Berita

Inflasi Terkendali, Kenaikan Harga Hortikultura Pendorong Utama Mei 2026

▪︎ KOTA MALANG – POSMONEWS.com,-
Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Malang mencatat inflasi Kota Malang pada Mei 2026 secara bulanan (month-to-month/m-to-m) sebesar 0,18 persen. Angka tersebut lebih rendah dibanding inflasi Jawa Timur dan nasional yang sama-sama mencapai 0,28 persen.

Sementara itu, inflasi tahun kalender (year-to-date/y-to-d) tercatat sebesar 1,22 persen dan inflasi tahunan (year-on-year/y-on-y) sebesar 3,10 persen.

Kepala BPS Kota Malang, Umar Sjaifudin, dalam Rilis Berita Resmi Statistik (BRS) yang digelar secara hibrida, Selasa (2/6/2026), menjelaskan bahwa inflasi Kota Malang masih berada pada level yang terkendali meskipun terdapat sejumlah faktor yang memengaruhi kenaikan harga beberapa komoditas pangan.

“Pada bulan Mei 2026, Kota Malang mengalami inflasi bulan ke bulan sebesar 0,18 persen, inflasi tahun kalender sebesar 1,22 persen, dan secara tahun ke tahun mengalami inflasi sebesar 3,10 persen,” jelasnya.

Umar menyebutkan, inflasi bulanan terutama dipicu kelompok makanan, minuman dan tembakau yang memberikan andil sebesar 0,06 persen terhadap inflasi umum. Kenaikan harga sejumlah komoditas hortikultura menjadi faktor dominan yang memengaruhi perkembangan inflasi pada Mei 2026.

Berdasarkan catatan BPS, kenaikan harga cabai rawit, cabai merah dan bawang merah dipengaruhi anomali cuaca ekstrem yang menyebabkan keterbatasan produksi dan pasokan. Selain itu, kenaikan harga BBM jenis Pertamax Turbo, Dexlite dan Pertamina Dex turut memberikan tekanan terhadap inflasi.

“Inflasi m-to-m pada bulan Mei 2026 dipicu oleh beberapa komoditas utama penyumbang inflasi antara lain cabai merah, minyak goreng, telepon seluler, vitamin dan pizza,” terangnya.

Di sisi lain, sejumlah komoditas juga berkontribusi menahan laju inflasi. Penurunan harga telur ayam ras, emas perhiasan, daging ayam ras, bawang putih, hingga tarif transportasi online menjadi penyumbang deflasi pada Mei 2026.

Capaian inflasi Kota Malang yang lebih rendah dibanding rata-rata Jawa Timur dan nasional menunjukkan efektivitas berbagai langkah pengendalian inflasi yang dilakukan pemerintah daerah bersama Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID), khususnya dalam menjaga stabilitas pasokan dan keterjangkauan harga kebutuhan pokok masyarakat.

Hal ini juga menjadi modal positif dalam menjaga daya beli masyarakat serta mendukung pertumbuhan ekonomi daerah. “Penyumbang utama inflasi bulan Mei 2026 secara m-to-m adalah kelompok makanan, minuman, dan tembakau dengan andil 0,06 persen. Sementara komoditas utama penyumbang inflasi adalah cabai merah,” pungkas Umar.▪︎ (AHM/iu)

Related Articles

Back to top button