BBPJN Jatim-Bali: Proges Jembatan Gondang I Tahap Pembongkaran Total

▪︎ TULUNGAGUNG – POSMONEWS.com,- Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melalui
Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Timur-Bali mengungkapkan, proyek penggantian Jembatan Gondang I di Kecamatan Gondang, Tulungagung, Jawa Timur, saat ini memasuki tahap pembongkaran total.
Jembatan yang sudah berusia lebih dari 50 tahun tersebut ditutup total sejak 2 Juni 2026 dan akan dibangun ulang dengan target rampung pada 11 Desember 2026.
Berikut detail terkini mengenai proyek pembangunan pembangunan Jembatan Gondang I tersebut:
1. Waktu Pengerjaan:
Pembangunan memakan waktu sekitar 6 bulan (2 Juni – 11 Desember 2026).
2. Kondisi Saat Ini:
Jembatan lama telah dibongkar oleh pelaksana proyek (PT Permata Alam Sakti) karena strukturnya sudah masuk kategori kritis dan rawan.
3. Anggaran:
Proyek bernilai Rp 15,9 miliar ini bersumber dari APBN 2026 (satu paket dengan penggantian Jembatan Kalyombo 1 di Kediri).
4. Pengalihan Arus:
Karena jalur nasional Tulungagung-Trenggalek ditutup total di titik ini, Satlantas Polres Tulungagung menerapkan rekayasa lalu lintas.
Kendaraan berat atau truk dari arah Trenggalek dialihkan via Durenan – Bandung – Tamanan.
Kendaraan dari arah Kediri/Blitar menuju Trenggalek diarahkan via Tamanan – Bandung – Durenan.
Kendaraan roda dua dan roda empat pribadi dari Trenggalek bisa melewati jalur alternatif Gondang – Kalangbret atau melalui Bendungan – Mojoarum.
Seperti diberitakan POSMONEWS.com bahwa Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Timur-Bali memulai pembangunan ulang Jembatan Gondang I di Kabupaten Tulungagung.
Jembatan berusia lebih dari 50 tahun tersebut mulai dibongkar total dan dibangun kembali dengan struktur baru lebih kuat.
Alat-alat berat memulai membongkar aspal jembatan.
Proses pembangunan ulang Jembatan Gondang I di Desa Bendungan, Kecamatan Gondang, resmi dimulai. Penutupan akses jalan nasional tersebut ditandai dengan operasional alat berat yang mulai membongkar struktur jembatan, Selasa (2/6/2026) pukul 14.00 WIB.
Pembangunan ulang dilakukan karena kondisi jembatan dinilai sudah tidak layak dan mengalami kerusakan serius pada sejumlah bagian konstruksi.
Pengawas lapangan BBPJN Jatim-Bali, Osky Ardianto, mengatakan pihaknya telah melakukan kajian teknis terhadap kondisi Jembatan Gondang I sejak dua tahun terakhir.
Berdasarkan hasil kajian tersebut, kondisi jembatan mengalami korosi dan masuk kategori kritis sehingga harus direvitalisasi.
Menurut Osky, keputusan yang diambil bukan sekadar perbaikan sebagian, melainkan pembongkaran total seluruh struktur jembatan mulai dari pondasi hingga bagian atas untuk kemudian dibangun kembali dengan konstruksi baru.
Osky menambahkan, usia jembatan yang sudah tua serta minimnya perbaikan dalam kurun waktu panjang menjadi pertimbangan utama dilaksanakannya revitalisasi.▪︎(FEND)




