Tol Semarang-Demak Mitigasi Banjir Rob Butuh Dana 10 Triliun
▪︎SEMARANG-POSMONEWS.COM,-
Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono, menyatakan kehadiran Tol Semarang-Demak yang tengah dibangun dapat semakin melengkapi konektivitas jaringan jalan di wilayah Jawa Tengah bagian utara.
Diharapkan dengan pembangunan jalan tol yang terintegrasi tanggul laut ini, permasalahan banjir rob di Semarang Timur khususnya Kaligawe-Sayung mengakibatkan kerugian ekonomi cukup signifikan dapat teratasi pada akhir 2023.
Hal itu bisa dicapai dengan terbangunnya tanggul hingga 4 lapis timbunan dan beroperasinya Rumah Pompa pada Kolam Retensi Terboyo dan Sriwulan.
Menteri Basuki berpesan agar pembangunan Tol Semarang-Demak tetap memperhatikan aspek konstruksi, aspek waktu, dan aspek keuangan.
“Ini technical challenge, jadi harus benar-benar diperhatikan,” tegas Menteri Basuki dalam keterangan tertulisnya.
Tol Semarang-Demak memiliki panjang 26,95 km dibangun dalam 2 seksi melalui skema Kerja Sama Badan Usaha dengan Pemerintah (KPBU), yakni Seksi 1 untuk ruas Semarang/Kaligawe-Sayung sepanjang 10,64 km menjadi porsi pemerintah (APBN) dengan kebutuhan biaya Rp 10 triliun.
Sementara Seksi 2 untuk ruas Sayung-Demak sepanjang 16,31 km porsi Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) PT Pembangunan Perumahan (PT PP) Semarang Demak.
Untuk seksi 1 telah dilaksanakan kontrak dengan paket pekerjaan peninggian Jembatan Kaligawe, elevated freeway, dan pile slab untuk 1A berupa pekerjaan tanggul laut dan jalan utama, on/off ramp, Jembatan Kali Babon dan Sayung, serta rest area.
Pada gerbang tol 1B berupa pembangunan Kolam Retensi Terboyo (sekitar 189 Ha) dan Sriwulan (sekitar 28 Ha), serta Rumah Pompa Terboyo dan Sriwulan untuk 1C.▪︎[FEND]



