Perkuat Ketahanan Pangan, BPSDM PU Bahas Pengembangan Irigasi Rawa
▪︎ Kebijakan Nasional dan Lessons Learned

▪︎ BANDUNG – POSMONEWS.com,-
Kementerian Pekerjaan Umum melalui Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) menyelenggarakan webinar internasional bertajuk “Penguatan Irigasi Rawa sebagai Pilar Ketahanan Pangan: Kebijakan Nasional dan Lessons Learned”.
Kegiatan yang dilaksanakan secara daring ini diikuti 1.831 peserta dan merupakan bagian dari kerja sama Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Belanda di bidang pengelolaan sumber daya air. Webinar dibuka Kepala BPSDM Kementerian PU, Apri Artoto.
Dalam sambutannya, Apri Artoto, menegaskan bahwa penguatan irigasi rawa menjadi langkah strategis dalam menghadapi tantangan global seperti perubahan iklim, pertumbuhan penduduk, dan keterbatasan lahan pertanian produktif.
“Pengembangan irigasi rawa tidak hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga mencakup penguatan perencanaan, tata kelola sumber daya air, serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia,” ujarnya.
Kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi kerja sama Indonesia–Belanda melalui Memorandum of Understanding di bidang pengelolaan sumber daya air dalam kerangka Joint Steering Committee.
Webinar menghadirkan narasumber dari dalam dan luar negeri, antara lain Rahmat Suria Lubis dan Wahyu Candraqarina dari Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Kementerian PU, Mathieu Pinkers dari International Land and Water Resource Institute, serta Ivo van der Linden sebagai Delegated Representative Water in Indonesia. Kegiatan dimoderatori oleh Anggariano Mandhany, Widyaiswara BPSDM Kementerian PU.
Dalam keynote speech, Ivo van der Linden menekankan pentingnya kolaborasi bilateral Indonesia–Belanda yang telah terjalin lebih dari dua dekade dalam pengelolaan sumber daya air. Ia menyampaikan bahwa pengelolaan lahan rawa dan dataran rendah memerlukan pendekatan terpadu yang didukung teknologi serta sinergi lintas sektor, dengan pengalaman Belanda dalam sistem polder sebagai salah satu referensi.
Sementara itu, Rahmat Suria Lubis memaparkan kebijakan nasional pengembangan irigasi rawa sebagai bagian dari strategi mendukung swasembada pangan. Ia menekankan bahwa pemanfaatan lahan rawa menjadi peluang strategis di tengah meningkatnya kebutuhan pangan, stagnasi produksi, serta alih fungsi lahan pertanian.
Wahyu Candraqarina menambahkan bahwa pengelolaan irigasi rawa di Indonesia memerlukan pemahaman karakteristik lahan serta pembagian fungsi antara rawa budidaya dan rawa lindung agar pembangunan tetap memperhatikan aspek keberlanjutan lingkungan.
Dari perspektif internasional, Mathieu Pinkers menyoroti pentingnya pendekatan terintegrasi dalam pengelolaan lahan rawa. Ia menyampaikan bahwa keberhasilan produksi pertanian tidak hanya ditentukan oleh infrastruktur tata air, tetapi juga oleh aspek ekonomi, pasar, dan diversifikasi komoditas.
Kegiatan ditutup oleh Kepala Pusat Pengembangan Kompetensi SDA, Cipta Karya, dan Prasarana Strategis, Doedoeng Zenal Arifin. Ia menegaskan bahwa pengelolaan irigasi rawa memerlukan pendekatan komprehensif yang mencakup pembangunan infrastruktur, penguatan kelembagaan, peningkatan kapasitas SDM, serta kolaborasi lintas pemangku kepentingan.
Melalui webinar ini, BPSDM Kementerian PU mendorong penguatan pemahaman kebijakan, praktik implementasi, serta pembelajaran internasional dalam pengelolaan irigasi rawa. Kegiatan ini juga menjadi forum pertukaran pengetahuan guna mendukung pengelolaan sumber daya air yang berkelanjutan dan berkontribusi terhadap ketahanan pangan nasional.▪︎(FEND)


