Putus Rantai Penularan TBC, Dinkes Gencarkan Skrining Mobile X-Ray

▪︎ KOTA MALANG – POSMONEWS.com,-
Dinas Kesehatan (Dinkes) terus mengintensifkan upaya mewujudkan target eliminasi Tuberkulosis (TBC) sebagai bagian dari peningkatan derajat kesehatan masyarakat. Langkah nyata ini diwujudkan melalui kegiatan Skrining Sistematis Kesehatan Paru dan Cek Kesehatan Gratis menggunakan teknologi Mobile X-Ray yang menyasar seluruh wilayah di Kota Malang.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Malang, dr. Husnul Muarif, saat meninjau pelaksanaan skrining di Kantor Kelurahan Kasin, Senin (27/4/2026), menyampaikan bahwa kegiatan yang juga bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi ke-112 Kota Malang ini merupakan hasil kolaborasi dengan Stop TB Partnership Indonesia (STPI) untuk memperkuat upaya penemuan kasus secara aktif di tengah masyarakat.
“Hari ini merupakan titik yang ke-11 dari total 57 titik di 57 kelurahan. Sebelumnya kami sudah laksanakan secara maraton mulai hari Senin sampai Kamis di sepuluh kelurahan,” jelas dr. Husnul.
Dalam setiap pelaksanaannya, Dinkes mengundang sekitar 200 warga per titik dengan prioritas pada lima kriteria sasaran utama, yakni warga yang memiliki kontak erat dengan pasien TBC, masyarakat yang memiliki gejala klinis, penderita penyakit penyerta (komorbid) seperti hipertensi, diabetes melitus dan anak dengan kondisi berat badan tidak naik atau gizi kurang.
Inovasi dalam skrining kali ini adalah penggunaan teknologi Artificial Intelligence (AI) untuk membaca hasil foto rontgen secara cepat dan akurat. Jika hasil foto rontgen menunjukkan indikasi, maka akan dilanjutkan dengan pemeriksaan dahak menggunakan metode Tes Cepat Molekuler (TCM).
“Setelah difoto dan dibaca oleh AI, kita cocokkan dengan pemeriksaan dahak melalui TCM. Dari situ baru bisa dikategorikan apakah seseorang terdiagnosis TBC atau tidak,” jelasnya lagi.
Bagi warga yang dinyatakan terdiagnosis TBC, dr. Husnul memastikan bahwa negara hadir melalui Puskesmas untuk memberikan pengobatan secara gratis dan intensif. Ia menekankan pentingnya kepatuhan pasien dalam menjalani masa pengobatan minimal selama enam bulan.
“Target kita adalah TOSS, yakni Temukan, Obati, Sampai Sembuh. Pengobatannya di Puskesmas sampai tuntas. Kami berharap dengan penemuan kasus secara aktif (active case finding) seperti ini, rantai penularan TBC di Kota Malang bisa segera diputus dan target eliminasi dapat tercapai,” tegas dr. Husnul.
Melalui Skrining Sistematis TBC (SS-TB) mobile ini, Dinkes Kota Malang berupaya menjangkau sedini mungkin kasus-kasus yang selama ini belum terlaporkan, sehingga penanganan medis dapat segera diberikan sebelum menulari lingkungan sekitar.▪︎(AHM/Fif)