Berita Utama

BBPJN Jatim-Bali Melakukan Survey Awal Jembatan Jabak

▪︎Survey Dipimpin Kepala BBPJN Jatim-Bali, Javid Hurriyanto

▪︎ JATIM – POSMONEWS.com,-
Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Timur-Bali turun langsung untuk melakukan survey awal ke Jembatan Jabak yang terletak di Desa Gedangan, Kabupaten Ponorogo, kemarin.

Survey dipimpin langsung Kepala BBPJN Jawa Timur-Bali, Javid Hurriyanto, dilakukan untuk mengetahui secara langsung kondisi Jembatan Jabak yang mengalami kerusakan akibat banjir bandang pada 2 Januari 2026 lalu.

Jembatan desa di Sungai Jabak Ponorogo tersebut sempat viral atas inisiatif masyarakat yang secara swadaya membangun kereta gantung darurat untuk membantu mobilitas warga sekitar.

Jembatan tersebut memiliki nilai strategis karena menghubungkan Desa Gedangan, Kecamatan Ngrayun, Kabupaten Ponorogo dengan Desa Depok, Kecamatan Panggul, Kabupaten Trenggalek.

Menurut Javid, pemerintah pusat menaruh perhatian khusus terhadap Jembatan Jabak mengingat jembatan tersebut sangat dibutuhkan masyarakat sekitar untuk menunjang aktivitas pendidikan, ekonomi, hingga layanan kesehatan.

Selain itu, Jembatan Jabak menjadi satu-satunya alternatif karena jika jembatan putus, warga harus memutar dan menempuh jarak tambahan lebih dari 20 kilometer.

Lebih lanjut Javid menjelaskan bahwa tim survey tengah melakukan pendataan kondisi jembatan terkait panjang, struktur serta topologi Jembatan Jabak.

Secara teknis, jembatan eksisting yang rusak berat diestimasikan memiliki panjang 70 meter dengan lebar lebar sekitar 2,7 meter dan dibangun pada tahun 2010 dan 2014 dengan kontruksi pondasi pilar beton dan lantai kayu.

Di lokasi survey, Tim BBPJN Jawa Timur-Bali melanjutkan kegiatan untuk berkoordinasi dengan Wakil Bupati Ponorogo Lysdyarita, yang dihadiri juga perwakilan warga desa setempat. Koordinasi tersebut membahas pembagian peran antar instansi dalam rangka penanganan jembatan tersebut.

Dalam kesempatan tersebut, warga berharap adanya perhatian dan penanganan dari pemerintah agar akses penghubung utama tersebut segera dibangun kembali demi keselamatan dan kelancaran aktivitas masyarakat.

Dari survey awal dan koordinasi tersebut, dirumuskan penanganan Jembatan Jabak akan dilakukan dalam dua tahap. Untuk tahap pertama, Jembatan Jabak dilakukan perbaikan sementara sehingga ditargetkan sebelum Lebaran 2026 jembatan ini dapat fungsional melayani masyarakat sekitar.

Adapaun pada tahap kedua akan dilakukan penanganan secara permanen, dimana saat ini tengah dilakukan kajian kemungkinan pembangunan jembatan gantung untuk menggantikan Jembatan Jabak yang mengalami kerusakan.▪︎(FEND)

Related Articles

Back to top button