmonews.com menghubungi Gus Luqman Rahmatullah, dan benar adanya bahwa tanggal 10 Muharram 1442 H besok Ponpes Sunan Drajat Giri Noto akan memperingati Harlahnya yang ke 22.
Hajatan agung ini dibarengkan dengan HUT Kemerdekan RI, Ruwat Bumi Nusantara, dan Pertemuan Ulama. Khusus untuk ruwatan atau doa usada dikhususkan agar negeri terbebas dari pagebluk Covid 19. Tidak lupa nanti gelaran di Pilkada nanti akan berjalan aman dan damai.
Momen bulan Muharram ini Gus Luqman berharap ada berkah untuk memberi solusi berupa usada religi dan spiritual demi melihat situasi dan kondisi negara yang mengalami banyak musibah, kekacauan, perpecahan yang bisa mengancam keutuhan NKRI. Hal terkhusus pagebluk Pandemi COVID 19 yang telah membuat resah, panik, takut masyarakat dan banyak menimbulkan korban baik moril maupun materiil, maka pada tahun ini acara Harlah, Sabtu (29/8) besok, di Padepokan Sunan Drajat Giri Noto akan digelar pula Ruwat Bumi Nuswantoro.
Digelar juga Ngaji Bareng dan silaturrahim para Ulama’ khususnya Ulama’JATMI ( Jam’iyyah Ahli Thoriqoh Mu’tabaroh Indonesia. Untuk acara ngaji bareng ini akan hadir KH. Amin Maualana Budi Harjono (Semarang) dan Gus Imam Mahmudi (Gus Im)/ Mbah Gimbal, Pengasuh Padepokan Sirri Al Laduni dan grub Sholawat/gamelan Perahu Kanjeng (Mojokerto).
Menurut Gus Luqman, suai perintah Wapres kepada seluruh ormas Islam khususnya JATMI ( Jam’iyyah Ahli Thoriqoh Mu’tabaroh Indonesia ) saat diundang di Istana Wapres dihimbau untuk meyakinkan kepada masyarakat bahwa Pandemi COVID 19 itu ada dan selain itu juga diminta bantuan untuk mencari solosi penyelesaiannya.
“Pada kesempatan harlah Padepokan Sunan Giri Noto ini kita laksanakan silaturrahim dan rapat DPW JATMI Jatim sebagai langkah untuk menyikapi pandemi COVID 19 ini agar situasi negeri tetap kondusif. Sedangkan ruwat nusantara itu adalah bagian kepedulian kita para santri yang menginginkan agar NKRI kalis ing bebaya,” kata kiai gondrong yang juga nyentrik ini.
Sedangkan saat diminta posmonews. com menyoal Pilkada, Gus Luqman tetap bersemangat. Sehingga ia berjanji di Harlah ponpesnya nanti para ulama yang hadir diminta untuk mendoakan agar Lamongan tetap berada dalam suasana aman dan damai. Tidak ada konflik masa pendukung antar paslon, karena hakikat memilih pemimpin adalah yang terbaiklah yang harus dipilih.
Jika Gus Luqman menyebut trah Giri yang punya peluang. Kini ia menambahkan bahwa seorang pemimpin yang ideal dan patut dipilih selain piawai dalam tata birokrasi dan pemerintahan, ia harus bisa ngemong semua umat, semua kalangan, merakyat, ajur ajer, nyumanak, loman-dermawan, dan selalu berjuang untuk kesejahteraan wong cilik.
Ia menggambarkan tokoh pemimpin yang dimaksud, dalam khasanah pewayangan bahwa cabup itu adalah ksatria utama (sosok pria) yang akan meraih wahyu Makutharama. Tokoh ini sangat memahami ajaran Hastabrata.
“Doa kita nanti di Ruwat Nusantara, disamping untuk negeri, juga pada rumah kita sendiri. Tanah perdikan Lamongan yang akan mempunyai hajatan Pilbup. Semoga dapat memilih ksatria utama, pemimpin sejati yang diidam idamkan membawa kejayaan dan kesejahteraan,” tukas Gus Luqman. (bersambung)
DANAR SP

