Berita Utama

Kementerian PU Fokus Proyek Sekolah Rakyat serta Pura Mangkunegaran

▪︎ Gelontorkan Rp 21 Miliar Pugar Zona Inti

▪︎ SURAKARTA – POSMONEWS.com,-
Pemerintah Pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum (PU) kembali menunjukkan komitmennya menjaga warisan budaya nasional dan telah menggelontokan anggaran Rp 21 miliar.

Anggaran tersebut disiapkan untuk merevitalisasi zona inti Pura Mangkunegaran pada 2026. Program ini menyasar kawasan seluas sekitar 22.000 meter persegi yang mencakup Pendapa Ageng, Pringgitan, Dalem Ageng, hingga sejumlah bangunan pendukung di lingkungan Istana Kadipaten yang menjadi salah satu ikon budaya Jawa.

Melalui Direktorat Jenderal Cipta Karya, pemugaran zona inti Pura Mangkunegaran di Surakarta. Langkah strategis ini tidak sekadar berorientasi pada perbaikan fisik bangunan, tetapi juga menjadi upaya menjaga kelestarian arsitektur bersejarah agar tetap terawat dan lestari bagi generasi mendatang.

Pelaksana Tugas (Plt.) Direktur Jenderal Cipta Karya, Chandra R.P. Situmorang, mengatakan pemugaran tersebut merupakan tindak lanjut arahan Menteri PU, Dody Hanggodo untuk berkolaborasi dengan pihak Mangkunegaran dalam menjaga bangunan cagar budaya.

Pemugaran akan difokuskan pada zona inti seluas sekitar 22.000 meter persegi yang mencakup sejumlah bangunan utama di kompleks istana.

Kementerian Pekerjaan Umum (PU) berfokus pada proyek Sekolah Rakyat (SR) dan Pura Mangkunegaran.

Menteri PU, Dody Hanggodo, menargetkan pembangunan Sekolah Rakyat rampung pada akhir Juni 2026, dengan menggelontorkan dana Rp 21 miliar untuk memugar zona inti Pura Mangkunegaran.

1. Pembangunan & Percepatan Sekolah Rakyat:

Kementerian PU terus mengebut pembangunan fasilitas Sekolah Rakyat sebagai bagian dari arahan Presiden Prabowo Subianto untuk memperluas akses pendidikan.

2. Target Operasional:

Gedung sekolah ditargetkan selesai secara fungsional pada akhir Juni 2026 sehingga dapat segera digunakan pada pertengahan Juli 2026 untuk tahun ajaran baru.

3. Progres Lapangan:

Menteri PU, Dody Hanggodo, telah melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke beberapa lokasi seperti di Sukoharjo yang progres pembangunannya sudah mencapai sekitar 82%.

4. Tahap Lanjutan:

Saat ini pemerintah juga bersiap mempercepat pembangunan Sekolah Rakyat Tahap II (mencakup 93 unit) di berbagai wilayah, termasuk pesisir Sumatra dan Jawa.

5. Fokus Proyek:

Pekerjaan ini dititikberatkan pada pelestarian sejarah dan penataan kawasan agar lebih tertata dan ramah wisatawan, sembari tetap menjaga nilai-nilai warisan budaya kerajaan yang ada.

Menurut Chandra, status Pura Mangkunegaran sebagai bangunan cagar budaya mengharuskan proses restorasi dilakukan secara hati-hati.

“Zona inti ini dimulai dari pendopo, pringgitan, dalem ageng, serta gedung-gedung fungsional di sekelilingnya. Namun perlu digarisbawahi, ini adalah bangunan heritage. Kita tidak bisa dan tidak akan merombaknya secara signifikan. Kita hanya melakukan refresh, perbaikan arsitektural, dan perkuatan struktur penyangga,” ujar Chandra saat meninjau lokasi, kemarin.

Karena itu, Kementerian PU, sambungnya, melibatkan Tenaga Ahli Cagar Budaya (TACB) dan berkoordinasi dengan pengelola Pura Mangkunegaran sejak tahap perencanaan.

“Kita sangat berhati-hati memetakan mana yang bisa disentuh dan mana yang tidak. Aspek cagar budayanya sangat kami kedepankan agar keberlanjutan heritage dan keaslian unsur budayanya tetap lestari. Ini bukan sekadar membangun, ini merawat sejarah,” tegasnya.

Berdasarkan hasil asesmen, pekerjaan terbesar akan difokuskan pada area Pendopo Ageng. Perbaikan mencakup sebagian struktur atap, pengecekan dan perbaikan plafon, serta penguatan struktur bangunan guna meningkatkan ketahanan konstruksi.

Saat ini proyek tersebut masih dalam tahap tender. Kementerian PU menargetkan penandatanganan kontrak dengan penyedia jasa dapat dilakukan pada pekan kedua Juli 2026.

“Perkiraan biaya yang akan kita keluarkan sekitar Rp 21 miliar. Kita berharap pada bulan Desember tahun ini seluruh pengerjaan sudah selesai dan tuntas dilaksanakan,” pungkas Chandra.▪︎(FEND)

Related Articles

Back to top button