Jelang Puncak HJL ke 457 Bupati Yes dan Forkopimda Ziarahi Makam Mbah Lamong

▪︎ LAMONGAN – POSMONEWS.COM,-
Menjelang puncak HJL ke 457, Kirab Pataka dan Pasamuan Agung besok pagi, Bupati Lamongan H, Yuhronur Efendi beserta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Lamongan melakukan ziarah ke makam leluhur di komplek makam Katemenggungan yang berada di Kelurahan Temenggungan, Lamongan Kota Senin (25/5/2026) hari ini.
Di wilayah Temenggungan ini terdapat beberapa makam tokoh Lamongan di masa lalu yakni Makam Mbah Sabilan, Mbah Punuk, dan Mbah Lamong juga disebut Ronggo Hadi yang akhirnya menjadi adipati pertama Lamongan bergelar Tumenggung Surajaya.
Mbah Punuk dan Mbah Sabilan, keduanya merupakan tokoh penting dalam sejarah Lamongan. Mbah Sabilan yang hingga saat ini belum diketahui nama aslinya, sangat erat kaitannya dengan kisah putri Adipati Wirasaba, Dewi Andanwangi dan Andansari. Mereka jatuh hati pada kedua putra adipati Lamongan ke-3 Raden Panji Puspa Kusuma yang bernama Panji Laras dan Panji Liris.
Mbah Sabilan merupakan seorang patih atau panglima perang dari adipati ke-3 Lamongan Raden Panji Puspa Kusuma sekitar tahun 1640-1665. Diberi nama dan gelar Mbah Sabilan karena meninggal sebagai sabilillah di medan perang antara prajurit Lamongan dan Kediri karena gagalnya perjodohan antara putri Ki Wirasaba dan Adipati Puspo Kusumo tersebut.
Seusai ritual ziarah dan Tabur Bunga di makam Mbah Lamong Bupati yang akrab disapa Pak Yes, mengatakan momentum HJL sebagai satu kebersamaan, kekompakan dan persatuan seluruh masyarakat Lamongan untuk mendukung program-program yang bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat berjalan dengan baik.
“Bahwa sosok Ronggo Hadi ini sebagai inspirasi kita, motivasi dan keteladanan beliau terhadap nilai-nilai kepemimpinannya itu bisa ngemong dan momong pada masyarakat Lamongan.
Kedua, adalah terhadap jatidiri kita sebagai masyarakat Lamongan, tetap menjaga, mempertahankan budaya dan tradisi yang tak tergerus oleh budaya asing, ” urai Pak Yes.
Pak Yes menyebut keteladanan Ronggo Hadi ini dapat menjadi pengingat bahwa setiap pribadi memiliki amanah untuk mempimpin, dan harus amanah terhadap apa yang dipimpinnya.
“Kenapa harus kita peringati setiap tahunnya? tentu ini mengingatkan kepada kita semua bahwa kita semua diberikan amanah untuk memimpin di Kabupaten Lamongan, untuk memimpin masyarakat di sekitarnya, untuk memimpin keluarga-keluarganya, untuk memimpin diri sendiri. Artinya kita harus amanah terhadap apa yang dipimpinnya,” ucap Pak Yes.
Tidak hanya itu, menurut Pak Yes peringatan Hari Jadi Lamongan juga sebagai pengingat akan jati diri masyarakat Lamongan yang santun, penuh keteladanan, dan berbudaya, terlebih ditengah perubahan sosial dan budaya sebagai akibat perkembangan zaman.
“Kita terus membuat jati diri kita agar tidak berubah karena perubahan sosial, karena arus budaya asing, dan arus budaya-budaya lainnya, sebagai akibat teknologi informasi yang semakin berkembang. Untuk itu terus kita kuatkan jati diri sebagai masyarakat Lamongan sebagai masyarakat Jawa dan juga sebagai masyarakat Indonesia yang kita cintai ini.
Mudah-mudahan kita senantiasa dengan peringatan Hari Jadi ini. Kita terus berkomitmen siapapun kita punya tanggung jawab untuk menjadikan Lamongan ini semakin megilan, semakin jaya, dan selalu menjadikan kesejukan, kedamaian, kesejahteraan bagi seluruh warganya,” imbuhnya.▪︎[DANAR SP]

